Segaris.co
Senin, 21 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Terulang lagi, KOTAK KOSONG menang

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
29 November 2024 | 08:07 WIB
in Kolom

oleh | INGOT SIMANGUNSONG

PANGKALPINANG kembali mencatat sejarah unik dalam demokrasi Indonesia.

Pada Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Pangkalpinang 2024 yang berlangsung Rabu (27/11/2024), kolom kosong kembali memenangkan hati masyarakat. Berdasarkan hasil sementara yang diumumkan pada Rabu malam, kolom kosong meraih 61 persen suara sah, meninggalkan pasangan calon tunggal yang hanya memperoleh 39 persen suara.

Ketua Relawan Kotak Kosong Pangkalpinang, Eka Mulya Putra, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil ini. “Berdasarkan data yang masuk ke tabulasi kami, kolom kosong meraup 61 persen suara sah.

Ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat Pangkalpinang menginginkan pemimpin yang benar-benar mewakili aspirasi mereka,” ujar Eka.

Hasil ini menegaskan bahwa masyarakat Pangkalpinang tidak sekadar mengikuti arus, tetapi mempertimbangkan dengan cermat pilihan mereka.

Pilkada kali ini mencerminkan dinamika politik yang semakin kritis, di mana kolom kosong menjadi simbol dari ketidakpuasan terhadap pasangan calon tunggal yang dianggap belum mampu memberikan solusi nyata bagi kemajuan kota.

 

Pesan di balik pilihan Kolom Kosong

Kemenangan kolom kosong bukan sekadar penolakan terhadap pasangan calon tunggal, melainkan juga sebuah pesan kuat dari masyarakat kepada pemerintah dan partai politik.

Mereka menuntut proses demokrasi yang lebih terbuka, transparan, dan kompetitif, di mana lebih banyak kandidat berkualitas dapat maju untuk memimpin kota ini.

Langkah selanjutnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangkalpinang akan mengatur ulang jadwal Pilwako sesuai peraturan yang berlaku.

Kota Pangkalpinang kini memasuki babak baru yang menantang, mengingat keputusan ini memerlukan pengaturan ulang pemerintahan sementara hingga Pilwako ulang dilaksanakan.

Kemenangan kolom kosong di Pangkalpinang 2024 menjadi pengingat bahwa suara rakyat adalah kekuatan terbesar dalam demokrasi, yang harus terus dihormati dan dijaga.

Masyarakat berharap momentum ini menjadi titik balik untuk menciptakan pemerintahan yang lebih baik dan merangkul aspirasi semua warga.

Sejarah Kotak Kosong dalam Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia

Latar belakang kehadiran Kotak Kosong

Kotak kosong merupakan fenomena demokrasi unik di Indonesia yang muncul sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Dalam undang-undang ini diatur bahwa Pilkada tetap dapat dilaksanakan meskipun hanya ada satu pasangan calon yang maju.

Untuk menjaga prinsip demokrasi, KPU menyediakan kolom kosong di surat suara sebagai alternatif bagi pemilih yang tidak ingin mendukung pasangan calon tunggal.

Filosofi dan fungsi Kotak Kosong

Kotak kosong bukan hanya simbol dari “tidak memilih”, tetapi juga mewakili bentuk kritik terhadap pasangan calon tunggal.

Kehadirannya memungkinkan masyarakat tetap menggunakan hak pilih dengan cara menyatakan penolakan terhadap kandidat yang dianggap tidak memenuhi harapan.

Fenomena Kotak Kosong di Pilkada

Sejak kehadirannya, kotak kosong beberapa kali memenangkan Pilkada. Berikut beberapa contoh kasus kemenangan kotak kosong:

Makassar (2018): Kolom kosong mengalahkan pasangan calon tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi dengan raihan suara sebesar 53 persen.

Bone Bolango (2020): Kotak kosong unggul atas pasangan calon tunggal Hamim Pou-Merlan Uloli dengan meraih 52,64 persen suara.

Tulang Bawang Barat (2020): Kolom kosong mengalahkan pasangan Umar Ahmad-Fauzi Hasan dengan 56,9 persen suara.

Penyebab munculnya pasangan calon tunggal

Kehadiran pasangan calon tunggal sering disebabkan oleh dominasi politik tertentu dalam sebuah daerah, baik melalui penguasaan partai politik atau karena lemahnya regenerasi calon pemimpin.

Akibatnya, masyarakat yang tidak setuju dengan calon tunggal memilih untuk mendukung kotak kosong sebagai bentuk protes.

Implikasi hukum dan langkah selanjutnya

Ketika kotak kosong menang, Pilkada ulang harus dilakukan, dan penjabat sementara (Pj) kepala daerah akan ditunjuk hingga proses pemilihan ulang selesai.

Hal ini sering menjadi tantangan karena membutuhkan anggaran tambahan dan waktu untuk mengulang proses pemilihan.

Simbol demokrasi yang hidup

Fenomena kotak kosong menegaskan bahwa demokrasi Indonesia tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan ketidaksetujuan mereka dalam kerangka konstitusional.

Hal ini sekaligus menjadi pengingat bagi partai politik untuk lebih serius dalam menawarkan calon-calon pemimpin yang kompeten dan mampu memenuhi aspirasi rakyat.

Kehadiran kotak kosong adalah cermin dari dinamika demokrasi Indonesia yang terus berkembang.

Meski dianggap kontroversial, fenomena ini menjadi bukti bahwa suara rakyat tetap menjadi penentu akhir dalam proses politik.

 

Penulis, INGOT SIMANGUNSONG, pimpinan redaksi Segaris.co

Tags: DemokrasiKotak KosongPangkalpinangPesta DemokrasisegarisSegaris.coSejarah
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131105
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 09:57 WIB
0

Catatan | INGOT SIMANGUNSONG  PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan negeri yang harus gratis kembali membuka perbincangan besar tentang masa...

Read more
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 16:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  ADA sebuah kalimat yang kembali terasa relevan ketika kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan...

Read more
Oplus_131072
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

by Ingot Simangunsong
14 September 2026 | 20:53 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong  PERJALANAN panjang kepengurusan baru Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya memasuki titik penting. Dewan Pimpinan...

Read more
Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

by Ingot Simangunsong
13 September 2026 | 22:16 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong PENDIDIKAN tinggi dan jabatan mentereng ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan. Fenomena ini terlihat ketika...

Read more
Kolom

Bukan yang pertama, Jika MA setuju apa yang membuat pemakzulan Bupati Gowa bersejarah?

by Ingot Simangunsong
14 Agustus 2026 | 12:07 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong NAMA Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, kini berada dalam pusaran proses politik dan hukum...

Read more
Kolom

Adab yang (Sengaja) Dilupakan

by Ingot Simangunsong
9 Agustus 2026 | 23:15 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong ENTAH disengaja, memang disengaja, atau pura-pura disengaja, kenyataannya memang demikian: adab semakin sering dilupakan....

Read more

Berita Terbaru

News

Dugaan keracunan MBG di Galang, PDIP Sumut dorong evaluasi total

21 September 2026 | 19:20 WIB
News

Tumpahan oli di Jalan Asahan Simalungun, arus lalulintas sempat macet

21 September 2026 | 15:11 WIB
SEREMONI

Tiara Kusuma dilantik di 15 kecamatan, dorong kemajuan dunia kecantikan di Tapanuli Utara

21 September 2026 | 11:12 WIB
News

Bupati Tapanuli Utara tekankan perubahan mental ASN dan pelayanan publik

21 September 2026 | 10:47 WIB
News

2,2 juta bibit Kopi Arabika ditanam serentak, Pemkab Taput targetkan perluasan hingga 19.252 hektare

21 September 2026 | 10:36 WIB
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

21 September 2026 | 09:57 WIB
News

Roy Yantho Simangunsong terpilih aklamasi pimpin IKADIN Pematangsiantar 2026-2029

19 September 2026 | 17:56 WIB
News

Teken komitmen antikorupsi bersama KPK, Sutrisno: Jangan berhenti jadi seremonial

18 September 2026 | 21:18 WIB
Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

18 September 2026 | 17:18 WIB
News

AKBP Dhana Noer Kurniawan pimpin Polres Pematangsiantar

18 September 2026 | 16:53 WIB
News

Bantah pungutan SPP, MAN 2 Tanjungpura justru disorot soal iuran Rp75 ribu per siswa

18 September 2026 | 14:45 WIB
News

Wali Kota Pematangsiantar apresiasi pengabdian AKBP Sah Udur, sambut Kapolres baru

18 September 2026 | 13:43 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus