Segaris.co
Kamis, 29 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir
Oplus_131072

Oplus_131072

Stop pencitraan! Tidak ada urgensi Bobby-Surya berkantor di Nias

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
31 Juli 2026 | 15:06 WIB
in Buah Pikir

Catatan | Sutrisno Pangaribuan

AKSI Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution dan Surya berkantor di Pulau Nias hanya pencitraan.

Tidak ada hal ikhwal kegentingan yang memaksa Bobby dan Surya berkantor di Nias.

Bobby dan Surya bukan Presiden dan Wakil Presiden yang memiliki kewenangan besar dalam mengeksekusi persoalan di daerah, meski gubernur wakil pemerintah pusat di daerah.

Bobby dan Surya seharusnya memahami kewenangan pemerintah provinsi yang diatur dalam UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Upaya Bobby menduplikasi cara mertuanya, Joko Widodo saat jadi presiden, dengan blusukan, tidak akan berhasil, sebab Bobby dibatasi kewenangan hanya mengelola APBD Sumut TA. 2026 Rp11,673 triliun.

Alokasi anggaran tersebut pun telah diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2026 tentang APBD TA.2026 dan dijabarkan dalam Pergub Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penjabaran APBD TA.2026.

Maka seluruh tindakan Bobby dan Surya menggunakan APBD TA.2026 harus berdasarkan Perda dan Pergub tersebut di atas.

Bobby tidak dapat melakukan pergeseran anggaran sesuka hati seperti yang dilakukan sebelumnya.

Pergeseran anggaran yang dilakukannya sebanyak 7 kali ke Dinas PUPR terbukti mengantarkan Topan Ginting menjadi narapidana korupsi.

Untuk itu, DPRD Provinsi Sumatera Utara (DPRD Provsu) harus melakukan pengawasan ketat, agar jangan sampai berkantor di Nias dijadikan alasan pergeseran anggaran berkali-kali.

Aksi berkantor di Nias bertentangan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan efisiensi angaran.

Saat pemerintah memperketat penggunaan anggaran yang berbentuk seremonial dan perjalanan dinas, Bobby dan Surya justru melakukan pemborosan dengan kunjungan ramai-ramai ke Nias.

Bobby dan Surya secara bergantian didampingi beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan Direksi BUMD.

Rombongan Bobby dan Surya melakukan perjalanan dinas menggunakan pesawat pulang pergi, menginap di hotel, bukan di rumah penduduk.

Bobby membawa ajudan, pengawal pribadi dan anggota Paspampres.

Demikian juga dengan para Pimpinan OPD dan Direksi BUMD yang turut serta, pasti membawa ajudan.

Belum lagi kendaraan yang harus dimobilisasi dan diseberangkan melalui pelabuhan Sibolga, tentu membuat biaya operasional pencitraan yang sangat besar.

Padahal untuk sekadar mengetahui jalan, jembatan, irigasi, dan sekolah yang rusak, serta seluruh infrastruktur yang tidak layak, dan menjadi kewenangan Pemprovsu, Bobby dan Surya tidak perlu berkantor di Nias.

Bobby cukup mengoptimalkan OPD yang memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau Cabang Dinas (Cabdis), seperti UPT PUPR urusan jalan dan jembatan, UPT PSDA urusan irigasi, UPT/Cabdis Pendidikan urusan SMA, SMK, dan SLB dan UPT pada organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

Blusukan gaya lama sudah ketinggalan zaman, tidak relevan kecuali demi pencitraan semata.

Untuk sekadar mendapat informasi kebutuhan warga (sesuai kewenangan provinsi), Bobby dapat mencontek (meniru, menduplikasi) cara Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Maluku Utara (Malut) yang membuka saluran aspirasi mandiri, melibatkan warganya secara partisipatif.

Sherly dengan cepat dapat mengetahui jalan, jembatan, irigasi yang rusak melalui laporan warga secara online, tanpa harus berpindah kantor.

Kedatangan Bobby dan Surya ke Nias juga mengganggu aktivitas kepala daerah dan perangkatnya.

Sebab kemana Bobby dan Surya selalu didampingi ketika berkegiatan di kabupaten/kota masing-masing.

Demikian juga dengan warga yang harus digerakkan ramai-ramai untuk menyambut kedatangan “Gubernur Indonesia” yang berkantor di Nias.

Bobby yang mengklaim sedang memenuhi janji kampanyenya sebaiknya segera sadar bahwa mengelola pemerintah daerah harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan, bukan gubernur rasa presiden.

Rencana berkantor di Nias selama 3 bulan, Tidak boleh sesuka hati meski pernah disampaikan sebelum menjadi gubernur (kampanye).

Bobby dan Surya serta seluruh perangkatnya dapat berkantor di Nias dengan biaya pribadi.

Namun jika seluruh biaya pencitraan Bobby di Nias menggunakan APBD Provinsi Sumut, maka itu pemborosan, dan harus dihentikan.

Bobby sebaiknya berhenti berlagak Gubernur yang paling peduli terhadap Nias, hanya dengan rencana berkantor di Nias.

Masalah infrastruktur di Nias hanya salah satu dari sejumlah persoalan besar yang ada di Nias.

Maka berkantor di Nias sebaiknya dihentikan, lakukan studi dan kajian, rencanakan solusinya secara baik, lalu dieksekusi.

Tindakan reaktif beraroma politik pencitraan tidak akan pernah dapat menyentuh akar persoalan.

Bobby seharusnya menggerakkan perangkatnya membuat pemetaan persoalan Nias, lalu gelar FGD mengurai persoalan, kemudian tetapkan strategi penyelesaian, rencanakan aksi, kemudian eksekusi dan evaluasi.

Gubernur yang berhasil bukan karena berpindah-pindah kantor.

Gubernur yang sukses adalah Gubernur yang mampu menggerakkan seluruh perangkatnya, melibatkan publik secara partisipatif.

Bobby sebaiknya segera menghentikan roadshow politiknya di Nias, sebab Pilkada masih jauh.

Bobby perlu memahami bahwa Gubernur yang hebat tidak butuh memoles citra, dan seharusnya keberatan saat anak-anak menyebutnya Gubernur Indonesia.

Jakarta, 31 Juli 2026

Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (KorNas), Direktur Indonesian Government Watch (IGoWa), Direktur Pusat Studi Anti Korupsi (PuSAKo)

Tags: Bobby NasutionGubernurNiasPencitraansegarisSegaris.coSuryaUrgensi
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Wakil Bupati Taput: “Manfaatkan teknologi digital mencari informasi agar menjadi guru yang adaptif”

by Ingot Simangunsong
29 Oktober 2026 | 11:51 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang WAKIL Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan berhasil membuka mata dan pikiran guru guru di Tapanuli...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Menanti keberanian Jaksa menangkap para perampok uang Jalan Tol Medan- Binjai

by Ingot Simangunsong
11 Oktober 2026 | 11:54 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan  BEBERAPA waktu yang lalu, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan telah...

Read more
Buah Pikir

PR besar penataan Telekomunikasi, butuh solusi bersama 

by Ingot Simangunsong
6 Oktober 2026 | 10:10 WIB
0

Oleh | Herry Chandra, ST Pimpinan PT Hydra Media Indonesia. Tim Hydra Net DUNIA telekomunikasi Indonesia sedang tumbuh pesat. Kebutuhan...

Read more
Buah Pikir

“Bupati sehari”

by Ingot Simangunsong
28 September 2026 | 07:19 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   OLIMPIADE Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara diselenggarakan Dinas Pendidikan Sabtu, 19...

Read more
Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

by Ingot Simangunsong
18 September 2026 | 17:18 WIB
0

Catatan | Herry Chandra, ST  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kulon Nuwun, DARI tanah Habonaron Do Bona Simalungun yang subur, tempat nenek...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more

Berita Terbaru

News

Pemkab Tapanuli Utara apresiasi pelatihan kerajinan bambu dan rotan Kemenperin RI

29 Oktober 2026 | 20:05 WIB
News

Pemkab Taput dukung pengembangan wirausaha baru

29 Oktober 2026 | 19:55 WIB
Buah Pikir

Wakil Bupati Taput: “Manfaatkan teknologi digital mencari informasi agar menjadi guru yang adaptif”

29 Oktober 2026 | 11:51 WIB
News

LANDEN MARBUN: Dari Jalan Metal, Parlemen Medan, hingga menatap tata kelola Amerika Serikat

29 Oktober 2026 | 07:37 WIB
News

Di Tanah Jawa, Kejari Simalungun temukan pekerjaan revitalisasi sekolah yang perlu diperbaiki

28 Oktober 2026 | 20:45 WIB
News

Landen Marbun: “Jika penangkapan dan pengungkapan dilakukan setelah ada korban, maka kita terlambat satu langkah”

28 Oktober 2026 | 20:33 WIB
Tak Berkategori

Kapolres Pematangsiantar hadiri kirab kebangsaan dan doa lintas agama sambut Sumpah Pemuda

28 Oktober 2026 | 10:24 WIB
News

Bupati Taput tekankan peran strategis guru dalam meningkatkan kualitas SDM

28 Oktober 2026 | 10:11 WIB
News

Jhonson M Silaban pimpin SMSI Tapanuli Utara

28 Oktober 2026 | 10:01 WIB
News

Berawal dari arisan ibu-ibu, CU Maju Tarutung kini bermodal Rp126 miliar

27 Oktober 2026 | 13:52 WIB
News

Kapolres Simalungun turun langsung atur lalu lintas

26 Oktober 2026 | 12:22 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar hadiri syukuran ruang kelas baru MIS Al Washliyah

25 Oktober 2026 | 21:10 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus