Segaris.co
Kamis, 24 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Tak Berkategori

Ketika Rakyat mengencangkan ikat pinggang, mengapa korupsi justru semakin beringas?

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
22 Juni 2026 | 06:46 WIB
in Tak Berkategori, Kolom

Catatan  | Ingot Simangunsong

Ingot Simangunsong 

DI tengah kehidupan masyarakat yang semakin berat, pertanyaan ini kerap muncul dalam percakapan sehari-hari: mengapa ketika rakyat kecil harus berjuang memenuhi kebutuhan pokok, justru kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik terus bermunculan dengan nilai yang fantastis?

Harga kebutuhan hidup naik, lapangan kerja tidak selalu tersedia, dan daya beli masyarakat banyak yang menurun. Di sisi lain, publik disuguhi berita demi berita tentang penyalahgunaan jabatan, penggelapan anggaran, suap, hingga praktik korupsi yang nilainya mencapai miliaran bahkan triliunan rupiah.

Fenomena ini tentu menimbulkan luka sosial yang mendalam. Bukan semata karena besarnya kerugian negara, tetapi karena korupsi dilakukan oleh mereka yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat.

Ketika rakyat diminta bersabar menghadapi kesulitan ekonomi, sebagian pejabat justru tertangkap memperkaya diri melalui kekuasaan yang dipercayakan kepadanya.

Lalu mengapa hal itu bisa terjadi?

Pertama, keserakahan sering kali mengalahkan rasa cukup. Jabatan yang semestinya digunakan untuk melayani berubah menjadi alat untuk mengumpulkan keuntungan pribadi.

Semakin besar kekuasaan yang dimiliki, semakin besar pula godaan untuk menyalahgunakannya jika tidak diimbangi integritas.

Kedua, lemahnya rasa takut terhadap hukum dan hilangnya rasa malu. Dalam beberapa kasus, korupsi tidak lagi dipandang sebagai perbuatan yang mencoreng kehormatan, melainkan dianggap sebagai risiko yang dapat diperhitungkan.

Ketika sanksi sosial melemah, pengawasan longgar, dan penegakan hukum tidak memberikan efek jera yang kuat, maka peluang korupsi semakin terbuka.

Ketika manusia mengambil hak yang bukan miliknya

Ketiga, budaya materialisme yang menempatkan kekayaan sebagai ukuran utama keberhasilan.

Ketika penghormatan lebih banyak diberikan kepada mereka yang kaya daripada mereka yang jujur, maka sebagian orang tergoda mencari jalan pintas untuk memperoleh kemewahan.

Padahal, setiap rupiah yang dikorupsi sesungguhnya adalah hak masyarakat yang dirampas.

Dana yang seharusnya digunakan untuk pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, atau bantuan sosial, justru masuk ke kantong pribadi segelintir orang.

Karena itu, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum.

Diperlukan pendidikan karakter, keteladanan pemimpin, pengawasan publik yang kuat, serta keberanian masyarakat untuk menolak segala bentuk penyimpangan.

Pada akhirnya, pertanyaan terbesar bukanlah mengapa korupsi masih terjadi. Pertanyaan yang lebih penting adalah: sampai kapan bangsa ini membiarkan keserakahan mengalahkan amanah?

Rakyat mungkin dapat bertahan menghadapi kesulitan ekonomi. Namun yang jauh lebih menyakitkan adalah ketika mereka menyadari bahwa penderitaan tersebut diperparah oleh ulah mereka yang diberi kepercayaan untuk mengelola kepentingan publik.

Di saat rakyat mengencangkan ikat pinggang, para pemegang amanah seharusnya menunjukkan empati, integritas, dan keteladanan.

Sebab jabatan bukanlah kesempatan untuk memperkaya diri, melainkan tanggung jawab untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama.

Penulis, Ingot Simangunsong, adalah Pimpinan Redaksi mediaonline Segaris.co dan Penanggungjawab mediaonline kerohanian Shalom.click

Tags: BeringasKorupsiRakyatsegarisSegaris.coTamak
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131105
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 09:57 WIB
0

Catatan | INGOT SIMANGUNSONG  PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan negeri yang harus gratis kembali membuka perbincangan besar tentang masa...

Read more
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 16:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  ADA sebuah kalimat yang kembali terasa relevan ketika kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan...

Read more
Oplus_131072
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

by Ingot Simangunsong
14 September 2026 | 20:53 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong  PERJALANAN panjang kepengurusan baru Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya memasuki titik penting. Dewan Pimpinan...

Read more
Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

by Ingot Simangunsong
13 September 2026 | 22:16 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong PENDIDIKAN tinggi dan jabatan mentereng ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan. Fenomena ini terlihat ketika...

Read more
Kolom

Bukan yang pertama, Jika MA setuju apa yang membuat pemakzulan Bupati Gowa bersejarah?

by Ingot Simangunsong
14 Agustus 2026 | 12:07 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong NAMA Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, kini berada dalam pusaran proses politik dan hukum...

Read more
Kolom

Adab yang (Sengaja) Dilupakan

by Ingot Simangunsong
9 Agustus 2026 | 23:15 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong ENTAH disengaja, memang disengaja, atau pura-pura disengaja, kenyataannya memang demikian: adab semakin sering dilupakan....

Read more

Berita Terbaru

News

Di reses Dasa Sinaga, Warga bongkar persoalan Parapat: Air bersih, jalan rusak, terminal hingga lesunya wisata

24 September 2026 | 07:03 WIB
News

Satu pekan aspirasi belum ada kepastian, PDI-P Sumut minta BGN segera tindaklanjuti kasus dugaan keracunan MBG di Karo

23 September 2026 | 00:43 WIB
News

Reses Dasa Sinaga di Panombeian Panei, Warga keluhkan pupuk dan irigasi

22 September 2026 | 20:21 WIB
News

Warga soroti kerusakan jalan di Silou Kahean, dorong kolaborasi Pemkab Simalungun dan Pemprov Sumut

22 September 2026 | 13:59 WIB
News

Dugaan keracunan MBG di Galang, PDIP Sumut dorong evaluasi total

21 September 2026 | 19:20 WIB
News

Tumpahan oli di Jalan Asahan Simalungun, arus lalulintas sempat macet

21 September 2026 | 15:11 WIB
SEREMONI

Tiara Kusuma dilantik di 15 kecamatan, dorong kemajuan dunia kecantikan di Tapanuli Utara

21 September 2026 | 11:12 WIB
News

Bupati Tapanuli Utara tekankan perubahan mental ASN dan pelayanan publik

21 September 2026 | 10:47 WIB
News

2,2 juta bibit Kopi Arabika ditanam serentak, Pemkab Taput targetkan perluasan hingga 19.252 hektare

21 September 2026 | 10:36 WIB
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

21 September 2026 | 09:57 WIB
News

Roy Yantho Simangunsong terpilih aklamasi pimpin IKADIN Pematangsiantar 2026-2029

19 September 2026 | 17:56 WIB
News

Teken komitmen antikorupsi bersama KPK, Sutrisno: Jangan berhenti jadi seremonial

18 September 2026 | 21:18 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus