TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO — NEGARA yang mayoritas penduduknya ateis, tidak pernah ada terdengar korupsi, tetapi negara yang rajin penduduknya beribadah terjadi korupsi.
Hal itu disampaikan Ephorus HKBP Pdt Dr Viktor Tinambunan dalan khotbahnya, saat menabalkan 28 guru jemaat, 33 bibelvrow dan 33 deakonis di Gereja HKBP Pansurnapitu, Minggu (9/8/2026).
Ephorus menyatakan, jangan minta supaya laut tidak bergelombang, tetapi mintalah supaya engkau bisa melewati gelombang itu dengan selamat.
Kepada 101 orang guru jemaat, bibelvrow dan deakonis yang ditabalkan, Viktor Tinambunan menggambarkan dalam pelayananmu nanti akan menghadapi berbagai gelombang, tetapi jika kamu mengandalkan Tuhan, gelombang itu bisa reda.
Kata Ephorus, coba kita isi botol yang putih dengan air yang jernih, airnya tenang dan bening, tetapi jika dimasukkan bubuk yang berwarna, air itu akan menjadi terlihat buram dan kotor.
Bubuk itulah yang bisa menimbulkan masalah yang kita sebut “Gelombang”, apakah itu karena ketidakadilan, korupsi dan termasuk penempatan para pelayan.
Menurutnya, jika ditempatkan di daerah yang dianggap jauh dari harapan, bisa terjadi anggapan “dicampakkan”.
“Kalimat seperti itulah yang penting dihilangkan, sebab Tuhan akan bersama pelayan itu dimanapun melakukan pelayanan,” kata Ephorus. [Martua Situmorang/***]






