Segaris.co
Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Gerakan RADIKAL berantas korupsi dan perampasan kekayaan [asset]

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
12 September 2025 | 21:32 WIB
in Kolom

Catatan | Ingot Simangunsong

KORUPSI. KORUPTOR. Sesuatu yang sudah sangat “keterlaluan” berkembang-biaknya di negeri ini. Penikmat korup, ada di berbagai strata sosial, tidak lagi berbatas pada norma patut tidak patutnya korupsi itu.

Kenapa demikian? Ternyata tingginya pendidikan (pengetahuan), tidaklah jadi jaminan, bahwa seseorang tidak terperosok di “kubangan” korupsi. Apalagi yang pendidikannya rendah.

Lihat saja catatan korupsi, seorang menteri pendidikan dan seorang menteri agama atau menteri lainnya terpapar tindak pidana korupsi. Anggaran yang dikorupsi tidak kecil, sampai pada bilangan triliunan rupiah.

Pengusaha yang juga suami dari aktris Sandra Dewi, Harvey Moeis, vonis hukumannya dari 6,5 tahun, dikuatkan MA jadi 20 tahun penjara dalam kasus korupsi pengelolaan tata niaga komoditas timah secara bersama-sama hingga menyebabkan kerugian negara Rp300 triliun.

Bahkan di era kepemimpinan Joko Widodo terdapat sejumlah menteri yang terjerat kasus korupsi. Nama-namanya bisa ditelusuri dari eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo hingga terbaru mantan Menteri Perdagangan (Mendag), Tom Lembong yang kemudian mendapatkan Abolisi dari Prabowo Subianto. Kemudian, masuk Nadiem Makarim dan Yaqut Cholil Qoumas.

Indonesia mencetak 37 poin dari 100 pada Indeks Persepsi Korupsi 2024 yang dilaporkan oleh Transparency International.

Indeks Korupsi di Indonesia rata-rata mencapai 28,37 Poin dari tahun 1995 hingga 2024, mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar 40,00 Poin pada tahun 2019 dan titik terendah sebesar 17,00 Poin pada tahun 1999.

Sungguh luar biasa memprihatinkan, korupsi juga terlihat di tataran pemerintahan desa, melalui “bancakan” dana desa. Belum lagi gubernur, bupati/wali kota serta wakil rakyat d DPR RI, DPRD Provinsi/Kabupten/Kota.

Gerakan radikal berantas korupsi 

Korupsi merupakan kejahatan yang tidak saja merampas harta negara, tetapi juga mencuri harapan dan masa depan bangsa.

Karena itu, terhadap tindakan pidana korupsi ini, perlu dilakukan gerakan yang sangat-sangat radikal terhadap para koruptor. Pemberantasan korupsi, tidak boleh lagi, ditempatkan di wilayah setengah hati.

Dari Orde Lama, Orde Baru, Reformasi, hingga sekarang ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), adalah lembaga yang diharapkan dapat menjalankan pemberantasan korupsi dengan radikal. Tetapi, lembaga anti rasuah yang sudah berkali-kali ganti nama itu, belum dapat memberikan hasil maksimal. Kasus korupsi terindikasi semakin parah, dengan nominal yang spektakuler.

Baharuddin Lopa mendefinisikan korupsi sebagai tindak pidana melawan hukum yang merugikan keuangan negara, sementara Robert Klitgaard mengaitkannya dengan penyalahgunaan diskresi, monopoli kekuasaan tanpa pengawasan, dan minimnya akuntabilitas.

Dampak dari korupsi, merembet ke ruang-ruang atau lorong-lorong pembangunan di semua sektor yang membuat negara mengalami kerugian. Tentu, kerugian sama dirasakaan oleh rakyat sebagai pengguna hasil pembangunan. Dimana yang selama ini terbengkalai — karena ulah koruptor — pembangunan jadi mangkrak.

Tindakan radikal para koruptor untuk mendapatkan hasil korupsinya, harus juga diambangi dengan penindakan melalui penegakan hukmuman yang seberat-beratnya serta dibarengi dengan perampasan kekayaan (aset).

Presiden minta dikebut

Presiden Prabowo Subianto meminta pembahasan RUU Perampasan Aset agar dikebut. RUU Perampasan Asset adalah rancangan undang-undang yang pertama kali disusun pada tahun 2008. Dirancang dengan maksud memperluas wewenang negara menyita harta para koruptor.

Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen kuat dalam memberantas korupsi dengan mengusulkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Terkait Tindak Pidana kedalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2025-2029.

“Terdapat tiga RUU yang diusulkan untuk masuk ke dalam perubahan kedua Prolegnas RUU prioritas 2025, yaitu satu RUU tentang Perampasan Aset,” kata Ketua Baleg DPR Bob Hasan di Ruang Rapat Baleg DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (09/09/2025).

Permintaan untuk membahas RUU Perampasan Aset juga sudah disampaikan Prabowo kepada Ketua DPR Puan Maharani.

Tidak hanya itu, keputusan DPR RI mengusulkan RUU Perampasan Aset dalam Prolegnas Prioritas 2025, adalah berdasarkan hasil perundingan Presiden Prabowo Subianto dengan pimpinan partai politik (parpol).

Apa yang sudah disepakati ini, diharapkan berjalan sesuai harapan, agar masalah bangsa dan negara, dapat terselesaikan untuk satu tujuan mulia, rakyat Indonesia menikmati keadilan yang memakmurkan.

Dengan perampasan asset para koruptor, tentu akan berdampak positip bagi percepatan pembayaran hutang negara. Perampasan asset dengan meninggikan serta memberatkan, akan memberikan efek jera bagi yang sudah dan akan melakukan tindak pidana korupsi.

Semoga Presiden Prabowo Subianto diberikan kesehatan dan perlindungan dari Tuhan untuk dapat TEGAK LURUS dalam pemberantasan korupsi dan perampasan asset.

Lebih baik merasakan perih yang menyakitkan dalam memberantas korupsi, dari pada membiarkan para koruptor menggerogoti harta negara. Putus mata rantai para koruptor agar tidak lagi mencuri harapan dan masa depan bangsa.

 

Penulis: Ingot Simangunsong, Pimpinan Redaksi Mediaonline Segaris.co

 

Catatan Pinggir 

Baharuddin Lopa (27 Agustus 1935 – 3 Juli 2001) adalah Jaksa Agung Republik Indonesia dari 6 Juni 2001 sampai wafatnya pada 3 Juli 2001. Baharuddin Lopa juga adalah mantan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi. Antara tahun 1993-1998, ia duduk sebagai anggota Komnas HAM.

Robert Klitgaard adalah seorang pakar internasional dalam bidang antikorupsi dan pembangunan internasional.

Ia menjabat sebagai Presiden Claremont Graduate University dari tahun 2005 hingga 2009 dan juga sebagai Dekan di Frederick S. Pardee RAND Graduate School.

Klitgaard juga dikenal sebagai Profesor Universitas di Claremont Graduate University dan telah mengajar di berbagai institusi terkemuka seperti Harvard, Yale, dan National University of Singapor.

Tags: AAssetGerakanKorupsiKoruptorKrPemberantasanPerampasanRadikalsegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

Bukan yang pertama, Jika MA setuju apa yang membuat pemakzulan Bupati Gowa bersejarah?

by Ingot Simangunsong
14 Agustus 2026 | 12:07 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong NAMA Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, kini berada dalam pusaran proses politik dan hukum...

Read more
Kolom

Adab yang (Sengaja) Dilupakan

by Ingot Simangunsong
9 Agustus 2026 | 23:15 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong ENTAH disengaja, memang disengaja, atau pura-pura disengaja, kenyataannya memang demikian: adab semakin sering dilupakan....

Read more
Kolom

Kematian Winda Lorenza Gowasa: Polisi Sebut Bunuh Diri, Keluarga Curiga, Komisi III DPR Turun Tangan

by Ingot Simangunsong
9 Agustus 2026 | 07:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong KEMATIAN Winda Lorenza Gowasa (WL), mantan istri seorang anggota Polri di Medan, kini menjadi...

Read more
Kolom

Dari startup kebanggaan Indonesia menuju Skandal Internasional: Runtuhnya Imperium eFishery dan pelajaran bagi dunia investasi

by Ingot Simangunsong
1 Agustus 2026 | 19:08 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong TIDAK banyak yang menyangka bahwa eFishery, startup yang pernah dielu-elukan sebagai kebanggaan Indonesia di...

Read more
Kolom

Saat penjaga integritas tergoda: Membaca deretan kasus oknum KPK yang memeras dan mengkhianati amanah

by Ingot Simangunsong
1 Agustus 2026 | 13:49 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) lahir dengan satu mandat besar: menjadi benteng terakhir melawan korupsi....

Read more
Kolom

Pergantian Nanik S. Deyang: Murni alasan kesehatan atau momentum pembenahan Badan Gizi Nasional?

by Ingot Simangunsong
23 Juli 2026 | 06:17 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong PERGANTIAN kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi perhatian publik. Presiden Prabowo Subianto...

Read more

Berita Terbaru

News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

1 September 2026 | 22:42 WIB
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

1 September 2026 | 11:40 WIB
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

1 September 2026 | 10:22 WIB
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

1 September 2026 | 05:15 WIB
News

Update Berastagi malam ini

31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
News

Gunung Sinabung erupsi, status naik Siaga: Abu 3.500 meter, warga diminta tak panik

31 Agustus 2026 | 19:18 WIB
SEREMONI

Tangkas Kroni Silitonga gelar reses, serap aspirasi warga Nagori Lestari Indah

31 Agustus 2026 | 16:02 WIB
News

‎Bupati Tapanuli Utara temui Kepala BBWSS II, usulkan pemulihan irigasi dan tanggul

31 Agustus 2026 | 13:13 WIB
News

Bayu Wicaksono alias Ncek pulang dari Myanmar, buronan dua tahun berakhir di Bareskrim

31 Agustus 2026 | 11:16 WIB
SEREMONI

Wali Kota ajak DMI makmurkan masjid dan masyarakat Siantar

31 Agustus 2026 | 08:48 WIB
News

“RUU Perampasan Aset: senjata baru Negara mengejar harta kejahatan, tapi siapa yang mengawasi?”

30 Agustus 2026 | 13:38 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus