Segaris.co
Minggu, 1 November 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 16:03 WIB
in Kolom

Catatan | Ingot Simangunsong 

ADA sebuah kalimat yang kembali terasa relevan ketika kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kini bergulir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada Oktober 2025, Menteri ATR/BPN saat itu, Nusron Wahid, menyatakan telah berdiskusi dengan KPK untuk membedah berbagai “penyakit” di internal ATR/BPN yang berpotensi menjadi tindak pidana korupsi.

Persoalan yang disorot antara lain proses penerbitan sertifikat, pemecahan dan peralihan hak, pelayanan yang lambat, pungutan liar, sertifikat ganda hingga tata kelola pertanahan.

Pesannya jelas: celah korupsi harus ditutup dan pelayanan pertanahan harus menjadi lebih bersih, cepat dan akurat.

Namun, kurang dari setahun kemudian, realitas yang muncul justru membuat pernyataan tersebut layak kembali dibaca.

Pada 14 September 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan di wilayah Jabodetabek terkait dugaan korupsi dalam pengurusan hak guna bangunan (HGB) Summarecon di Kabupaten Bogor.

Sehari kemudian, KPK mengumumkan delapan tersangka.

Di antara mereka terdapat pejabat di lingkungan ATR/BPN dan sejumlah pihak swasta. KPK kemudian menyebut empat tersangka diduga merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid: Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry.

Di sinilah letak persoalannya.

Bukan berarti Nusron otomatis bertanggung jawab atas perbuatan orang-orang yang disebut sebagai orang kepercayaannya.

Status hukum Nusron juga harus ditempatkan secara tepat. Sampai 16 September 2026, KPK belum menetapkannya sebagai tersangka.

Bahkan KPK menyatakan apakah Nusron akan dipanggil atau tidak masih bergantung pada kebutuhan penyidikan.

Tetapi secara etik dan politik-administratif, muncul pertanyaan yang sulit dihindari:

Seberapa efektifkah upaya membersihkan “penyakit” di tubuh ATR/BPN jika sejumlah orang yang disebut KPK sebagai orang kepercayaan menteri justru masuk dalam perkara dugaan suap?

Pertanyaan itu bukan tuduhan.

Pertanyaan itu adalah konsekuensi logis dari fakta yang sedang terbuka di hadapan publik.

Antara pernyataan dan kenyataan

Nusron pernah berbicara mengenai pentingnya menutup celah korupsi.

Kini KPK justru sedang membongkar dugaan praktik suap yang berkaitan dengan layanan pertanahan.

Di satu sisi ada komitmen pemberantasan korupsi.

Di sisi lain ada penyidikan yang menyeret sejumlah orang yang disebut memiliki kedekatan dengan pimpinan kementerian.

Kontras inilah yang membuat publik berhak meminta penjelasan.

Bukan untuk menghakimi sebelum proses hukum selesai, melainkan untuk memastikan bahwa komitmen pemberantasan korupsi tidak berhenti sebagai pernyataan di depan kamera.

Publik berhak mendapat jawaban

Jika benar ada orang-orang dekat pejabat yang diduga terlibat dalam praktik korupsi, maka pertanyaan publik tidak hanya berhenti pada siapa yang menerima atau menyerahkan uang.

Publik juga wajar bertanya tentang bagaimana pola tersebut bisa berlangsung, bagaimana pengawasan internal bekerja, siapa yang mengetahui, dan sejauh mana sistem pencegahan korupsi di kementerian benar-benar berjalan.

Semua pertanyaan itu tentu harus dijawab berdasarkan bukti dan proses hukum, bukan berdasarkan spekulasi.

KPK memiliki pekerjaan untuk membuktikan perkara pidananya.

Kementerian ATR/BPN memiliki pekerjaan untuk menjelaskan dan memperbaiki tata kelolanya.

Sementara Nusron Wahid, sebagai pejabat yang pernah berbicara tentang pembenahan celah korupsi di institusinya, tentu memiliki ruang untuk menjelaskan kepada publik bagaimana ia melihat perkembangan perkara yang kini terjadi.

Jangan sampai komitmen hanya menjadi slogan

Kasus ini semestinya menjadi momentum untuk menguji satu hal sederhana: apakah perang terhadap korupsi benar-benar dibangun melalui sistem, atau hanya berhenti pada retorika?

Sebab pemberantasan korupsi tidak cukup dengan mengatakan bahwa celah korupsi harus ditutup.

Celah itu harus benar-benar ditutup.

Pengawasan harus benar-benar berjalan.

Dan ketika ada orang di lingkaran kekuasaan yang terseret perkara hukum, institusi harus mampu menunjukkan bahwa hukum berlaku tanpa melihat kedekatan dan posisi.

Pada akhirnya, publik tidak membutuhkan drama.

Publik membutuhkan fakta, transparansi dan proses hukum yang dapat dipercaya.

Kontradiksi antara pernyataan masa lalu dan kenyataan hari ini bukanlah vonis terhadap Nusron Wahid.

Tetapi kontradiksi itu adalah pertanyaan publik yang sah, dan jawaban terbaik terhadapnya bukanlah bantahan semata.

Jawaban terbaik adalah fakta yang dibuktikan melalui proses hukum dan pembenahan nyata di tubuh ATR/BPN.

Segaris.co mencatat fakta, bukan menjatuhkan vonis.

 

Penulis, Ingot Simangunsong adalah Pimpinan Redaksi Mediaonline Segaris.co & Penanggungjawab Mediaonline Shalom.click

Tags: KontradiksiKPKNusron WahidOTTSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

by Ingot Simangunsong
12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  PERNAH dengar kata pemakzulan saat berita politik lagi panas-panasnya? Biasanya istilah ini muncul ketika ada desakan...

Read more
Kolom

Jika Gibran dimakzulkan, Apa yang terjadi pada pemerintahan dan peta politik Indonesia?

by Ingot Simangunsong
25 September 2026 | 09:01 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong WACANA pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik seiring bergulirnya perkara hukum yang...

Read more
Oplus_131105
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 09:57 WIB
0

Catatan | INGOT SIMANGUNSONG  PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan negeri yang harus gratis kembali membuka perbincangan besar tentang masa...

Read more
Oplus_131072
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

by Ingot Simangunsong
14 September 2026 | 20:53 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong  PERJALANAN panjang kepengurusan baru Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya memasuki titik penting. Dewan Pimpinan...

Read more
Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

by Ingot Simangunsong
13 September 2026 | 22:16 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong PENDIDIKAN tinggi dan jabatan mentereng ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan. Fenomena ini terlihat ketika...

Read more
Kolom

Bukan yang pertama, Jika MA setuju apa yang membuat pemakzulan Bupati Gowa bersejarah?

by Ingot Simangunsong
14 Agustus 2026 | 12:07 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong NAMA Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, kini berada dalam pusaran proses politik dan hukum...

Read more

Berita Terbaru

News

SMAS St Maria Tarutung berbenah, perkuat mutu pendidikan dan cetak generasi berprestasi

30 Oktober 2026 | 12:02 WIB
News

Wakil Bupati Taput buka Festival Ulos dan Fashion 2026

30 Oktober 2026 | 11:13 WIB
News

Pemkab Tapanuli Utara apresiasi pelatihan kerajinan bambu dan rotan Kemenperin RI

29 Oktober 2026 | 20:05 WIB
News

Pemkab Taput dukung pengembangan wirausaha baru

29 Oktober 2026 | 19:55 WIB
Buah Pikir

Wakil Bupati Taput: “Manfaatkan teknologi digital mencari informasi agar menjadi guru yang adaptif”

29 Oktober 2026 | 11:51 WIB
News

LANDEN MARBUN: Dari Jalan Metal, Parlemen Medan, hingga menatap tata kelola Amerika Serikat

29 Oktober 2026 | 07:37 WIB
News

Di Tanah Jawa, Kejari Simalungun temukan pekerjaan revitalisasi sekolah yang perlu diperbaiki

28 Oktober 2026 | 20:45 WIB
News

Landen Marbun: “Jika penangkapan dan pengungkapan dilakukan setelah ada korban, maka kita terlambat satu langkah”

28 Oktober 2026 | 20:33 WIB
Tak Berkategori

Kapolres Pematangsiantar hadiri kirab kebangsaan dan doa lintas agama sambut Sumpah Pemuda

28 Oktober 2026 | 10:24 WIB
News

Bupati Taput tekankan peran strategis guru dalam meningkatkan kualitas SDM

28 Oktober 2026 | 10:11 WIB
News

Jhonson M Silaban pimpin SMSI Tapanuli Utara

28 Oktober 2026 | 10:01 WIB
News

Berawal dari arisan ibu-ibu, CU Maju Tarutung kini bermodal Rp126 miliar

27 Oktober 2026 | 13:52 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus