Segaris.co
Kamis, 5 November 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom
Oplus_131105

Oplus_131105

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 09:57 WIB
in Kolom

Catatan | INGOT SIMANGUNSONG 

PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan negeri yang harus gratis kembali membuka perbincangan besar tentang masa depan pendidikan Indonesia.

“Saya sangat setuju, saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” kata Prabowo saat menghadiri puncak HUT ke-28 PAN di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Kalimat itu sederhana. Tetapi konsekuensinya tidak sederhana.

Jika benar-benar diwujudkan, pendidikan gratis bukan hanya soal menghapus biaya yang dibayar orang tua.

Negara harus memastikan sekolah tetap berjalan, guru tetap sejahtera, fasilitas pendidikan diperbaiki, kualitas pembelajaran terjaga, dan perguruan tinggi tetap mampu menghasilkan lulusan berkualitas.

Dari Pernyataan Menjadi Kebijakan

Di sinilah letak persoalannya.

Sebuah pernyataan politik akan memiliki arti berbeda ketika sudah diterjemahkan menjadi aturan, anggaran, mekanisme pelaksanaan dan pengawasan.

Pemerintah sendiri telah mulai masuk ke tahap kajian. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan bahwa pihaknya menindaklanjuti arahan Presiden dan sedang mengkaji kemungkinan menggratiskan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri, termasuk pilihan skema pembiayaannya.

Artinya, gagasan itu kini berada pada tahap yang lebih serius: bagaimana mewujudkannya.

Pertanyaan publik justru dimulai dari kata “Gratis”

Masyarakat tentu akan bertanya:

Apa yang dimaksud dengan pendidikan gratis?

Apakah seluruh biaya pendidikan ditanggung negara?

Bagaimana dengan biaya yang selama ini muncul di luar komponen pendidikan?

Bagaimana mekanismenya di sekolah negeri?

Bagaimana pula penerapannya di perguruan tinggi negeri yang memiliki struktur pembiayaan dan tata kelola berbeda?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan untuk menghambat gagasan pendidikan gratis.

Justru sebaliknya.

Pertanyaan itu diperlukan agar kata “gratis” tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar menjadi kebijakan publik yang jelas dan dapat diukur.

Jangan sampai gratis, tetapi kualitas menurun

Pendidikan gratis seharusnya tidak dipertentangkan dengan kualitas.

Keduanya harus berjalan bersama.

Anak-anak Indonesia bukan hanya membutuhkan akses untuk masuk sekolah dan universitas.

Mereka juga membutuhkan ruang belajar yang layak, guru yang berkualitas, fasilitas yang memadai, teknologi pembelajaran, serta lingkungan pendidikan yang aman.

Karena itu, ukuran keberhasilan kebijakan pendidikan gratis nantinya bukan hanya berapa banyak biaya yang dihapus.

Ukuran yang lebih penting adalah: berapa banyak anak yang akhirnya bisa belajar tanpa terbebani biaya, dan seberapa baik kualitas pendidikan yang mereka terima.

Anggaran harus transparan

Prabowo juga menyinggung persoalan sumber pembiayaan dan menyebut uang negara yang dikorupsi atau dicuri harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat.

Pesan tersebut membawa isu pendidikan gratis ke persoalan yang lebih luas: bagaimana negara mengelola uang publik.

Sebab pendidikan gratis membutuhkan pembiayaan yang berkelanjutan.

Karena itu, masyarakat berhak mengetahui dari mana anggarannya berasal, bagaimana dialokasikan, siapa yang menerima, dan bagaimana penggunaannya diawasi.

Semakin besar programnya, semakin besar pula kebutuhan terhadap transparansi dan akuntabilitas.

PTN gratis: tantangannya lebih kompleks

Untuk pendidikan dasar dan menengah, pemerintah telah memiliki berbagai mekanisme pembiayaan pendidikan.

Namun ketika gagasan itu diperluas sampai universitas negeri, persoalannya menjadi lebih kompleks.

Pemerintah menyebut berbagai skema bantuan pendidikan tinggi telah berjalan. Brian Yuliarto menyatakan bahwa pada 2025 sekitar 28,2 persen mahasiswa baru yang diterima di PTN memperoleh dukungan melalui berbagai skema, terutama bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Maka pertanyaan berikutnya adalah bagaimana mengubah sistem bantuan yang bersifat selektif tersebut menjadi kebijakan pendidikan negeri yang lebih luas tanpa mengorbankan mutu dan keberlanjutan perguruan tinggi.

Inilah ujian sesungguhnya

Pada akhirnya, pendidikan gratis bukan sekadar persoalan politik.

Ini adalah persoalan masa depan anak-anak Indonesia.

Karena itu, publik tidak hanya membutuhkan pernyataan bahwa pendidikan negeri harus gratis.

Publik membutuhkan peta jalan.

Kapan dimulai?

Siapa yang mendapat manfaat?

Biaya apa saja yang ditanggung negara?

Bagaimana sekolah dan universitas menerima pembiayaan?

Bagaimana kualitas dijaga?

Dan yang tidak kalah penting: bagaimana negara memastikan kebijakan tersebut tidak menciptakan masalah baru?

Pernyataan Presiden Prabowo telah membuka pintu menuju sebuah gagasan besar.

Kini perhatian publik wajar diarahkan kepada proses berikutnya.

Bukan lagi sekadar “apakah pendidikan gratis akan diwujudkan?”, tetapi “bagaimana pendidikan gratis itu diwujudkan dengan adil, transparan, berkelanjutan, dan tetap berkualitas?”

Jika pertanyaan-pertanyaan itu dapat dijawab melalui kebijakan yang konkret, maka pendidikan gratis tidak berhenti sebagai janji.

Ia menjadi investasi negara untuk masa depan generasi Indonesia.

 

Penulis, Pimpinan Redaksi Mediaonline SEGARIS.CO & Penanggungjawab Mediaonline Shalom.click

 

Catatan redaksi: Tulisan ini merupakan analisis editorial atas pernyataan dan perkembangan kebijakan pendidikan yang tersedia hingga 21 September 2026.

Tags: BesarGratisJanjiMenungguPendidikanPrabowo SubiantoSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

by Ingot Simangunsong
12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  PERNAH dengar kata pemakzulan saat berita politik lagi panas-panasnya? Biasanya istilah ini muncul ketika ada desakan...

Read more
Kolom

Jika Gibran dimakzulkan, Apa yang terjadi pada pemerintahan dan peta politik Indonesia?

by Ingot Simangunsong
25 September 2026 | 09:01 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong WACANA pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik seiring bergulirnya perkara hukum yang...

Read more
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 16:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  ADA sebuah kalimat yang kembali terasa relevan ketika kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan...

Read more
Oplus_131072
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

by Ingot Simangunsong
14 September 2026 | 20:53 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong  PERJALANAN panjang kepengurusan baru Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya memasuki titik penting. Dewan Pimpinan...

Read more
Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

by Ingot Simangunsong
13 September 2026 | 22:16 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong PENDIDIKAN tinggi dan jabatan mentereng ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan. Fenomena ini terlihat ketika...

Read more
Kolom

Bukan yang pertama, Jika MA setuju apa yang membuat pemakzulan Bupati Gowa bersejarah?

by Ingot Simangunsong
14 Agustus 2026 | 12:07 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong NAMA Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, kini berada dalam pusaran proses politik dan hukum...

Read more

Berita Terbaru

News

Andri Panggabean laporkan pimpinan jemaat GKPI ke Polres Pematangsiantar atas dugaan pencemaran nama baik

5 November 2026 | 12:30 WIB
Buah Pikir

Don Dasco “Hilang” saat terjadi penghianatan Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden

5 November 2026 | 09:28 WIB
News

Sutrisno Pangaribuan desak Polri ungkap dalang dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden

5 November 2026 | 07:41 WIB
News

Polres Pematangsiantar perkuat pengawasan pangan untuk kendalikan inflasi

5 November 2026 | 07:28 WIB
News

Sutrisno Pangaribuan usulkan Edy Rahmayadi jadi Kepala Staf Kepresidenan

4 November 2026 | 20:05 WIB
News

Sutrisno Pangaribuan desak DPR gunakan hak menyatakan pendapat terkait persyaratan pendidikan Gibran

4 November 2026 | 13:04 WIB
News

Bupati Taput tinjau perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di Tarutung

4 November 2026 | 07:30 WIB
News

Pemkab Taput percepat pembangunan Jogging Track Lapangan Mini Siborongborong

3 November 2026 | 09:08 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar silaturahmi ke Mako Denpom

2 November 2026 | 19:23 WIB
News

‎Pemkab Taput ajak ASN akselerasi kinerja melalui digitalisasi dan inovasi

2 November 2026 | 13:34 WIB
News

SMAS St Maria Tarutung berbenah, perkuat mutu pendidikan dan cetak generasi berprestasi

30 Oktober 2026 | 12:02 WIB
News

Wakil Bupati Taput buka Festival Ulos dan Fashion 2026

30 Oktober 2026 | 11:13 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus