SAMOSIR, SEGARIS.CO — SEKRETARIS Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kantor partai, katanya, tidak boleh menjadi bangunan eksklusif yang berjarak dari rakyat, melainkan harus menjadi rumah rakyat untuk menyampaikan aspirasi, mencari solusi atas persoalan, serta membangun gagasan dan kepemimpinan.
Pesan tersebut disampaikan Hasto saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (15/8/2026).
Hasto hadir bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat dan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon.
Turut hadir jajaran pengurus DPD dan DPC, kader, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi serta kabupaten/kota se-Sumatera Utara, dan tokoh masyarakat.
Menurut Hasto, pembangunan kantor partai harus dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan PDI Perjuangan dengan rakyat.
Kantor partai bukan hanya tempat menjalankan aktivitas organisasi, tetapi juga harus menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, kantor DPC nantinya memiliki berbagai fungsi internal, seperti konsolidasi organisasi, kaderisasi, rekrutmen politik, hingga pendidikan kepemimpinan.
Namun, seluruh fungsi tersebut harus bermuara pada kepentingan rakyat serta memperkuat kemampuan partai dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Ketika kita membangun kantor DPC PDI Perjuangan bukan sekadar rumah rakyat, bukan sekadar suatu rumah untuk konsolidasi menggodok aspek-aspek strategis agar rekrutmen politik, kaderisasi, pendidikan kepemimpinan, kemudian bagaimana kita membuat aspirasi rakyat menjadi keputusan-keputusan publik itu dijalankan di kantor partai ini,” ujar Hasto.
Jangan sampai berjarak dengan Rakyat
Hasto juga menekankan pentingnya keberpihakan kepada masyarakat kecil.
Menurutnya, pembangunan kantor partai jangan sampai justru membuat PDI Perjuangan tampil elitis dan semakin jauh dari rakyat yang menjadi sumber kekuatan politiknya.
“Kantor partai harus memancar suatu semangat keberpihakan kepada rakyat miskin, kepada rakyat yang diperbodohkan oleh sistem, oleh kekuasaan. Sehingga sering terjadi ketidakadilan. Jangan sampai kita membangun kantor partai, tapi berjarak dengan rakyat. Justru dengan kantor partai inilah kita semakin menyatu dengan kekuatan rakyat,” tegas Hasto.
Karena itu, Hasto berharap masyarakat Samosir nantinya dapat merasakan keberadaan kantor DPC sebagai ruang bersama.
Masyarakat yang menghadapi persoalan atau merasa diperlakukan tidak adil harus memiliki tempat untuk datang, menyampaikan persoalan, serta mendapatkan pendampingan dan perjuangan melalui jalur demokrasi.
Hasto juga mengingatkan bahwa keberpihakan kepada rakyat harus menjadi bagian dari karakter politik PDI Perjuangan.
Menurutnya, Pancasila mengajarkan keberpihakan terhadap kemanusiaan serta pembebasan rakyat dari berbagai bentuk penindasan dan ketidakadilan.
Dalam kehidupan demokrasi, lanjut Hasto, partai juga harus mampu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat.
Perbedaan pandangan tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman, tetapi dikelola melalui dialog dan pertukaran gagasan untuk menemukan solusi terbaik.
Ruang konsolidasi dan pendidikan kepemimpinan
Hasto mengatakan PDI Perjuangan harus terus membangun tradisi politik yang membuka ruang bagi perbedaan pendapat, dialog, dan pertukaran gagasan.
Dengan demikian, kantor partai tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya kader, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kepemimpinan dan gagasan yang berangkat dari persoalan nyata masyarakat.
“Dalam peletakan batu pertama ini kami mengingatkan pentingnya kantor partai agar nantinya ketika ini berjalan menjadi rumah rakyat. Rakyat yang diperlakukan tidak adil bisa datang ke sini. Ini juga harus menjadi suatu ruang untuk membangun kepemimpinan intelektual,” tutur Hasto.
Peletakan batu pertama tersebut sekaligus menandai dimulainya pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir yang diharapkan menjadi pusat aktivitas partai sekaligus rumah bersama bagi masyarakat.
Hasto menegaskan, ukuran keberhasilan pembangunan kantor partai bukan semata-mata dilihat dari kemegahan bangunannya, tetapi dari sejauh mana keberadaannya mampu mendekatkan partai dengan rakyat.
“Kantor itu harus hidup bersama masyarakat, mendengar persoalan mereka, memperjuangkan kepentingan mereka, serta melahirkan kader dan pemimpin yang memahami kebutuhan rakyat,” tegasnya.
Di tengah kawasan Danau Toba yang memiliki jejak peradaban panjang, pembangunan kantor partai tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa politik tidak boleh terlepas dari sejarah dan kehidupan rakyat.
Kesadaran terhadap masa lalu harus menjadi pijakan untuk menghadapi hari ini, sementara keberpihakan kepada rakyat menjadi dasar untuk menyiapkan masa depan Samosir yang lebih baik.
Rapidin: Dibangun dengan semangat gotong royong
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Utara Rapidin Simbolon menjelaskan, pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir akan melibatkan seluruh kader partai dengan semangat gotong royong.
Menurut Rapidin, pembangunan kantor partai dengan konsep serupa juga akan dilakukan di Langkat, Nias, serta sejumlah kabupaten/kota lainnya di Sumatera Utara.
Hal tersebut, kata Rapidin, merupakan bagian dari upaya menjalankan pesan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bahwa kantor partai harus menjadi pusat konsolidasi sekaligus rumah rakyat, tempat menggumuli dan memperjuangkan berbagai persoalan masyarakat.
Rapidin menegaskan, seluruh kantor permanen PDI Perjuangan harus semakin meneguhkan komitmen partai untuk “menangis dan tertawa bersama rakyat”.
“Kantor partai tidak boleh menjadikan partai eksklusif dan berjarak dengan rakyat,” ujar Rapidin.
Ia menambahkan, kantor-kantor partai yang telah, sedang, maupun akan dibangun di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara ditujukan untuk memperkuat perjuangan bersama rakyat.
“Rakyat menjadi alasan dan tujuan berdirinya kantor-kantor partai, demi terwujudnya kesejahteraan rakyat,” pungkas Rapidin.
Rombongan DPP kembali ke Jakarta
Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Utara Sutrisno Pangaribuan menjelaskan, dalam kunjungan tersebut Hasto Kristiyanto turut didampingi Djarot Saiful Hidayat, Johannes Oberlin Lumban Tobing dari BBHR Pusat, Guntur Romli, Anwar Saragih, Aryo Seno Bagaskoro, Monang Sinaga, Markus Junianto Sihaloho, dan Kusnadi.
Rombongan DPP PDI Perjuangan tiba di Sumatera Utara pada Sabtu (15/8/2026) dan kembali ke Jakarta pada Minggu (16/8/2026) untuk mempersiapkan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sekolah Partai PDI Perjuangan, kawasan Lenteng Agung. [Rel/Ingot Simangunsong/***]








