Segaris.co
Jumat, 2 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News

Hasto ajak Tokoh Agama dan masyarakat Samosir rawat Indonesia sebagai Rumah Bersama

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
16 Agustus 2026 | 19:40 WIB
in News
Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto disambut kader dan undangan

SAMOSIR, SEGARIS.CO — SEKRETARIS Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Samosir untuk terus merawat Indonesia sebagai rumah bersama dengan membumikan nilai-nilai agama, Pancasila, kemanusiaan, dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Hasto dalam Silaturahmi Kebangsaan bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Samosir di Hotel Grand Dainang, Kabupaten Samosir, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Hasto bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat dan rombongan ke Kabupaten Samosir.

Sebelum menghadiri silaturahmi kebangsaan, Hasto bersama rombongan menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat dari berbagai unsur di Samosir.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon dalam sambutannya mengatakan, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat Samosir dalam satu semangat kebangsaan.

Menurut Rapidin, kehadiran tokoh dari berbagai latar belakang agama dan kelompok masyarakat menunjukkan keberagaman yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Samosir.

“Di sini berkumpul yang disebut dengan kebangsaan. Dari berbagai unsur masyarakat, ada yang HKBP, ada yang Katolik, ada sahabat, ada masyarakat petani, semua lengkap. Inilah undangan kita yang mewakili elemen masyarakat di tingkat Kabupaten Samosir,” ujar Rapidin.

Sebagai tuan rumah, Rapidin juga menyampaikan terima kasih kepada Hasto Kristiyanto, Djarot Saiful Hidayat, dan seluruh rombongan yang telah hadir di Samosir serta berkenan bertemu langsung dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Ia menilai silaturahmi seperti ini penting untuk memperkuat komunikasi antar-elemen masyarakat sekaligus merawat kebersamaan di tengah keberagaman.

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon dan tokoh agama

Agama harus membumi

Dalam pertemuan tersebut, Hasto mengajak para tokoh agama dan masyarakat untuk melihat kehidupan beragama bukan hanya sebagai persoalan ritual, tetapi juga sebagai sumber nilai yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Menurut Hasto, spiritualitas seharusnya melahirkan kepedulian terhadap sesama, karya yang bermanfaat, serta keberanian untuk memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.

“Doa itu penting sebagai spiritualitas bagi kita, tapi doa harus membumi, doa harus menjadi amal kemanusiaan, doa harus menciptakan karya,” ujar Hasto.

Hasto kemudian membagikan pengalaman spiritual yang dijalaninya selama berada di dalam penjara. Ia bercerita tentang pengalamannya membaca berbagai kisah para nabi dan kitab suci, sekaligus melakukan refleksi terhadap ajaran dari berbagai tradisi agama.

Pengalaman tersebut, kata Hasto, justru mempertemukannya dengan banyak tokoh agama dan membuka ruang dialog yang memperlihatkan adanya nilai-nilai universal yang dapat menjadi jembatan antarkeyakinan.

Menurutnya, setiap agama memiliki ajaran tentang kemanusiaan, pengampunan, perjuangan menghadapi ujian, serta keberpihakan kepada kebenaran.

Karena itu, perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi sumber pertentangan, melainkan dapat menjadi kekuatan moral apabila setiap pihak bersedia berdialog dan mencari titik temu dalam kehidupan bersama.

Pancasila sebagai titik temu

Hasto juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam mengelola keberagaman.

Peradaban Nusantara tumbuh melalui perjumpaan berbagai kebudayaan dan keyakinan.

Proses tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa hingga lahirnya Pancasila sebagai titik temu yang menaungi seluruh warga negara.

Dalam konteks tersebut, Hasto menegaskan bahwa Indonesia sejak awal dibangun bukan untuk kepentingan satu kelompok tertentu, melainkan untuk seluruh rakyat dengan memberikan ruang kepada setiap warga untuk hidup, beragama, dan menjalankan keyakinannya dalam suasana saling menghormati.

“Indonesia ini dibangun untuk semua, bukan untuk satu kelompok tertentu,” tegas Hasto.

Hasto menilai prinsip Indonesia sebagai rumah bersama harus terus dijaga melalui dialog dan keteladanan.

Menurutnya, perjuangan membela kebebasan beragama bukanlah perjuangan untuk satu agama tertentu, tetapi bagian dari kewajiban bersama untuk memastikan setiap warga negara memperoleh hak yang dijamin konstitusi.

Ia juga mengajak para tokoh agama untuk terus mengambil peran dalam menghadirkan pesan-pesan moral agama di tengah persoalan konkret masyarakat.

Nilai agama dan kebangsaan, menurut Hasto, akan semakin bermakna apabila mampu mendorong masyarakat untuk peduli terhadap kemiskinan, ketimpangan, lingkungan, serta berbagai bentuk ketidakadilan.

Membayangkan Samosir 100 tahun mendatang

Dari tema kebangsaan tersebut, Hasto kemudian mengajak masyarakat Samosir melihat persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan mereka, yakni masa depan Danau Toba.

Menurut Hasto, Danau Toba merupakan mahakarya alam yang menjadi anugerah besar sekaligus tanggung jawab bersama.

Karena itu, kawasan tersebut harus dipandang dengan visi yang jauh melampaui kepentingan pembangunan jangka pendek.

Hasto mengajak para pemimpin daerah dan masyarakat membayangkan seperti apa kondisi Samosir 100 tahun mendatang.

Visi tersebut, menurutnya, harus diterjemahkan melalui tata ruang yang mampu menjaga kawasan pertanian, hutan, sungai, permukiman, pariwisata, dan ruang publik agar dapat berkembang secara seimbang.

“Ke depan mari kita beri imajinasi 100 tahun ke depan Samosir ini bagaimana. Ini harus ada tata ruang. Mana tempat-tempat pertanian yang harus kita lindungi, tempat untuk wisata yang harus kita jaga kelestariannya, sungai-sungai sebagai jalan peradaban, hutan-hutan yang hijau sebagai sumber oksigen kehidupan, semua sekitar jaga,” katanya.

Hasto menilai menjaga Danau Toba bukan semata-mata persoalan lingkungan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab antargenerasi.

Pengelolaan sampah, ancaman pendangkalan, tata ruang, hingga sistem transportasi, kata dia, harus mendapat perhatian serius agar Danau Toba tetap menjadi sumber kehidupan sekaligus destinasi wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan pariwisata Danau Toba harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Masyarakat Samosir perlu diperkuat dengan keterampilan, termasuk kemampuan bahasa asing serta pengetahuan mengenai potensi budaya dan alam daerah.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penonton dari perkembangan pariwisata, tetapi menjadi pelaku utama yang memperoleh manfaat ekonomi.

Memuliakan kemanusiaan

Menutup Silaturahmi Kebangsaan tersebut, Hasto mengajak seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat Samosir untuk terus memberikan energi positif bagi bangsa dan negara.

Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan politik, agama, suku, maupun latar belakang tidak dijadikan alasan untuk saling menjauh.

“Dari Samosir ini mari kita gelorakan semangat untuk memuliakan kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari, memperjuangkan keadilan dan juga kebenaran dengan berpihak kepada yang miskin, yang terpinggirkan, dan yang diperlakukan tidak adil,” pungkas Hasto.

[Rel/Ingot Simangunsong/***]

Tags: Hasto KristiyantoKebangsaanPDI-PerjuanganRapidin SimbolonRumahRumah KebangsaanSegaris.coSumut
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
News

“TOK! Suyudi Ario Seto gantikan Listyo Sigit, Apa gebrakan 100 hari pertamanya?”

by Ingot Simangunsong
1 Oktober 2026 | 14:41 WIB
0

JAKARTA, SEGARIS.CO — PERGANTIAN pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia memasuki babak baru. Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mendapat persetujuan...

Read more
News

Surpres pergantian Kapolri masuk DPR, Komisi III uji Suyudi Ario Seto

by Ingot Simangunsong
1 Oktober 2026 | 10:08 WIB
0

JAKARTA – SEGARIS.CO – ISU pergantian Kapolri yang sebelumnya sempat dibantah kini memasuki tahap resmi di DPR RI. Ketua Komisi...

Read more
News

“Gibran diminta hadir di MK, gugatan syarat pendidikan masuk babak pembuktian”

by Ingot Simangunsong
1 Oktober 2026 | 09:47 WIB
0

JAKARTA – SEGARIS.CO – PERKARA Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024 yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran...

Read more
News

Herry Chandra ditunjuk jadi Ketua DKK Sumatera DPP APIKI Periode 2026-2031

by Ingot Simangunsong
30 September 2026 | 13:13 WIB
0

  PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO —  DEWAN Pimpinan Pusat Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia (DPP APIKI) menetapkan Herry Chandra, ST sebagai...

Read more
News

PT KINRA salurkan CSR untuk renovasi Polsek Bosar Maligas dan penerangan jalan

by Ingot Simangunsong
30 September 2026 | 12:57 WIB
0

  SIMALUNGUN, SEGARIS.CO — PT Kawasan Industri Nusantara (PT KINRA) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah...

Read more
News

527 Alsintan disalurkan ke Kelompok Tani se-Tapanuli Utara

by Ingot Simangunsong
28 September 2026 | 16:58 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO — Bupati Tapanuli Utara, Jonius TP Hutabarat, menyalurkan 527 unit Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada kelompok...

Read more

Berita Terbaru

News

“TOK! Suyudi Ario Seto gantikan Listyo Sigit, Apa gebrakan 100 hari pertamanya?”

1 Oktober 2026 | 14:41 WIB
News

Surpres pergantian Kapolri masuk DPR, Komisi III uji Suyudi Ario Seto

1 Oktober 2026 | 10:08 WIB
News

“Gibran diminta hadir di MK, gugatan syarat pendidikan masuk babak pembuktian”

1 Oktober 2026 | 09:47 WIB
News

Herry Chandra ditunjuk jadi Ketua DKK Sumatera DPP APIKI Periode 2026-2031

30 September 2026 | 13:13 WIB
News

PT KINRA salurkan CSR untuk renovasi Polsek Bosar Maligas dan penerangan jalan

30 September 2026 | 12:57 WIB
News

527 Alsintan disalurkan ke Kelompok Tani se-Tapanuli Utara

28 September 2026 | 16:58 WIB
News

MK buka jalan pembuktian, apa yang akan diuji dalam perkara syarat pendidikan Gibran?

28 September 2026 | 15:47 WIB
News

Sempat damai, Rumah Doa GKPI Rajeg ternyata masih belum bisa dipakai

28 September 2026 | 10:14 WIB
News

Wabup Taput pimpin monev Disparbudpora, dorong optimalisasi potensi pariwisata

28 September 2026 | 09:46 WIB
Buah Pikir

“Bupati sehari”

28 September 2026 | 07:19 WIB
SEREMONI

Turnamen Domino Piala Panglima TNI 2026 digelar di Pematangsiantar, diikuti 106 pasangan

27 September 2026 | 17:17 WIB
News

Banjir Tapteng meluas, Jembatan Rambing putus total — warga mengungsi

27 September 2026 | 06:14 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus