
KARO, SEGARIS.CO — AKTIVITAS Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meningkat signifikan.
Setelah mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) pukul 10.17 WIB, Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Erupsi tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 3.500 meter di atas puncak, atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur hingga tenggara.
Aktivitas meningkat sebelum erupsi
Kenaikan status tersebut bukan keputusan mendadak. Badan Geologi mencatat peningkatan aktivitas vulkanik sepanjang Agustus 2026.
Dalam periode 1–30 Agustus, alat pemantauan merekam 141 gempa vulkanik dalam, 29 gempa low frequency, 14 gempa hembusan, delapan gempa hybrid/fase banyak, dan sejumlah gempa lainnya.
Lebih mengkhawatirkan, sesaat sebelum erupsi pada 31 Agustus, terjadi rentetan 85 gempa vulkanik, satu gempa hembusan dan satu tremor harmonik.
Data tersebut menjadi salah satu dasar PVMBG dalam meningkatkan status aktivitas Gunung Sinabung.
Kepala Badan Geologi: Erupsi awal, masih mungkin terjadi erupsi lebih besar
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menyampaikan bahwa hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.
Badan Geologi menegaskan bahwa erupsi 31 Agustus merupakan erupsi awal. Karena itu, kemungkinan terjadinya erupsi yang lebih besar masih harus diantisipasi.
Erupsi juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum sekitar 120 milimeter dan berlangsung lebih dari 16 menit berdasarkan data laporan pemerintah daerah.
Pesan tersebut penting bagi masyarakat: tidak panik, tetapi juga tidak menganggap kondisi sudah aman.
Abu vulkanik bergerak ke arah Berastagi
Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung, Armen Putra, mengatakan abu vulkanik bergerak ke arah timur dan tenggara.
Arah tersebut membuat wilayah sekitar Berastagi dan kawasan Gunung Sibayak menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian terhadap potensi sebaran abu.
Armen juga menyampaikan bahwa aktivitas abu masih teramati setelah erupsi terjadi.
BNPB kemudian melaporkan bahwa abu vulkanik memang cenderung bergerak menuju wilayah Berastagi.
Petugas BPBD Kabupaten Karo bersama lintas instansi membagikan masker kepada masyarakat yang terdampak.
Pemkab Karo minta masyarakat tetap tenang
Pemerintah Kabupaten Karo mengimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu diminta menggunakan masker atau pelindung pernapasan, terutama ketika berada di luar ruangan.
Pemkab Karo juga mengingatkan warga agar menjaga sumber air dan makanan dari paparan abu vulkanik serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Radius bahaya diperluas
Dengan status Level III atau Siaga, PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.
Untuk sektor selatan-tenggara, radius sektoral diperluas hingga 6 kilometer.
Masyarakat juga diminta tidak memasuki desa-desa yang sebelumnya telah direlokasi.
Selain ancaman langsung erupsi, warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar sungai yang berhulu di Gunung Sinabung diminta mewaspadai kemungkinan lahar, terutama ketika hujan turun.
Tidak perlu panik, tetapi jangan meremehkan Sinabung
Sampai laporan terakhir yang tersedia, belum ada laporan korban jiwa akibat erupsi tersebut.
Namun, dampak abu vulkanik sudah dirasakan di sejumlah wilayah dan pemerintah masih melakukan pendataan.
BNPB menyatakan pemantauan aktivitas Gunung Sinabung terus dilakukan dan evaluasi tingkat aktivitas dapat dilakukan kembali apabila terjadi perubahan signifikan.
Karena itu, masyarakat Karo dan wilayah yang berpotensi terdampak sebaiknya memegang prinsip sederhana:
Tenang menghadapi situasi, tetapi serius mengikuti peringatan.
Jangan mendekati kawasan yang dilarang. Gunakan masker ketika abu turun. Lindungi sumber air dan makanan.
Dan yang tidak kalah penting, ikuti informasi dari PVMBG, Badan Geologi, BNPB, BPBD dan Pemerintah Kabupaten Karo, bukan informasi yang belum terverifikasi di media sosial.
Sinabung sedang memberi tanda
Erupsi 31 Agustus menjadi pengingat bahwa aktivitas gunung api tidak selalu berhenti pada satu letusan.
Dengan status yang kini berada pada Level III (Siaga) dan adanya peringatan bahwa erupsi lebih besar masih mungkin terjadi, masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan tanpa menciptakan kepanikan.
Sinabung harus dipantau. Masyarakat harus waspada. Dan setiap perkembangan harus disampaikan berdasarkan data.
Segaris.co akan terus memperbarui perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dan kondisi masyarakat di wilayah terdampak berdasarkan informasi resmi dari instansi berwenang. [Red/berbagai sumber/***]






