Catatan | Martua Situmorang

WAKIL Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan berhasil membuka mata dan pikiran guru guru di Tapanuli Utara agar maksimal memanfaatkan teknologi digital AI untuk mengetahui lebih luas tentang pendidikan agar bisa menjadi guru yang profesional dan adaptif.
Deni yang sarat pengetahuan dibidang teknologi sebagai lulusan S1 dari ITB, S2 dari Jepang dan S3 dari London Inggris menjadi narasumber tunggal dalam Seminar Sehari dengan tema ” Anggota PGRI Sebagai Guru Profesional yang Adaptif Terhadap Kemajuan Zaman ” yang dirangkaikan panitia sebelum pelantikan Pengurus PGRI Tapanuli Utara di Gedung Sopo Partungkoan Tarutung Selasa, 27 Oktober 2026.
Deni menjelaskan, “guru yang profesional dannadaptif adalah guru yang mampu menyesuaikan strategi,metode dan media pembelajaran dengan perkembangan zaman,kebutuhan serta karakteristik peserta didik dengan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang relevan, bermakna, dan berorientasi pada masa depan.”
Guru yang profesional bisa dilihat dari sikap guru yang terbuka terhadap perubahan. Memahami bahwa setiap peserta didik memiliki karakter dan potensi yang berbeda dan inovatif dalam pembelajaran.
Guru di era modern harus terus meningkatkan kapasitas diri, terbuka terhadap perubahan, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Pemanfaatan sarana digital, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan metode pembelajaran modern, diharapkan mampu menjadi penunjang efektif dalam proses belajar-mengajar guna menjawab kebutuhan peserta didik dari generasi masa kini.
”Di era transformasi digital saat ini, para guru dituntut untuk tidak berhenti belajar dan terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Pemanfaatan perangkat digital dan kecerdasan buatan harus dikuasai sebagai sarana penunjang untuk menciptakan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan bagi siswa,” ujar Wakil Bupati.
Namun Deni menggarisbawahi, sehebat apa pun perkembangan teknologi, esensi utama seorang pendidik tidak akan pernah bisa tergantikan oleh mesin.
Guru tetap memegang peran sentral dan strategis dalam membangun karakter, memberikan keteladanan moral, serta membimbing peserta didik secara holistik.
Semasa beliau menjadi dosen di Yayasan Del Laguboti, mereka sudah mengakat isu tentang AI (Artificial Intelelegence) tahun 2024, dan setahun setelah itu negara Singapore baru membicarakan AI, yang disebut kecerdasan buatan.
Artinya, dari desa Sitolu Ama Laguboti, bisa mendahului negara negara maju tentang teknologi termasuk AI,kecerdasan buatan.
Hal ini diceritakan Deni,agar guru dari pedalaman pun bisa mengangkat hal yang luar biasa.
Kini,dunia telah memanfaatkan AI menjadi sumber informasi tentang apa saja.
Informasi telah tersedia dan bisa diakses hitungan detik, harus dimanfaatkan guru untuk meningkatkan pengetahuan tentang strategi pembelajaran untuk diterapkan.
Wakil Bupati yang sarat pengetahuan teknologi sangat menguntungkan bagi dunia pendidikan di Tapanuli Utara.
Menurut pengamat penulis, Deni adalah seorang pejabat yang humanis dan komunikatif apalagi terhadap kaum pendidik bisa menjadi sumber solusi jika guru mengalami kesulitan.
“Suhu Ni Ampang Na Opat”
Deni ternyata menghargai kearifan lokal terutama di bidang adat yang tidak lepas dari masyarakat Batak termasuk guru.
Beliau mengizinkan guru meninggalkan sekolah ( ijin ) untuk mengikuti perhelatan acara adat dengan batasan jika guru termasuk dalam “Suhu ni ampang na opat” artinya guru yang bersangkutan termasuk “hasuhuton”.
Di luar itu, guru tidak diperkenankan mengikuti acara adat sebelum proses pembelajaran di sekolah selesai.
Dengan adanya batasan itu,guru tidak ragu lagi mengikuti acara adat,jika mereka termasuk, “Haduhuton”, di luar itu mereka bisa menghadiri pesta adat setelah pulang sekolah.
Penulis juga mengikuti gerakan yang dilakukan pihak Kadis Pendidikan Freddy Advent Panjaitan, Sekdis Joinher Ambarita dan Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Omsar Lumbantobing, tengah sibuk mempersiapkan kebijakan yang terukur.
Sebelum mereka menetapkan kebijakan dibidang pendidikan, Freddy Panjaitan, mengatakan harus mengacu terhadap visi misi Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara, peraturan, undang-undang yang berlaku, dan terutama Permendikdasmen, katanya kepada penulis saat menghadiri acara pelantikan pengurus PGRI Taput di Sopo Partungkoan.
Harapan masyarakat kepada Bupati JTP Hutabarat, Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan, bisa mengandalkan kedekatannya dengan Gubsu Boby Nasution, SMA Negeri 3 Tarutung yang sudah lama diidam-idamkan masyarakat bisa diwujudkan menjadi SMA Plus dan tahun depan kita doakan penerimaan murid baru sudah sistem seleksi dan bukan lagi sistem zonasi. Semoga!
Tarutung 29 Oktober 2026
Penulis: Kepala Perwakilan Media Online Segaris.co Tapanuli Utara/Ketua Yayasan Parade Guru/Pemerhati Pendidikan






