TAPANULI UTARA — SEGARIS.CO – WAKIL BUPATI Tapanuli Utara (Wabup Taput), Deni Parlindungan Lumbantoruan mengatakan, kepala sekolah adalah motor penggerak utama dalam peningkatan mutu pendidikan.Hal itu ditegaskan saat melantik 47 Kepala TK SD dan SMP di aula Martua, Kantor Bupati Tapanuli Utara, Kamis (30/4/2026).
Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan bahwa pelantikan ini bukanlah sekadar proses seremonial atau penempatan figur pada jabatan tertentu, melainkan sebuah langkah strategis untuk kepentingan organisasi pendidikan di Tapanuli Utara.
”Kepala sekolah adalah motor penggerak utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Jika sebuah sekolah tidak menunjukkan kemajuan, maka dapat dipastikan ada kendala pada fungsi penggerak atau kepemimpinannya. Kepala sekolah harus menjadi teladan, penyemangat, dan sumber inspirasi bagi para guru,” tegas Wakil Bupati.
Di era digital ini, dia juga mendorong para kepala sekolah untuk terus memperbarui pengetahuan (upgrade self). Ia menyarankan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai referensi dalam memecahkan masalah manajerial di sekolah.
”Kurangi waktu untuk hal yang kurang produktif di media sosial. Manfaatkan aplikasi seperti AI atau chatbot untuk bertanya tentang metode kepemimpinan atau cara meningkatkan kepercayaan diri di depan staf. Gunakan itu sebagai referensi untuk meningkatkan kapasitas diri,” tambahnya.
Terkait kedisiplinan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menetapkan standar tinggi bagi para pimpinan sekolah yang baru dilantik. Wakil Bupati meminta kepala sekolah untuk hadir minimal 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai.
”Kepala sekolah harus available (hadir), reliable (dapat diandalkan), dan sustainable (berkelanjutan). Kedisiplinan ini tidak boleh hanya hangat-hangat kuku atau dilakukan sebulan saja, melainkan harus terus dipertahankan demi menjaga martabat dan harga diri pemimpin di depan bawahan,” ujarnya.
Menutup arahannya, Wakil Bupati berharap ke-47 kepala sekolah yang baru dilantik dapat segera melakukan konsolidasi di unit kerja masing-masing dan membawa perubahan nyata bagi literasi, numerasi, serta karakter peserta didik di Tapanuli Utara.
”Saya percaya bahwa pendidikan akan maju jika orang-orang di dalamnya memiliki komitmen yang kuat. Jadilah motor yang mampu menggerakkan perubahan, sekecil apapun sekolah yang Bapak dan Ibu pimpin,” katanya. [Martua Situmorang/***]






