Segaris.co
Kamis, 29 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
13 September 2026 | 22:16 WIB
in Kolom

Catatan | Ingot Simangunsong

PENDIDIKAN tinggi dan jabatan mentereng ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan.

Fenomena ini terlihat ketika sejumlah pejabat publik menyampaikan pernyataan yang justru menimbulkan kebingungan, kontroversi, bahkan terasa jauh dari akal sehat masyarakat.

Persoalannya bukan semata-mata soal salah memilih kata. Lebih jauh, hal itu menyentuh kualitas komunikasi publik dan tanggung jawab moral seorang pejabat.

Seorang pejabat berbicara bukan lagi sebagai pribadi biasa. Setiap pernyataannya membawa nama institusi, pemerintah, bahkan negara.

Karena itu, ucapan yang tidak cermat dapat berdampak lebih luas: memicu kegaduhan, memperlebar jarak dengan masyarakat dan menggerus kepercayaan publik.

Gelar akademik bukan jaminan kebijaksanaan

Gelar doktor, profesor, jabatan menteri, jenderal atau posisi tinggi lainnya menunjukkan kapasitas dan pengalaman tertentu. Namun, semua itu tidak otomatis menjadikan seseorang bijaksana.

Kecerdasan intelektual berbeda dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan etis.

Seseorang dapat sangat pintar menyusun argumentasi, tetapi belum tentu mampu memahami perasaan masyarakat.

Ia bisa menguasai teori dan data, tetapi belum tentu peka terhadap kenyataan yang dihadapi rakyat.

Di sinilah kekuasaan dapat menciptakan persoalan baru. Pejabat yang terlalu lama berada dalam lingkungan kekuasaan berisiko hidup dalam semacam “gelembung realitas”, ketika informasi yang diterima sudah melewati berbagai lapisan penyaringan.

Akibatnya, realitas yang mereka lihat dari ruang kekuasaan bisa berbeda dengan realitas yang dirasakan masyarakat di luar sana.

Ketika komunikasi berubah menjadi pembenaran

Dalam era media sosial, persoalan menjadi semakin rumit. Pernyataan pejabat dapat menyebar dalam hitungan menit dan langsung diuji oleh publik.

Masyarakat kini tidak hanya menerima informasi. Mereka membandingkan, memeriksa, merekam dan mendiskusikannya.

Karena itu, komunikasi pemerintah tidak cukup hanya bertujuan menjaga citra atau membangun persepsi.

Publik membutuhkan informasi yang jernih, data yang dapat dipertanggungjawabkan dan keberanian pejabat mengakui apabila terjadi kekeliruan.

Sebab, ketika fakta dipaksa mengikuti narasi, yang rusak bukan hanya sebuah pernyataan. Yang dipertaruhkan adalah kepercayaan.

Ukuran pemimpin bukan hanya kepintaran

Pemimpin yang sehat secara intelektual seharusnya memiliki keberanian mengatakan, “Saya bisa saja keliru.”

Ia tidak kehilangan wibawa ketika mengoreksi pernyataan. Justru sebaliknya, kemampuan mengakui kesalahan menunjukkan kedewasaan.

Pada akhirnya, masyarakat tidak membutuhkan pejabat yang selalu terlihat paling pintar.

Masyarakat membutuhkan pejabat yang mampu menggunakan kepintarannya dengan rendah hati, berbicara dengan tanggung jawab dan tetap berpijak pada kenyataan.

Sebab pintar adalah kemampuan memahami sesuatu. Bijaksana adalah kemampuan menggunakan pemahaman itu dengan benar.

Dan ketika kepintaran kehilangan kebijaksanaan, pernyataan seorang pejabat bukan lagi sekadar kata-kata.

Ia bisa menjadi ujian bagi akal sehat rakyat.

 

Penulis, Pimpinan Redaksi Mediaonline Segaris.co & Penanggungjawab Mediaonline Shalom.click

Tags: BijaksanaMengujiPejabatPintarRakyatSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

by Ingot Simangunsong
12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  PERNAH dengar kata pemakzulan saat berita politik lagi panas-panasnya? Biasanya istilah ini muncul ketika ada desakan...

Read more
Kolom

Jika Gibran dimakzulkan, Apa yang terjadi pada pemerintahan dan peta politik Indonesia?

by Ingot Simangunsong
25 September 2026 | 09:01 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong WACANA pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik seiring bergulirnya perkara hukum yang...

Read more
Oplus_131105
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 09:57 WIB
0

Catatan | INGOT SIMANGUNSONG  PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan negeri yang harus gratis kembali membuka perbincangan besar tentang masa...

Read more
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 16:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  ADA sebuah kalimat yang kembali terasa relevan ketika kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan...

Read more
Oplus_131072
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

by Ingot Simangunsong
14 September 2026 | 20:53 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong  PERJALANAN panjang kepengurusan baru Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya memasuki titik penting. Dewan Pimpinan...

Read more
Kolom

Bukan yang pertama, Jika MA setuju apa yang membuat pemakzulan Bupati Gowa bersejarah?

by Ingot Simangunsong
14 Agustus 2026 | 12:07 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong NAMA Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, kini berada dalam pusaran proses politik dan hukum...

Read more

Berita Terbaru

Buah Pikir

Wakil Bupati Taput: “Manfaatkan teknologi digital mencari informasi agar menjadi guru yang adaptif”

29 Oktober 2026 | 11:51 WIB
News

LANDEN MARBUN: Dari Jalan Metal, Parlemen Medan, hingga menatap tata kelola Amerika Serikat

29 Oktober 2026 | 07:37 WIB
News

Di Tanah Jawa, Kejari Simalungun temukan pekerjaan revitalisasi sekolah yang perlu diperbaiki

28 Oktober 2026 | 20:45 WIB
News

Landen Marbun: “Jika penangkapan dan pengungkapan dilakukan setelah ada korban, maka kita terlambat satu langkah”

28 Oktober 2026 | 20:33 WIB
Tak Berkategori

Kapolres Pematangsiantar hadiri kirab kebangsaan dan doa lintas agama sambut Sumpah Pemuda

28 Oktober 2026 | 10:24 WIB
News

Bupati Taput tekankan peran strategis guru dalam meningkatkan kualitas SDM

28 Oktober 2026 | 10:11 WIB
News

Jhonson M Silaban pimpin SMSI Tapanuli Utara

28 Oktober 2026 | 10:01 WIB
News

Berawal dari arisan ibu-ibu, CU Maju Tarutung kini bermodal Rp126 miliar

27 Oktober 2026 | 13:52 WIB
News

Kapolres Simalungun turun langsung atur lalu lintas

26 Oktober 2026 | 12:22 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar hadiri syukuran ruang kelas baru MIS Al Washliyah

25 Oktober 2026 | 21:10 WIB
News

HUT ke-5 Flobamora, Bonifasius Nurak ajak perkuat persaudaraan dan tinggalkan perpecahan

24 Oktober 2026 | 21:18 WIB
News

Uskup Sibolga apresiasi Wesly Silalahi, Pesparani Sumut III gaungkan harmoni dan toleransi

24 Oktober 2026 | 18:40 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus