
PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO – USKUP Keuskupan Sibolga, Mgr Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi atas perhatian dan dukungannya terhadap umat Katolik, khususnya dalam berbagai kegiatan keagamaan di Kota Pematangsiantar.
Apresiasi tersebut disampaikan Uskup Fransiskus saat menghadiri pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) III Tahun 2026 di Hall Catholic Center–Pusat Pembinaan Umat (CC-PPU), Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Jumat (23/10/2026).
“Mauliate godang (terima kasih banyak), Amang. Saya melihat sudah beberapa kali kegiatan di sini, Bapak Wali Kota tetap hadir. Tetap mendukung dan mengikuti kegiatan Katolik. Semoga Bapak tetap semangat dan sehat selalu,” ujar Uskup Fransiskus.
Sebelumnya, Wesly Silalahi menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar untuk terus mendukung kegiatan keagamaan dan kebudayaan yang memperkuat iman, persaudaraan, serta kerukunan masyarakat.
Atas nama Pemko dan seluruh masyarakat Pematangsiantar, Wesly menyampaikan selamat datang kepada Uskup Fransiskus, para pejabat, tokoh agama, seluruh kontingen Pesparani dari kabupaten/kota se-Sumut, peserta, pendamping, dewan juri, serta tamu undangan lainnya.
“Kami merasa bangga dan bersukacita karena Kota Pematangsiantar dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pesparani Sumatera Utara III Tahun 2026. Semoga selama berada di kota yang kita cintai ini, Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian merasa nyaman, diterima dengan hangat, serta dapat menikmati keramahan masyarakat Pematangsiantar,” kata Wesly.
Pesparani perkuat toleransi dan persaudaraan
Wesly mengatakan, tema Pesparani Sumut III Tahun 2026, “Berjalan Bersama dalam Harmoni, Mewartakan Kasih dalam Satu Irama”, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk hidup harmonis, menghargai perbedaan, dan menebarkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Kota Pematangsiantar yang menjunjung tinggi toleransi, kerukunan, dan kebersamaan di tengah keberagaman suku, agama, serta budaya.
“Kita percaya kerukunan bukan hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Kepada seluruh peserta, Wesly berpesan agar mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan penampilan terbaik.
Ia berharap Pesparani tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga kesempatan mempererat persahabatan, membangun kebersamaan, dan saling belajar antarkontingen.
Wesly juga berharap penyelenggaraan Pesparani Sumut III menjadi bagian dari persiapan kontingen Sumatera Utara menghadapi Pesparani Nasional IV Tahun 2027 di Provinsi Sulawesi Utara.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan Pesparani Katolik Tingkat Provinsi Sumatera Utara III Tahun 2026 berjalan sukses. Kiranya melalui kegiatan ini, kasih Tuhan semakin nyata dalam kehidupan kita dan persaudaraan di antara seluruh masyarakat Sumatera Utara semakin erat,” tuturnya.
Diikuti 15 kontingen dari kabupaten/kota
Ketua Umum Panitia Pesparani Sumut III Tahun 2026, Jarudin Silvanus Simarmata dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti 15 kontingen dari kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Dengan demikian, terdapat 11 kabupaten/kota yang tidak berpartisipasi dalam perhelatan tersebut.
Pesparani Katolik Tingkat Provinsi Sumut III Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Oktober 2026. Jumlah peserta dan ofisial tercatat sebanyak 484 orang, yang menempati empat rumah retret selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kota Pematangsiantar, Daud Simanjuntak, menegaskan bahwa Pesparani bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan kesempatan untuk menghayati iman melalui seni, musik, dan pujian kepada Tuhan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kebersamaan, meningkatkan kualitas pelayanan gereja, serta menumbuhkan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Sumatera Utara.
“Mari kita terus membangun kebersamaan, saling menghargai, dan mewartakan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Semangat ini hendaknya tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi terus diwujudkan dalam keluarga, gereja, dan masyarakat,” ajak Daud, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Pematangsiantar.
Kemenag dorong kehidupan beragama yang moderat
Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Drs H Syafrizal Bancin, MM, berharap Pesparani dapat melahirkan pribadi-pribadi yang semakin matang dalam iman, luas dalam persaudaraan, dan nyata dalam pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengatakan, Kementerian Agama terus mendorong kehidupan beragama yang rukun dan moderat serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Dalam semangat pelayanan tersebut, kegiatan Pesparani memiliki arti yang cukup penting,” tandasnya.
Gubernur Sumut apresiasi Pematangsiantar sebagai tuan rumah
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang diwakili Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Agustinus Panjaitan, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pesparani Katolik Sumut III Tahun 2026 di Kota Pematangsiantar.
Bobby berharap Pesparani tidak hanya menjadi ajang perlombaan paduan suara, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, dan memperkuat kerukunan di tengah umat Katolik.
“Jadikan Pesparani sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi, saling menguatkan, dan semakin menjalin kekompakan bagi seluruh kontingen yang bertanding,” demikian pesan Bobby.
Bobby juga menyampaikan salam kepada seluruh peserta yang mengikuti berbagai cabang perlombaan.
Ia berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat persatuan dan meningkatkan kekompakan antarkontingen.
Melalui Pesparani, diharapkan terbangun hubungan persaudaraan yang semakin erat serta semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Sumatera Utara.
Sebelum meninggalkan lokasi kegiatan, Wali Kota menyempatkan diri berfoto bersama kontingen Kota Pematangsiantar.
Pesparani Sumut III Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan komitmen bersama dalam merawat toleransi serta kerukunan di Sumatera Utara. [Ingot Simangunsong/***]






