Segaris.co
Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir
Tito Gatsu

Tito Gatsu

Agama sebagai kuda perang untuk korbankan diri dan hancurkan orang lain

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
2 Maret 2022 | 06:50 WIB
in Buah Pikir

 

Oleh | Tito Gatsu

Agama adalah fasisme gaya baru

Di Indonesia memang sedang terjadi kejahatan atas nama agama dengan terus menerus yang dilakukan para koruptor dan politikus busuk yang didukung para ulama abal- abal.

Mereka hanya mementingkan diri sendiri tanpa pernah memikirkan bangsanya bahkan terhadap fitnah video editan Roy Suryo saja sangat militan. Memang telah terjadi kerusakan moral yang sangat parah di Indonesia yang dimotori PKS dan Partai Demokrat.

Banyak elit politikus busuk di Indonesia yang terlihat jelas sebagai pelaku pembodohan rakyat terutama politikus asal PKS dan Demokrat.

Mengapa saya berani mengatakan mereka melakukan pembohongan umat?

Coba bayangkan, Indonesia ini adalah Negara yang berideologi Pancasila dan menentang berbagai bentuk fasisme. Tetapi mereka sangat getol memecah belah rakyat. Bahkan mendukung seseorang dan organisasi yang terang-terangan membela teroris, mendukung ISIS menghina tokoh-tokoh Nasional bahkan Presiden yang dipilih rakyat dalam pemilu secara demokratis. Mereka seenak perutnya berkata tanpa memikirkan rakyat juga terluka dengan omongan mereka.

Sungguh memalukan bahwa kita harus melihat kejahatan dalam setiap aspek kehidupan kita.

Bahkan ketika kita berpikir agama akan menjadi solusi untuk menegakkan kemanusiaan dan membuatnya damai, yang terjadi justru sebaliknya.

Tapi ini bukan bagian terburuknya. Terkadang agama berkontribusi pada kekerasan karena beberapa agama mengajarkan konsep pengorbanan diri apalagi diterima orang-orang bodoh  yang tak mau belajar rasional.
Suka atau tidak di Indonesia agama sudah menjadi model fasisme gaya baru.

Contoh sempurna kejahatan atas nama agama

Kita telah menyaksikan ini dalam banyak kesempatan;  seperti pelaku bom bunuh diri yang langsung membunuh ratusan orang.

Contoh sempurna dari ini adalah insiden 911 ketika para pembajak yang bertanggung jawab atas pembunuhan lebih dari 2.000 orang mengikuti ajaran agama pemimpin Al-Qaeda Osama Bin Laden.

Atau ketika bom Bali meledak di Sari Club dan Paddys Club yang menewaskan lebih dari 200 orang yang dilakukan oleh kelompok Jama’ah Islamiyah yang justru pemakaman para teroris setelah eksekusi matinya mendapatkan keistimewaan, mendapatkan pengawalan bak pahlawan dengan helikopter dan spanduk bertuliskan jihad dan syuhada ada dimana-mana seolah- olah mereka pahlawan.

Sungguh miris kelompok teroris mendapat perlakuan bak pahlawan. Itulah yang dinamakan agama sebagai konsep kuda perang.

Agama dan kejahatan bisa berjalan bersama

Di Indonesia ini memang sudah kritis pemikiran karena mabuk Agama. Buktinya banyak ulama dan politikus  yang ngawur dari mulai setiap hari memecah belah bangsa hingga membela teroris! Kita lihat saja contohnya Fadli Zon yang jadi anggota partai pendukung pemerintah tapi sikap dan ucapannya selalu mengeluarkan kebencian terhadap pemerintah dan hal ini yang membuat kita takkan pernah percaya kepada sosok Prabowo Subianto.

Sangat mengerikan melihat bagaimana agama dan kejahatan berjalan bersama seperti pecikan api dan minyak.

Karena itu, demi kemanusiaan kita harus mengakhiri semua kekerasan ini, terutama penganiayaan terhadap manusia karena agama.

Sebuah cara untuk mengakhiri penganiayaan agama belum datang tetapi sementara itu orang harus bertanya; apa contoh penganiayaan agama yang paling menonjol saat ini? Mungkinkah mereka dicegah?  Apa yang harus dilakukan setelah mereka?

Contoh-contoh penting penganiayaan agama saat ini setelah peristiwa Perang Dunia ke 2 dengan tragedi holloclaust yang membunuh jutaan orang.

Menurut penulis besar Paul Marshall, dapat ditemukan di seluruh dunia. Mulai dari negara-negara Islam hingga komunis, di seluruh dunia selalu ada kejahatan agama.

Penganiayaan yang dilegalkan negara

Saya tidak perlu bicara politisasi agama di Indonesia tapi saya coba mengajak berpikir secara obyektif .

Penganiayaan negara secara langsung, yang berarti penganiayaan oleh pemerintah, terlihat di Arab Saudi di mana ekspresi agama Islam non-Islam atau pembangkang dilarang (Marshall, 1998).

Pertemuan Kristen dilarang, kebaktian sesuatu hal yang dilarang, hal ini terjadi pula di beberapa daerah di Indonesia.

Setiap orang Saudi yang berusaha meninggalkan agama Islam menghadapi kemungkinan kematian yang sebenarnya (Marshall, 1998).

Orang tidak akan berpikir bahwa di abad ke-21 kita masih akan memiliki negara-negara di mana pemerintah mereka sendiri yang bertanggung jawab atas penganiayaan agama.

Arab Saudi memilih teokrasi yang berarti bahwa itu sebenarnya adalah agama yang mengatur cara-cara negara itu, dan jika seseorang bukan bagian darinya, nyawanya sendiri akan dalam bahaya.

Sayangnya bukan satu-satunya negara di dunia di mana agama menghadapi penganiayaan.

Ini kembali ke pertanyaan yang diajukan sebelumnya, bagaimana kejahatan itu bisa dicegah jika pemerintah justru sebenarnya berada di baliknya.

Ini adalah masalah yang sedang terjadi di dunia kita dan jutaan orang tidak mengetahuinya. Sungguh luar biasa bahwa menurut penelitian yang dilakukan Marshal tahun 2019, lebih dari 200 juta orang di lebih dari 60 negara diingkari hak asasinya hanya karena satu alasan: mereka adalah orang Kristen dan ada 80% penduduk Israel sebagai musuh semua negara.

Dunia tidak bisa terus seperti ini. Orang-orang harus menyadari apa yang sedang terjadi terlepas dari apakah mereka beriman atau tidak.  Sistem peradilan di negara-negara itu harus tegak, membersihkan hukum sipil mereka dan membiarkan hak asasi manusia terjadi.

Semoga Pemerintah dan masyarakat lebih mengutamakan kemanusiaan dan tetap berpegang kepada Pancasila sehingga akan terwujud Indonesia baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr , sebuah Negeri yang damai dan penduduknya harmonis selalu penuh rasa syukur kepada Tuhan.

Salam kedaulatan rakyat.

Tags: AgamaFasismeTitoTito Gatsu
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Timoty Situmorang, telusuri silsilah Op Tuan Situmorang

by Ingot Simangunsong
25 Agustus 2026 | 07:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   TIMOTY SITUMORANG, 27 tahun, lahir di Kota Medan, tetapi dia sangat pasih berbahasa Batak. Anak...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Tingkat inflasi Sumut tinggi, TANGGUNG JAWAB SIAPA?

by Ingot Simangunsong
16 Agustus 2026 | 22:51 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan Kantor Gubernur Sumut BERDASARKAN Perda No.10 Tahun 2025 Tentang Perubahan Atas Perda No.8 Tahun 2022 Tentang...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Warga HKBP dijanjikan Sekda, ternyata hanya tiga bulan

by Ingot Simangunsong
3 Agustus 2026 | 14:28 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan SETELAH skenario awal menjadikan Topan Ginting sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) kandas. Bobby...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Stop pencitraan! Tidak ada urgensi Bobby-Surya berkantor di Nias

by Ingot Simangunsong
31 Juli 2026 | 15:06 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan AKSI Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution dan Surya berkantor di Pulau Nias hanya...

Read more
Buah Pikir

Diawali asesmen, Dinas Pendidikan Tapanuli Utara akan tingkatkan mutu pendidikan

by Ingot Simangunsong
31 Juli 2026 | 11:18 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang LANGKAH yang dilakukan Kadis Pendidikan Tapanuli Utara Freddy Advent Panjaitan untuk meningkatkan mutu pendidikan sangat tepat....

Read more

Berita Terbaru

News

UPDATE SINABUNG: Status masih SIAGA, warga diminta tidak lengah

2 September 2026 | 13:25 WIB
News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

1 September 2026 | 22:42 WIB
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

1 September 2026 | 11:40 WIB
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

1 September 2026 | 10:22 WIB
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

1 September 2026 | 05:15 WIB
News

Update Berastagi malam ini

31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
News

Gunung Sinabung erupsi, status naik Siaga: Abu 3.500 meter, warga diminta tak panik

31 Agustus 2026 | 19:18 WIB
SEREMONI

Tangkas Kroni Silitonga gelar reses, serap aspirasi warga Nagori Lestari Indah

31 Agustus 2026 | 16:02 WIB
News

‎Bupati Tapanuli Utara temui Kepala BBWSS II, usulkan pemulihan irigasi dan tanggul

31 Agustus 2026 | 13:13 WIB
News

Bayu Wicaksono alias Ncek pulang dari Myanmar, buronan dua tahun berakhir di Bareskrim

31 Agustus 2026 | 11:16 WIB
SEREMONI

Wali Kota ajak DMI makmurkan masjid dan masyarakat Siantar

31 Agustus 2026 | 08:48 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus