Segaris.co
Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Fenomena pejabat tinggi negara berdebat di Media Sosial: Antara transparansi dan krisis Etika Publik

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
7 Oktober 2025 | 13:28 WIB
in Kolom

Oleh | Ingot Simangunsong

DALAM beberapa tahun terakhir, ruang publik Indonesia semakin bising oleh perdebatan para pejabat tinggi negara di media sosial.

Platform seperti X (Twitter), Instagram, hingga TikTok kini bukan hanya menjadi ajang komunikasi publik, tetapi juga arena adu argumentasi, saling sindir, bahkan saling membuka aib antarpejabat.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah ini bentuk keterbukaan informasi, atau justru tanda kemunduran etika kepemimpinan?

Media Sosial dan Transformasi Komunikasi Politik

Tak bisa dipungkiri, media sosial telah mengubah cara pejabat berinteraksi dengan rakyat.

Dengan satu unggahan, seorang menteri bisa menjangkau jutaan warga tanpa perlu perantara media massa.

Transparansi meningkat, publik dapat langsung menilai sikap, ide, dan kebijakan seorang pejabat.

Namun, perubahan cepat ini juga melahirkan sisi gelap: ketika ego politik dan kepentingan pribadi lebih menonjol daripada tanggung jawab institusional.

Banyak pejabat tampak lebih sibuk mempertahankan citra pribadi daripada menyampaikan kinerja lembaga.

Media sosial pun bergeser dari alat komunikasi publik menjadi panggung pertunjukan ego, tempat “adu gengsi” dan “saling bongkar borok” di hadapan rakyat.

Krisis Keteladanan dan Dampak bagi Publik

Ketika pejabat publik saling menyerang di ruang digital, dampaknya lebih besar dari sekadar sensasi sesaat.

Pertama, masyarakat kehilangan figur teladan. Rakyat yang semestinya mendapat contoh sikap dewasa justru disuguhi tontonan konflik personal yang tidak produktif.

Kedua, wibawa institusi negara ikut tercoreng. Perdebatan terbuka antara pejabat satu kementerian dengan kementerian lain menimbulkan kesan bahwa koordinasi pemerintahan rapuh dan ego sektoral lebih dominan daripada semangat kolektif.

Fenomena ini juga berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah secara keseluruhan.

Di era keterbukaan informasi, kredibilitas tak hanya dibangun dari prestasi, tetapi juga dari perilaku komunikasi yang mencerminkan integritas dan kedewasaan.

Seharusnya: Etika Komunikasi dan Tata Kelola Digital bagi Pejabat

Seorang pejabat negara bukanlah influencer yang bebas berpendapat tanpa konsekuensi.

Setiap kata, unggahan, atau komentar membawa bobot institusional. Karena itu, perlu adanya etika komunikasi publik digital yang lebih tegas — bukan untuk membungkam, tetapi untuk menjaga marwah jabatan.

Idealnya, perbedaan pandangan antarlembaga diselesaikan di ruang koordinasi resmi, bukan di lini masa media sosial.

Jika pun perlu menyampaikan klarifikasi atau tanggapan kepada publik, seharusnya dilakukan dengan bahasa yang beradab, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi.

Selain itu, pemerintah dapat mendorong pelatihan literasi digital dan komunikasi publik bagi pejabat.

Tujuannya agar mereka memahami bahwa setiap unggahan memiliki dampak sosial dan politik yang luas.

Media sosial semestinya menjadi sarana memperkuat kepercayaan publik, bukan ajang pamer konflik antarpejabat. Keterbukaan bukan berarti kebablasan.

Pejabat publik di era digital perlu menyeimbangkan transparansi dengan etika, serta profesionalisme dengan tanggung jawab moral.

Sebab, di mata rakyat, pemimpin yang bijak bukan yang paling keras berbicara — tetapi yang paling tenang dalam menyelesaikan persoalan.

 

Penulis, Ingot Simangunsong, Pimpinan Redaksi Mediaonline Segaris.co

 

Tags: DebatEtikaMedia SosialPubliksegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

Bukan yang pertama, Jika MA setuju apa yang membuat pemakzulan Bupati Gowa bersejarah?

by Ingot Simangunsong
14 Agustus 2026 | 12:07 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong NAMA Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, kini berada dalam pusaran proses politik dan hukum...

Read more
Kolom

Adab yang (Sengaja) Dilupakan

by Ingot Simangunsong
9 Agustus 2026 | 23:15 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong ENTAH disengaja, memang disengaja, atau pura-pura disengaja, kenyataannya memang demikian: adab semakin sering dilupakan....

Read more
Kolom

Kematian Winda Lorenza Gowasa: Polisi Sebut Bunuh Diri, Keluarga Curiga, Komisi III DPR Turun Tangan

by Ingot Simangunsong
9 Agustus 2026 | 07:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong KEMATIAN Winda Lorenza Gowasa (WL), mantan istri seorang anggota Polri di Medan, kini menjadi...

Read more
Kolom

Dari startup kebanggaan Indonesia menuju Skandal Internasional: Runtuhnya Imperium eFishery dan pelajaran bagi dunia investasi

by Ingot Simangunsong
1 Agustus 2026 | 19:08 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong TIDAK banyak yang menyangka bahwa eFishery, startup yang pernah dielu-elukan sebagai kebanggaan Indonesia di...

Read more
Kolom

Saat penjaga integritas tergoda: Membaca deretan kasus oknum KPK yang memeras dan mengkhianati amanah

by Ingot Simangunsong
1 Agustus 2026 | 13:49 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) lahir dengan satu mandat besar: menjadi benteng terakhir melawan korupsi....

Read more
Kolom

Pergantian Nanik S. Deyang: Murni alasan kesehatan atau momentum pembenahan Badan Gizi Nasional?

by Ingot Simangunsong
23 Juli 2026 | 06:17 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong PERGANTIAN kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi perhatian publik. Presiden Prabowo Subianto...

Read more

Berita Terbaru

News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

1 September 2026 | 22:42 WIB
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

1 September 2026 | 11:40 WIB
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

1 September 2026 | 10:22 WIB
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

1 September 2026 | 05:15 WIB
News

Update Berastagi malam ini

31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
News

Gunung Sinabung erupsi, status naik Siaga: Abu 3.500 meter, warga diminta tak panik

31 Agustus 2026 | 19:18 WIB
SEREMONI

Tangkas Kroni Silitonga gelar reses, serap aspirasi warga Nagori Lestari Indah

31 Agustus 2026 | 16:02 WIB
News

‎Bupati Tapanuli Utara temui Kepala BBWSS II, usulkan pemulihan irigasi dan tanggul

31 Agustus 2026 | 13:13 WIB
News

Bayu Wicaksono alias Ncek pulang dari Myanmar, buronan dua tahun berakhir di Bareskrim

31 Agustus 2026 | 11:16 WIB
SEREMONI

Wali Kota ajak DMI makmurkan masjid dan masyarakat Siantar

31 Agustus 2026 | 08:48 WIB
News

“RUU Perampasan Aset: senjata baru Negara mengejar harta kejahatan, tapi siapa yang mengawasi?”

30 Agustus 2026 | 13:38 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus