Segaris.co
Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom
Ingot Simangunsong

Ingot Simangunsong

Dari kemiskinan menuju kebangkitan: Perjalanan Etiopia menjadi Negara yang terus bertumbuh

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
18 Juli 2026 | 07:53 WIB
in Kolom

Catatan | Ingot Simangunsong 

SELAMA puluhan tahun, nama Etiopia identik dengan kelaparan dan kemiskinan. Namun dalam dua dekade terakhir, negara di kawasan Tanduk Afrika ini menjadi salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Meski masih menghadapi berbagai tantangan, perjalanan Etiopia memberikan pelajaran penting tentang pembangunan jangka panjang.

Masa Kelam: Kelaparan dan Krisis (1970-an hingga 1980-an)

Pada era 1970-an dan 1980-an, Etiopia dilanda kekeringan hebat, perang saudara, serta konflik politik yang berkepanjangan.

Kelaparan besar pada 1983–1985 menewaskan ratusan ribu orang dan membuat jutaan lainnya bergantung pada bantuan internasional.

Saat itu, sebagian besar masyarakat hidup dari pertanian tradisional yang sangat bergantung pada musim hujan.

Infrastruktur minim, pendidikan rendah, dan investasi hampir tidak ada.

Awal Reformasi (1991–2000)

Pada tahun 1991, pemerintahan baru mengambil alih dan mulai melakukan berbagai reformasi.

Pemerintah berupaya menjaga stabilitas politik, memperbaiki sistem pemerintahan, serta mulai membangun jalan, sekolah, dan fasilitas kesehatan.

Fokus utama diarahkan pada sektor pertanian karena sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani.

Pemerintah juga memperluas layanan penyuluhan pertanian dan mendorong penggunaan bibit unggul.

Era Pertumbuhan Pesat (2004–2019)

Memasuki awal tahun 2000-an, Etiopia mulai menikmati pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi, bahkan sering mencapai sekitar 8–10 persen per tahun.

Pemerintah menggelontorkan investasi besar-besaran untuk membangun jalan raya, jalur kereta api, bendungan, jaringan listrik, kawasan industri, dan bandara.

Infrastruktur yang lebih baik membuat biaya distribusi barang menjadi lebih murah dan menarik investor asing.

Industri tekstil, garmen, kulit, serta pengolahan hasil pertanian mulai berkembang.

Banyak perusahaan dari Asia, Eropa, dan Timur Tengah membuka pabrik di Etiopia karena biaya tenaga kerja yang relatif rendah.

Investasi pada Energi dan Infrastruktur

Salah satu proyek terbesar adalah pembangunan Bendungan Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) di Sungai Nil Biru.

Bendungan ini dirancang menjadi salah satu pembangkit listrik tenaga air terbesar di Afrika.

Dengan pasokan listrik yang meningkat, pemerintah berharap industri dapat berkembang lebih cepat dan listrik dapat dinikmati lebih banyak masyarakat.

Kemajuan Sosial

Pertumbuhan ekonomi juga diikuti peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan.

Angka kemiskinan menurun dibanding beberapa dekade sebelumnya, harapan hidup meningkat, dan lebih banyak anak memperoleh kesempatan bersekolah.

Tantangan Baru

Meski mengalami kemajuan besar, Etiopia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti konflik bersenjata, inflasi, pengangguran, perubahan iklim, dan utang pembangunan.

Karena itu, menyebut Etiopia sebagai “negara makmur” masih belum sepenuhnya tepat.

Negara ini telah mengalami kemajuan ekonomi yang luar biasa dibanding masa lalunya, tetapi masih termasuk negara berpendapatan rendah yang sedang berjuang mencapai kemakmuran yang lebih merata.

Pelajaran dari Etiopia

Perjalanan Etiopia menunjukkan bahwa perubahan tidak terjadi dalam semalam.

Pembangunan membutuhkan visi jangka panjang, investasi pada infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sektor pertanian dan industri, serta stabilitas yang berkelanjutan.

Kisah Etiopia menjadi bukti bahwa sebuah bangsa yang pernah dikenal karena kemiskinan dan kelaparan dapat bangkit melalui kerja keras, kebijakan pembangunan yang konsisten, dan semangat untuk terus maju.

Walaupun perjalanan menuju kemakmuran masih berlangsung, perubahan yang telah dicapai menjadi inspirasi bagi banyak negara berkembang.

 

Penulis Ingot Simangunsong adalah Pimpinan Redaksi Mediaonline Segaris.co & Penanggungjawab Mediaonline Shalom.click

Tags: BerkembangEtiopiaKelaparanMajuMakmurMiskinsegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

Bukan yang pertama, Jika MA setuju apa yang membuat pemakzulan Bupati Gowa bersejarah?

by Ingot Simangunsong
14 Agustus 2026 | 12:07 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong NAMA Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, kini berada dalam pusaran proses politik dan hukum...

Read more
Kolom

Adab yang (Sengaja) Dilupakan

by Ingot Simangunsong
9 Agustus 2026 | 23:15 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong ENTAH disengaja, memang disengaja, atau pura-pura disengaja, kenyataannya memang demikian: adab semakin sering dilupakan....

Read more
Kolom

Kematian Winda Lorenza Gowasa: Polisi Sebut Bunuh Diri, Keluarga Curiga, Komisi III DPR Turun Tangan

by Ingot Simangunsong
9 Agustus 2026 | 07:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong KEMATIAN Winda Lorenza Gowasa (WL), mantan istri seorang anggota Polri di Medan, kini menjadi...

Read more
Kolom

Dari startup kebanggaan Indonesia menuju Skandal Internasional: Runtuhnya Imperium eFishery dan pelajaran bagi dunia investasi

by Ingot Simangunsong
1 Agustus 2026 | 19:08 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong TIDAK banyak yang menyangka bahwa eFishery, startup yang pernah dielu-elukan sebagai kebanggaan Indonesia di...

Read more
Kolom

Saat penjaga integritas tergoda: Membaca deretan kasus oknum KPK yang memeras dan mengkhianati amanah

by Ingot Simangunsong
1 Agustus 2026 | 13:49 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) lahir dengan satu mandat besar: menjadi benteng terakhir melawan korupsi....

Read more
Kolom

Pergantian Nanik S. Deyang: Murni alasan kesehatan atau momentum pembenahan Badan Gizi Nasional?

by Ingot Simangunsong
23 Juli 2026 | 06:17 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong PERGANTIAN kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi perhatian publik. Presiden Prabowo Subianto...

Read more

Berita Terbaru

News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

1 September 2026 | 22:42 WIB
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

1 September 2026 | 11:40 WIB
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

1 September 2026 | 10:22 WIB
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

1 September 2026 | 05:15 WIB
News

Update Berastagi malam ini

31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
News

Gunung Sinabung erupsi, status naik Siaga: Abu 3.500 meter, warga diminta tak panik

31 Agustus 2026 | 19:18 WIB
SEREMONI

Tangkas Kroni Silitonga gelar reses, serap aspirasi warga Nagori Lestari Indah

31 Agustus 2026 | 16:02 WIB
News

‎Bupati Tapanuli Utara temui Kepala BBWSS II, usulkan pemulihan irigasi dan tanggul

31 Agustus 2026 | 13:13 WIB
News

Bayu Wicaksono alias Ncek pulang dari Myanmar, buronan dua tahun berakhir di Bareskrim

31 Agustus 2026 | 11:16 WIB
SEREMONI

Wali Kota ajak DMI makmurkan masjid dan masyarakat Siantar

31 Agustus 2026 | 08:48 WIB
News

“RUU Perampasan Aset: senjata baru Negara mengejar harta kejahatan, tapi siapa yang mengawasi?”

30 Agustus 2026 | 13:38 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus