Segaris.co
Minggu, 18 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Di balik dana BOS, Kepala Sekolah dalam pusaran korupsi

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
4 Oktober 2025 | 10:19 WIB
in Kolom

Oleh | Ingot Simangunsong

SETIAP awal tahun ajaran, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) selalu menjadi harapan. Triliunan rupiah yang digelontorkan pemerintah digadang-gadang mampu meringankan beban pendidikan, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

BOS seharusnya memastikan buku pelajaran tersedia, ruang belajar terawat, dan guru honorer tidak lagi digaji sekadarnya.

Namun, di banyak sekolah, harapan itu justru tergerus oleh praktik penyalahgunaan. Kepala sekolah, yang dipercaya sebagai nahkoda anggaran, kerap berubah menjadi aktor utama dalam kasus korupsi.

Jejak Kasus yang Mengkhawatirkan

Nama RA, Kepala SMA Negeri 16 Medan, kini jadi sorotan. Ia ditahan karena diduga menyelewengkan dana BOS senilai Rp826 juta dari total lebih dari Rp3 miliar yang diterima sekolah pada 2022–2023.

Kasus serupa menjerat RN, mantan Kepala SMA Negeri 19 Medan, dengan kerugian negara Rp772 juta.

Lebih mencengangkan lagi, di Ponorogo, Kepala SMK PGRI 2 ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan BOS hingga Rp25 miliar. Angka fantastis yang membuat publik terperangah: bagaimana dana sebesar itu bisa lolos dari pengawasan?

Di daerah lain, modus penyimpangan tak kalah beragam. Ada yang melakukan mark-up pengadaan, ada pula yang membuat laporan fiktif.

Bahkan di Kepahiang, Bengkulu, seorang kepala sekolah diduga menyuap jurnalis agar berita dugaan penyimpangan dana BOS tidak dipublikasikan.

Beban Ganda yang Menjerat

Mengapa pola ini terus berulang? Jawabannya ada pada desain regulasi. Kepala sekolah ditempatkan sebagai pengelola sekaligus pengguna anggaran karena dianggap paling memahami kebutuhan sekolah.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan beban ganda ini sering berakhir masalah. Tidak semua kepala sekolah memiliki kemampuan manajemen keuangan.

Banyak yang terbiasa mengajar di kelas, bukan mengutak-atik laporan keuangan yang berlapis aturan.

Seorang guru senior di Medan, yang enggan disebut namanya, mengatakan: “Kepala sekolah itu mestinya fokus membina guru dan murid. Tapi sekarang, waktunya lebih banyak tersedot ke administrasi dan urusan dana. Akhirnya ada yang lelah, ada yang tergoda.”

Lemahnya Pengawasan

Di atas kertas, pengawasan dana BOS sudah diatur berlapis: ada laporan keuangan, ada komite sekolah, bahkan ada audit dari inspektorat. Tetapi praktiknya sering longgar.

Transparansi minim, partisipasi publik nyaris tidak ada, dan laporan penggunaan dana hanya menumpuk di berkas yang jarang ditinjau.

Kasus di Batubara, Sumatra Utara, misalnya, menunjukkan bagaimana lemahnya pengawasan.

Dua kepala sekolah dituntut 18 bulan penjara akibat penyalahgunaan BOS.

Fakta bahwa kasus baru terbongkar setelah berlangsung lama menandakan sistem kontrol belum berjalan efektif.

Mencari Model Baru

Pertanyaan pun mencuat: masih relevankah kepala sekolah menjadi pelaksana anggaran BOS?

Beberapa kalangan mulai menggulirkan gagasan pembentukan unit keuangan profesional di setiap sekolah. Seperti bendahara negara dalam skala kecil, unit ini bertugas mengelola teknis pencairan, pelaporan, hingga audit internal. Kepala sekolah cukup terlibat dalam perencanaan dan pengawasan.

Selain itu, penguatan kapasitas juga mutlak diperlukan. Pelatihan, sertifikasi, hingga evaluasi berkala terkait tata kelola keuangan harus menjadi prasyarat bagi kepala sekolah.

Transparansi publik—melalui papan pengumuman sekolah atau situs web resmi—juga disebut sebagai kunci.

Jalan Panjang Reformasi

Meski begitu, perubahan tidak bisa dilakukan seketika. Reformasi pengelolaan BOS menuntut sinergi: pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, hingga masyarakat harus terlibat.

Tanpa itu, setiap tahun akan ada nama baru kepala sekolah yang terjerat kasus serupa.

Pada akhirnya, esensi BOS harus dikembalikan ke tujuan awal: memastikan setiap anak Indonesia, dari kota hingga pelosok desa, mendapat pendidikan yang layak tanpa bayang-bayang korupsi.

 

Penulis: Ingot Simangunsong, Pimpinan Redaksi Mediaonline Segaris.co

Tags: BOSDanaGuruKorupsisegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

by Ingot Simangunsong
12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  PERNAH dengar kata pemakzulan saat berita politik lagi panas-panasnya? Biasanya istilah ini muncul ketika ada desakan...

Read more
Kolom

Jika Gibran dimakzulkan, Apa yang terjadi pada pemerintahan dan peta politik Indonesia?

by Ingot Simangunsong
25 September 2026 | 09:01 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong WACANA pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik seiring bergulirnya perkara hukum yang...

Read more
Oplus_131105
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 09:57 WIB
0

Catatan | INGOT SIMANGUNSONG  PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan negeri yang harus gratis kembali membuka perbincangan besar tentang masa...

Read more
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 16:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  ADA sebuah kalimat yang kembali terasa relevan ketika kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan...

Read more
Oplus_131072
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

by Ingot Simangunsong
14 September 2026 | 20:53 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong  PERJALANAN panjang kepengurusan baru Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya memasuki titik penting. Dewan Pimpinan...

Read more
Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

by Ingot Simangunsong
13 September 2026 | 22:16 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong PENDIDIKAN tinggi dan jabatan mentereng ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan. Fenomena ini terlihat ketika...

Read more

Berita Terbaru

News

Tiga warga apresiasi Daud Simanjuntak, keluhan infrastruktur cepat ditindaklanjuti

18 Oktober 2026 | 08:46 WIB
News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus