Segaris.co
Jumat, 25 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News

Buronan Interpol Leny Agustya Ditangkap di Bandara Soetta, Diduga Terlibat TPPO ke Kamboja

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
8 Agustus 2026 | 02:28 WIB
in News

TANGERANG, SEGARIS.CO — PELARIAN Leny Agustya, buronan internasional yang masuk dalam daftar Interpol Red Notice, berakhir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Leny ditangkap tim gabungan setelah tiba dari Kamboja di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu malam, 29 Juli 2026.

Penangkapan tersebut melibatkan Divisi Hubungan Internasional Polri, Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Imigrasi dan Aviation Security (Avsec).

Leny diduga terlibat dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus pemberangkatan pekerja migran Indonesia secara ilegal ke Kamboja.

Berawal dari Penggagalan Keberangkatan Dua WNI

Kasus tersebut bermula ketika polisi menggagalkan keberangkatan dua calon pekerja migran Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 17 Januari 2026.

Kedua WNI tersebut diduga akan diberangkatkan ke Kamboja untuk bekerja sebagai operator judi online.

Dari hasil penyelidikan, polisi kemudian mengarah kepada Leny Agustya yang disebut berperan sebagai koordinator utama perekrutan.

Polisi menduga perekrutan dilakukan melalui sejumlah grup WhatsApp, di antaranya “Holiyay” dan “Liburaaannn”, kemudian menggunakan akun “Jastip by Alana”.

Modusnya Dibungkus Seolah-olah Liburan

Salah satu bagian menarik dari kasus ini adalah dugaan modus yang digunakan untuk melewati pemeriksaan di bandara.

Menurut keterangan polisi yang diberitakan RRI, para calon korban diarahkan untuk memberikan keterangan kepada petugas seolah-olah mereka hanya akan berlibur ke Malaysia selama empat hari.

Leny diduga mengatur berbagai kebutuhan perjalanan, termasuk tiket pesawat dan pemesanan hotel.

Polisi juga menyebut terdapat tiket penerbangan lanjutan dari Kuala Lumpur menuju Phnom Penh yang diduga sengaja disembunyikan dari petugas.

Dengan demikian, perjalanan yang tampak seperti wisata ke Malaysia diduga sebenarnya merupakan bagian dari skema pemberangkatan menuju Kamboja.

Masuk Red Notice Interpol

Leny kemudian masuk dalam daftar Interpol Red Notice sebagai buronan yang dicari terkait perkara tersebut.

Data yang merujuk pada pemberitahuan Interpol mencatat nama LENY AGUSTYA, warga negara Indonesia, dengan tanggal lahir 8 Agustus 2000 dan nomor pemberitahuan 2026/40056.

Red Notice sendiri bukan berarti seseorang telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

Status tersebut merupakan permintaan kepada aparat penegak hukum di negara-negara anggota Interpol untuk menemukan dan melakukan tindakan sesuai hukum nasional terhadap orang yang dicari.

Pelarian Berakhir Saat Pulang dari Kamboja

Setelah beberapa bulan menjadi buronan, keberadaan Leny akhirnya terdeteksi ketika ia kembali dari Kamboja.

Informasi awal mengenai kedatangannya diperoleh dari pihak Imigrasi. Tim gabungan kemudian mengamankannya sesaat setelah ia tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Untung Widyatmoko mengatakan penangkapan tersebut merupakan hasil kerja sama lintas instansi.

Sementara itu, Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana menyatakan perkara tersebut masih dalam tahap pendalaman.

Polisi menduga masih ada pihak lain yang terlibat dalam jaringan internasional tersebut.

Polisi Telusuri Jaringan di Baliknya

Penangkapan Leny bukan akhir dari perkara.

Polisi masih berupaya mengungkap siapa saja yang terlibat dalam jaringan perekrutan dan pemberangkatan pekerja migran ilegal tersebut.

Kasus ini juga menunjukkan bagaimana modus perekrutan pekerja migran dapat dikemas dengan narasi perjalanan wisata sehingga calon korban maupun petugas dapat dibuat percaya.

Karena itu, masyarakat yang mendapatkan tawaran pekerjaan di luar negeri dengan proses keberangkatan yang tidak jelas perlu meningkatkan kewaspadaan. [Red/***]

Tags: BandaraKambojaLenny AgustyaPerdagangan ManusiaRed NoticeSegaris.coSoekarno HattaSoetta
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
News

Di reses Dasa Sinaga, Warga bongkar persoalan Parapat: Air bersih, jalan rusak, terminal hingga lesunya wisata

by Ingot Simangunsong
24 September 2026 | 07:03 WIB
0

SIMALUNGUN, SEGARIS.CO -- DI wilayah pemerintahan Kecamatan Girsang Sipangan Bolon -- yang dipimpin Viktor Sijabat -- ada 3 kelurahan (yakni...

Read more
News

Satu pekan aspirasi belum ada kepastian, PDI-P Sumut minta BGN segera tindaklanjuti kasus dugaan keracunan MBG di Karo

by Ingot Simangunsong
23 September 2026 | 00:43 WIB
0

MEDAN, SEGARIS.CO — DEWAN Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan SUMATERA Utara meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera memberikan kepastian tindak...

Read more
Oplus_131072
News

Reses Dasa Sinaga di Panombeian Panei, Warga keluhkan pupuk dan irigasi

by Ingot Simangunsong
22 September 2026 | 20:21 WIB
0

SIMALUNGUN, SEGARIS.CO — ANGGOTA DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai Golkar, Dasa M Sinaga, SE, menggelar kegiatan Reses I...

Read more
News

Warga soroti kerusakan jalan di Silou Kahean, dorong kolaborasi Pemkab Simalungun dan Pemprov Sumut

by Ingot Simangunsong
22 September 2026 | 13:59 WIB
0

SIMALUNGUN, SEGARIS.CO – KONDISI sejumlah ruas jalan utama di Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, kembali menjadi perhatian masyarakat. Kerusakan jalan...

Read more
News

Dugaan keracunan MBG di Galang, PDIP Sumut dorong evaluasi total

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 19:20 WIB
0

MEDAN – SEGARIS.CO – DUGAAN gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa sekolah dasar setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di...

Read more
News

Tumpahan oli di Jalan Asahan Simalungun, arus lalulintas sempat macet

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 15:11 WIB
0

SIMALUNGUN – SEGARIS.CO – INSIDEN tumpahan minyak atau oli kembali terjadi di Kilometer 3,5 Jalan Asahan, Kabupaten Simalungun, Senin (21/9/2026)...

Read more

Berita Terbaru

Kolom

Jika Gibran dimakzulkan, Apa yang terjadi pada pemerintahan dan peta politik Indonesia?

25 September 2026 | 09:01 WIB
News

Di reses Dasa Sinaga, Warga bongkar persoalan Parapat: Air bersih, jalan rusak, terminal hingga lesunya wisata

24 September 2026 | 07:03 WIB
News

Satu pekan aspirasi belum ada kepastian, PDI-P Sumut minta BGN segera tindaklanjuti kasus dugaan keracunan MBG di Karo

23 September 2026 | 00:43 WIB
News

Reses Dasa Sinaga di Panombeian Panei, Warga keluhkan pupuk dan irigasi

22 September 2026 | 20:21 WIB
News

Warga soroti kerusakan jalan di Silou Kahean, dorong kolaborasi Pemkab Simalungun dan Pemprov Sumut

22 September 2026 | 13:59 WIB
News

Dugaan keracunan MBG di Galang, PDIP Sumut dorong evaluasi total

21 September 2026 | 19:20 WIB
News

Tumpahan oli di Jalan Asahan Simalungun, arus lalulintas sempat macet

21 September 2026 | 15:11 WIB
SEREMONI

Tiara Kusuma dilantik di 15 kecamatan, dorong kemajuan dunia kecantikan di Tapanuli Utara

21 September 2026 | 11:12 WIB
News

Bupati Tapanuli Utara tekankan perubahan mental ASN dan pelayanan publik

21 September 2026 | 10:47 WIB
News

2,2 juta bibit Kopi Arabika ditanam serentak, Pemkab Taput targetkan perluasan hingga 19.252 hektare

21 September 2026 | 10:36 WIB
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

21 September 2026 | 09:57 WIB
News

Roy Yantho Simangunsong terpilih aklamasi pimpin IKADIN Pematangsiantar 2026-2029

19 September 2026 | 17:56 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus