Catatan | Martua Situmorang
KABUPATEN Toba dan Kabupaten Humbang Hasundutan adalah hasil pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Utara (disebut kabupaten induk).
Kabupaten Toba telah memiliki 2 SMA Plus yakni SMAN2 Yayasan Soposurung dan SMA Plus DEL Laguboti. Kabupaten Humbang Hasundutan juga sudah memiliki SMAN2 Plus Lintongnihuta.
Ketiga SMA Plus ini telah banyak mengantar lulusannya ke perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan ada beberapa siswa yang berhasil memasuki perguruan tinggi di Amerika Serikat.
SMAN3 Tarutung, semasa dibawah naungan Kabupaten Tapanuli Utara, murid baru diseleksi tetapi tidak diasramakan, namun lulusannya masuk ke perguruan tinggi negeri terbaik, tidak kalah dengan SMA Plus.
Kabupaten Tapanuli Utara sebagai kabupaten induk, sebenarnya SMAN3 Tarutung sudah ada SK dari Gubsu menjadi SMAN3 Plus tahun 2018, tetapi hingga saat ini SMA yang prestasinya tidak kalah dengan SMA plus lainnya tidak terwujud.
Kita mengetahui, sebelum Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menjabat bupati, ia sebelumnya anggota DPRD Provsu dan pernah di komisi pendidikan. Selain itu, kita juga melihat lobi-lobi politiknya ke Gubsu Bobby Nasution sangat baik, keduanya terlihat akrab.
Untuk mewujudkan SMAN3 menjadi plus, menurut penulis bisa mulus. Harapan masyarakat Tapanuli Utara, SMAN3 Tarutung sudah menjadi plus tahun 2027.
Sehingga Tapanuli Utara selaku kabupaten induk tidak tertinggal dengan kabupaten hasil pemekaran yang melejit di sektor pendidikan.
SMAN3 Tarutung belum bisa melaksanakan SK Gubsu itu, karena tidak terbentuknya yayasan sebagai payung hukum dan asrama juga belum terbangun.
Selamat datang Kadis Pendidikan Tapanuli Utara yang baru
Ada 3 nama yang lulus seleksi akhir untuk menduduki jabatan Kadis Pendidikan Tapanuli Utara yakni Freddy Advent Panjaitan, S.Sos, MM, Rafles Sergius Gultom, M.Si dan Roy Marganda Lumbantobing, SE, M.AP. (sesuai nomor urut pengumuman).
Satu diantara mereka akan diangkat Bupati Tapanuli Utara untuk menduduki jabatan Kepala Dinas Pendidikan.
Penulis telah menelusuri jejak rekam ketiganya, sebelum mengikuti seleksi terbuka JPT Pratama di Pemkab Tapanuli Utara.
Freddy Advent Panjaitan, meski tidak berlatar keguruan, ternyata dia sudah sangat lama berkarier di sektor pendidikan, sebelum pindah ke Pemkab Tapanuli Utara, sejak tahun 2013-2023 pernah menjadi kepala seksi di Dinas Pendidikan dan Olahraga Toba dan terakhir menjabat di kelembagaan dan ketenagaan di Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Toba.
Rafles Sergius Gultom, M.Si, lulusan UNIMED tetapi tidak mencantumkan gelar S1. Sejak tahun 2006-2022 menjadi guru, tahun 2022-2023 di Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Toba, 2023-2026 Plt PMD Kabupaten Toba.
Kedua pejabat pindahan dari Toba ini, tenyata lama mengabdi di sektor pendidikan.
Sementara Roy Marganda Lumbantobing, SE, M.AP, tidak pernah meniti karier di sektor pendidikan. Dia ASN di Bappeda Kantor Bupati Tapanuli Utara.
Penulis tidak mendahului, Bupati akan memilih Freddy atau Rafles menduduki jabatan Kadis Pendidikan Tapanuli Utara, dan Roy sangat tipis kemungkinan akan menduduki jabatan itu.
Sebab Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat sudah berkomitmen, untuk mengisi jabatan itu dengan menerapkan sistem meritokrasi, yakni berdasarkan prestasi, kemampuan, kompetensi dan integritas.
Aspirasi masyarakat Tapanuli Utara yang dihimpun penulisan, Kadis Pendidikan Tapanuli Utara yang akan dilantik, hendaknya lebih cepat melakukan percakapan kepada Kadis Pendidikan Sumatera Utara, agar tahun ajaran baru ini, SMAN3 Tarutung kembali menerima murid baru dengan sistem seleksi dan bukan sistem zonasi.
Kalau tidak bisa tahun ini, semoga bisa diwujudkan di tahun ajaran tahun 2027.
Penulis yakin hal itu bisa terwujud, karena Bupati kita sudah berpengalaman di provinsi sebagai anggota DPRD dan sangat dekat dengan Gubsu Bobby Nasution.
Demikian juga Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan mantan dosen di Yayasan DEL Laguboti, karena di sana ada SMA Plus.
Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Utara akan memimpin puluhan ribu murid dan ribuan guru yang tersebar mulai pelosok desa, kecamatan dan ibukota, diharapkan mampu mendiagnosa dan mencari solusi untuk menyelesaikan jika ada masalah.
Wakil Bupati dalam sambutannya saat melantik 47 kepala sekolah menyatakan, kepala sekolah harus mampu menjadi motor penggerak untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Kiranya, Kadis nanti bisa menterjemahkan harapan Wakil Bupati untuk memberdayakan kepala sekolah dengan memberikan semangat tinggi, sehingga mereka lebih serius menggerakkan guru-guru untuk meningkatkan mutu pendidikan.
SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2 MEI TAHUN 2026.
Tarutung, 02 Mei 2026
Penulis: Pemerhati pendidikan dan Kepala Perwakilan Mediaonline Segaris.co Kabupaten Tapanuli Utara






