Segaris.co
Senin, 2 November 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Dari Pengkritik menjadi Pemuji: Perjalanan sunyi seorang aktivis

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
16 Juni 2026 | 00:45 WIB
in Kolom

Catatan | Ingot Simangunsong

DARI sudut pandang sosiologi dan psikologi, perubahan seorang aktivis menjadi “penjilat” biasanya bukan terjadi secara tiba-tiba.

Ia sering merupakan proses panjang yang dipengaruhi lingkungan, kekuasaan, kebutuhan hidup, dan perubahan cara berpikir.

Dari Perspektif Sosiologi

Perubahan posisi sosial
Ketika seorang aktivis masuk ke lingkaran kekuasaan, ia tidak lagi berada di luar sistem, tetapi menjadi bagian dari sistem itu.
Lambat laun, kritik yang dulu lantang bisa melemah karena ia ikut menikmati fasilitas, akses, dan status yang diberikan.
Ketergantungan ekonomi
Aktivisme sering tidak menjanjikan kestabilan finansial. Ketika seseorang mulai bergantung pada jabatan, proyek, atau sumber penghasilan yang terkait dengan penguasa, independensinya dapat berkurang.
Budaya patron-klien
Dalam masyarakat yang kuat budaya patronasenya, loyalitas kepada “orang besar” sering lebih dihargai daripada konsistensi prinsip.
Akibatnya, sebagian orang memilih menyenangkan atasan daripada menyuarakan kebenaran.
Tekanan kelompok
Manusia cenderung ingin diterima oleh komunitasnya. Jika lingkungan baru mengharuskan pujian dan kepatuhan, maka kritik perlahan dianggap ancaman bagi posisinya.

Dari Perspektif Psikologi

Ambisi dan kebutuhan pengakuan
Tidak semua aktivis digerakkan murni oleh idealisme. Ada yang juga memiliki kebutuhan kuat untuk dihormati, terkenal, atau berkuasa.
Ketika kesempatan itu datang, prinsip bisa tergeser oleh ambisi.
Rasionalisasi diri
Orang sering mencari alasan untuk membenarkan perubahan sikapnya. Misalnya: “Saya tetap memperjuangkan rakyat dari dalam.” “Kalau saya melawan, saya tidak bisa berbuat apa-apa.”
Awalnya mungkin benar, tetapi lama-kelamaan bisa menjadi pembenaran atas kompromi yang berlebihan.
Kelelahan idealisme (burnout)
Bertahun-tahun berjuang tanpa hasil yang terlihat dapat menimbulkan kelelahan mental. Sebagian orang akhirnya memilih jalan yang lebih nyaman daripada terus berkonflik.
Godaan kekuasaan
Psikolog politik sering menjelaskan bahwa kekuasaan dapat mengubah persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri.
Ia mulai merasa lebih penting, lebih benar, dan lebih layak mendapat privilese dibanding orang yang dulu ia bela.

Gejala Awalnya

Beberapa tanda yang sering terlihat:
Kritik mulai selektif, hanya kepada lawan.
Kesalahan pihak yang didukung selalu dicari pembenarannya.
Lebih sering memuji tokoh daripada membahas gagasan.
Kehilangan keberanian untuk berbeda pendapat.
Loyalitas kepada figur mengalahkan loyalitas kepada nilai.

Refleksi Moral

Ada sebuah ungkapan yang sering dikaitkan dengan filsafat politik:
“Ketika seseorang terlalu lama berada dekat kekuasaan, ujian terbesarnya bukan lagi keberanian melawan, melainkan keberanian tetap jujur.”
Dalam perspektif iman Kristen, masalah utamanya bukan aktivis atau pejabat, melainkan hati manusia.
Sebab firman Tuhan berkata:
“Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6: 21)
Artinya, ketika hati mulai terikat pada keuntungan, jabatan, atau pujian manusia, maka idealisme yang dahulu diperjuangkan dapat perlahan memudar.

 

Penulis, Ingot Simangunsong, adalah Pimpinan Redaksi mediaonline Segaris.co dan Penanggungjawab mediaonline kerohanian Shalom.click

Tags: BudimanPenjilatPsikologissegarisSegaris.coSosiologi
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

by Ingot Simangunsong
12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  PERNAH dengar kata pemakzulan saat berita politik lagi panas-panasnya? Biasanya istilah ini muncul ketika ada desakan...

Read more
Kolom

Jika Gibran dimakzulkan, Apa yang terjadi pada pemerintahan dan peta politik Indonesia?

by Ingot Simangunsong
25 September 2026 | 09:01 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong WACANA pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik seiring bergulirnya perkara hukum yang...

Read more
Oplus_131105
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 09:57 WIB
0

Catatan | INGOT SIMANGUNSONG  PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan negeri yang harus gratis kembali membuka perbincangan besar tentang masa...

Read more
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 16:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  ADA sebuah kalimat yang kembali terasa relevan ketika kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan...

Read more
Oplus_131072
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

by Ingot Simangunsong
14 September 2026 | 20:53 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong  PERJALANAN panjang kepengurusan baru Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya memasuki titik penting. Dewan Pimpinan...

Read more
Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

by Ingot Simangunsong
13 September 2026 | 22:16 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong PENDIDIKAN tinggi dan jabatan mentereng ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan. Fenomena ini terlihat ketika...

Read more

Berita Terbaru

News

SMAS St Maria Tarutung berbenah, perkuat mutu pendidikan dan cetak generasi berprestasi

30 Oktober 2026 | 12:02 WIB
News

Wakil Bupati Taput buka Festival Ulos dan Fashion 2026

30 Oktober 2026 | 11:13 WIB
News

Pemkab Tapanuli Utara apresiasi pelatihan kerajinan bambu dan rotan Kemenperin RI

29 Oktober 2026 | 20:05 WIB
News

Pemkab Taput dukung pengembangan wirausaha baru

29 Oktober 2026 | 19:55 WIB
Buah Pikir

Wakil Bupati Taput: “Manfaatkan teknologi digital mencari informasi agar menjadi guru yang adaptif”

29 Oktober 2026 | 11:51 WIB
News

LANDEN MARBUN: Dari Jalan Metal, Parlemen Medan, hingga menatap tata kelola Amerika Serikat

29 Oktober 2026 | 07:37 WIB
News

Di Tanah Jawa, Kejari Simalungun temukan pekerjaan revitalisasi sekolah yang perlu diperbaiki

28 Oktober 2026 | 20:45 WIB
News

Landen Marbun: “Jika penangkapan dan pengungkapan dilakukan setelah ada korban, maka kita terlambat satu langkah”

28 Oktober 2026 | 20:33 WIB
Tak Berkategori

Kapolres Pematangsiantar hadiri kirab kebangsaan dan doa lintas agama sambut Sumpah Pemuda

28 Oktober 2026 | 10:24 WIB
News

Bupati Taput tekankan peran strategis guru dalam meningkatkan kualitas SDM

28 Oktober 2026 | 10:11 WIB
News

Jhonson M Silaban pimpin SMSI Tapanuli Utara

28 Oktober 2026 | 10:01 WIB
News

Berawal dari arisan ibu-ibu, CU Maju Tarutung kini bermodal Rp126 miliar

27 Oktober 2026 | 13:52 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus