Segaris.co
Sabtu, 17 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Politik akomodasi… keunggulan dan kelemahannya

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
14 April 2025 | 15:36 WIB
in Kolom

 

catatan | ingot simangunsong

PRABAWO SUBIANTO — Presiden Republik Indonesia yang juga Ketua Umum DPP Partai Gerindra — menjalani roda pemerintahannya 5 tahun ke depan, dengan konsep POLITIK AKOMODASI.

Konsep ini dipopulerkan paska bertemunya Prabowo Subianto dengan Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (07/04/2025).

Bagaimana sejarah konsep ini bertumbuh. Siapa konseptornya? Ini paparannya disampaikan Segaris.co.

POLITIK AKOMODASI pertama kali berkembang dalam konteks sejarah politik di negara-negara yang memiliki masyarakat majemuk atau multikultural, terutama setelah Perang Dunia II.

Namun, secara konsep, akar dari politik akomodasi bisa ditelusuri lebih jauh ke dalam teori-teori pluralisme dan konsosiasionalisme.

Berikut penjelasan ringkasnya:

1. Kapan dan di mana pertama kali berkembang

Politik akomodasi secara teoritis berkembang pada pertengahan abad ke-20, dan salah satu negara yang menjadi contoh awal penerapannya adalah Belanda, kemudian diikuti oleh Swiss, Austria, dan Lebanon.

Konsep ini semakin dikenal melalui teori “demokrasi konsosiasional” (consociational democracy) yang dikembangkan oleh ilmuwan politik Arend Lijphart pada tahun 1969.

2. Apa itu politik akomodasi?

Politik akomodasi adalah strategi politik yang digunakan untuk mengelola keberagaman (etnis, agama, budaya, bahasa, dll.) dalam satu negara dengan cara memberi ruang kepada berbagai kelompok untuk berpartisipasi dalam kekuasaan, mencegah dominasi satu kelompok atas yang lain.

3. Ciri utama politik akomodasi:

Pemerintahan koalisi besar lintas kelompok

Otonomi kelompok dalam hal tertentu

Proporsionalitas dalam representasi politik dan birokrasi

Veto bagi kelompok minoritas dalam keputusan penting

4. Contoh negara:

Belanda: Melalui sistem pilarisasi (pillarization) yang membagi masyarakat ke dalam kelompok berdasarkan agama dan ideologi.

Swiss: Dengan membagi kekuasaan antar kelompok berbahasa Jerman, Prancis, Italia, dan Romansh.

Lebanon: Melalui sistem pembagian jabatan politik berdasarkan agama (misalnya presiden harus Maronit, perdana menteri Sunni, ketua parlemen Syiah).

**************

POLITIK AKOMODASI adalah strategi dalam dunia politik untuk meredakan konflik atau perbedaan dengan cara mengakomodasi kepentingan berbagai pihak atau kelompok.

Berikut kelebihan dan kekurangannya:

Kelebihan politik akomodasi:

Mencegah Konflik Sosial dan Politik:

Politik akomodasi dapat meredakan ketegangan antar kelompok yang berbeda pandangan, suku, agama, atau ideologi.

Meningkatkan Stabilitas Nasional:

Dengan mengakomodasi semua pihak, pemerintahan bisa menciptakan suasana politik yang lebih tenang dan stabil.

Menjamin Representasi Kelompok Minoritas:

Politik akomodasi membuka ruang partisipasi bagi kelompok-kelompok yang sebelumnya terpinggirkan dalam proses pengambilan kebijakan.

Mendorong Konsensus dan Kerjasama:

Akomodasi membuka dialog dan kompromi sehingga keputusan politik lebih inklusif.

Menunjukkan Sikap Toleran dan Demokratis:

Negara atau pemerintahan tampak lebih terbuka terhadap keragaman aspirasi masyarakat.

Kekurangan politik akomodasi:

Rawan Transaksi Politik atau Politik Balas Budi:

Akomodasi bisa berubah menjadi pembagian kekuasaan yang berdasarkan kepentingan, bukan kompetensi.

Bisa Mengaburkan Akuntabilitas:

Dalam upaya merangkul semua pihak, pemerintah bisa kehilangan ketegasan dan arah kebijakan yang jelas.

Menghambat Reformasi:

Kompromi yang terlalu jauh bisa menghambat perubahan struktural yang diperlukan.

Menumbuhkan Politik Identitas yang Eksploitatif:

Kelompok tertentu bisa menggunakan politik akomodasi untuk terus menekan atau menuntut tanpa komitmen terhadap kepentingan bersama.

Ketidakefisienan dalam Pengambilan Keputusan:

Proses kompromi yang panjang bisa memperlambat pengambilan keputusan penting.

Penulis, pimpinan redaksi Segaris.co

Tags: AkomodasiPolitikPrabowo SubiantosegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

by Ingot Simangunsong
12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  PERNAH dengar kata pemakzulan saat berita politik lagi panas-panasnya? Biasanya istilah ini muncul ketika ada desakan...

Read more
Kolom

Jika Gibran dimakzulkan, Apa yang terjadi pada pemerintahan dan peta politik Indonesia?

by Ingot Simangunsong
25 September 2026 | 09:01 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong WACANA pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik seiring bergulirnya perkara hukum yang...

Read more
Oplus_131105
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 09:57 WIB
0

Catatan | INGOT SIMANGUNSONG  PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan negeri yang harus gratis kembali membuka perbincangan besar tentang masa...

Read more
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 16:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  ADA sebuah kalimat yang kembali terasa relevan ketika kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan...

Read more
Oplus_131072
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

by Ingot Simangunsong
14 September 2026 | 20:53 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong  PERJALANAN panjang kepengurusan baru Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya memasuki titik penting. Dewan Pimpinan...

Read more
Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

by Ingot Simangunsong
13 September 2026 | 22:16 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong PENDIDIKAN tinggi dan jabatan mentereng ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan. Fenomena ini terlihat ketika...

Read more

Berita Terbaru

News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
News

Organda Medan: “Angkutan umum gratis bagi pelajar lebih efisien dari bus listrik”

11 Oktober 2026 | 18:33 WIB
News

Daud Simanjuntak: Aula baru SMP RK Bintang Timur dukung pendidikan dan pembentukan karakter siswa

11 Oktober 2026 | 18:11 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus