Segaris.co
Minggu, 13 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

PRABOWONOMICS: “Jalan pulang Negara kepada rakyat”

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
26 Juli 2026 | 16:27 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Imran Simanjuntak. MA

DI tengah dinamika politik nasional yang semakin kompleks, Harlah PKB ke-28 menghadirkan sesuatu yang berbeda dari sekadar perayaan partai.

Ia menjadi panggung lahirnya sebuah gagasan besar yang kini mulai diperbincangkan di ruang publik: Prabowonomics.

Bukan sebagai jargon ekonomi, bukan sebagai retorika politik, tetapi sebagai ideologi implementatif yang menegaskan bahwa negara harus kembali kepada rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

Harlah PKB ke-28 menjadi titik penting karena di sanalah gagasan ini disuarakan secara terbuka, sistematis, dan dengan keberanian moral yang jarang terlihat dalam acara politik.

PKB, melalui kepemimpinan Gus Muhaimin, tampil bukan hanya sebagai partai politik, tetapi sebagai penyuara gagasan—penyambung aspirasi rakyat yang selama ini merasa negara semakin menjauh dari mereka.

Di panggung Harlah itu, Prabowonomics diperkenalkan bukan sebagai program teknokratis, tetapi sebagai jalan pulang negara kepada rakyat.

Harlah PKB ke-28 menjadi ruang di mana keresahan rakyat diartikulasikan dengan jujur.

Jangan main-main dengan KEPERCAYAAN RAKYAT

Kekecewaan terhadap DPR yang dipersepsikan sibuk dengan politik transaksional.

Ketidakpercayaan terhadap pemerintah yang dianggap tidak konsisten dalam menegakkan integritas birokrasi.

Kekecewaan terhadap aparat penegak hukum yang terjebak dalam mafia peradilan dan ketidaksetaraan hukum.

Kekecewaan terhadap hilangnya sumber daya alam yang tidak membawa manfaat bagi rakyat.

Di tengah suasana itu, Prabowonomics hadir sebagai gagasan korektif yang menegaskan bahwa negara tidak boleh terus berjalan dengan pola lama.

Bahwa pembangunan tidak boleh lagi diarahkan pada kepentingan golongan, tetapi harus kembali kepada amanat Pasal 33 UUD 1945: kekayaan alam dan kebijakan ekonomi harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Harlah PKB ke-28 menjadi titik di mana gagasan ini disampaikan dengan tegas: negara harus kembali kepada rakyat.

Prabowonomics mengajak kita melihat pembangunan bukan sekadar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi sebagai proses memanusiakan manusia.

Ia menempatkan rakyat sebagai tujuan, bukan objek. Ia menempatkan konstitusi sebagai kompas, bukan formalitas.

Ia menempatkan integritas sebagai fondasi, bukan slogan.

Di panggung Harlah PKB, gagasan ini disampaikan dengan keberanian moral, oleh PKB juga para ulama ulama Nusantara yang berasal dari Ijmak Ulama, bahwa eksekutif harus meninggalkan birokrasi lamban dan orientasi proyek; bahwa legislatif harus berhenti menjadi arena transaksi kekuasaan; bahwa yudikatif harus melepaskan diri dari mafia hukum; bahwa pembangunan harus kembali berakar pada manusia Indonesia sebagai pusat kebijakan.

PKB, melalui Harlah ke-28, menegaskan bahwa Prabowonomics bukan hanya gagasan Presiden terpilih, tetapi gagasan bangsa.

PKB mengambil posisi sebagai penyuara ide, bukan sekadar pendukung politik. Inilah yang membuat Harlah PKB ke-28 berbeda: ia bukan sekadar acara partai, tetapi forum intelektual yang melahirkan paradigma baru.

Di tingkat eksekutif, Prabowonomics menuntut reformasi birokrasi yang berbasis merit, efisiensi anggaran, dan digitalisasi layanan publik.

Di legislatif, ia menuntut DPR untuk kembali menjadi penjaga amanat rakyat, bukan penjaga kepentingan golongan.

Di yudikatif, ia menuntut penegakan hukum tanpa pandang bulu dan penghapusan mafia hukum.

Semua ini disuarakan di Harlah PKB ke-28 sebagai komitmen moral bahwa partai politik tidak boleh hanya menjadi mesin elektoral, tetapi harus menjadi mesin gagasan.

PKB menempatkan dirinya sebagai partai yang tidak hanya mendukung Prabowo, tetapi juga mengawal gagasan Prabowonomics sebagai arah baru pembangunan nasional.

Prabowonomics juga menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Program gizi, pendidikan, kesehatan, dan pemerataan akses bukan sekadar kebijakan sosial, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.

Negara yang kuat adalah negara yang memiliki manusia yang kuat.

Dan manusia yang kuat hanya lahir dari kebijakan yang berpihak pada mereka.

Harlah PKB ke-28 menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh lagi dipahami sebagai proyek fisik semata, tetapi sebagai pembangunan manusia Indonesia.

Inilah inti Prabowonomics yang disuarakan PKB: pembangunan yang kembali kepada rakyat.

Pada akhirnya, Prabowonomics adalah ajakan untuk kembali kepada hal yang paling mendasar: negara harus bekerja untuk rakyat.

Harlah PKB ke-28 menjadi momentum penting karena di sanalah gagasan ini disuarakan dengan lantang, jernih, dan tanpa kompromi.

PKB menempatkan dirinya sebagai partai yang tidak hanya mengikuti arus politik, tetapi membentuk arus gagasan.

Prabowonomics adalah jalan pulang negara kepada rakyat.

Dan PKB, melalui Harlah ke-28, menjadi penyuara yang membuka jalan itu.

Jika seluruh instrumen negara menjadikannya kaidah berpikir dan bertindak, maka Indonesia memiliki peluang besar untuk memasuki babak baru: babak ketika negara benar-benar hadir untuk rakyatnya.

Penulis: Imran Simanjuntak. MA, Ketua DPC PKB Kota Pematangsiantar, SUMUT & Dosen STAI SAMORA

Tags: HarlahPKBPrabowo SubiantosegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Timoty Situmorang, telusuri silsilah Op Tuan Situmorang

by Ingot Simangunsong
25 Agustus 2026 | 07:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   TIMOTY SITUMORANG, 27 tahun, lahir di Kota Medan, tetapi dia sangat pasih berbahasa Batak. Anak...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Tingkat inflasi Sumut tinggi, TANGGUNG JAWAB SIAPA?

by Ingot Simangunsong
16 Agustus 2026 | 22:51 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan Kantor Gubernur Sumut BERDASARKAN Perda No.10 Tahun 2025 Tentang Perubahan Atas Perda No.8 Tahun 2022 Tentang...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Warga HKBP dijanjikan Sekda, ternyata hanya tiga bulan

by Ingot Simangunsong
3 Agustus 2026 | 14:28 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan SETELAH skenario awal menjadikan Topan Ginting sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) kandas. Bobby...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Stop pencitraan! Tidak ada urgensi Bobby-Surya berkantor di Nias

by Ingot Simangunsong
31 Juli 2026 | 15:06 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan AKSI Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution dan Surya berkantor di Pulau Nias hanya...

Read more
Buah Pikir

Diawali asesmen, Dinas Pendidikan Tapanuli Utara akan tingkatkan mutu pendidikan

by Ingot Simangunsong
31 Juli 2026 | 11:18 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang LANGKAH yang dilakukan Kadis Pendidikan Tapanuli Utara Freddy Advent Panjaitan untuk meningkatkan mutu pendidikan sangat tepat....

Read more

Berita Terbaru

Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

13 September 2026 | 22:16 WIB
News

Sutrisno Pangaribuan soroti rujukan dua korban keracunan MBG dari Karo ke Jakarta

13 September 2026 | 16:09 WIB
SEREMONI

PB-FJPK gelar temu ramah, calon PD FJPK Sumut terbentuk

12 September 2026 | 17:37 WIB
SEREMONI

Wali Kota Cup Siantar Road Race 2026 siap digelar, hampir 100 peserta mendaftar

11 September 2026 | 21:26 WIB
News

PDIP Sumut dukung pengawalan kasus keracunan MBG di Karo

10 September 2026 | 20:35 WIB
News

16 hari berlalu, bangunan yang dipersoalkan PBG Watch belum disegel

9 September 2026 | 22:00 WIB
News

PT KINRA dukung penanganan kebakaran PT Evyap, keluarga tiga korban terima santunan Rp3,215 miliar

9 September 2026 | 18:16 WIB
News

PB-FJPK segera bentuk kepengurusan di Sumut, dorong pers perkuat fungsi kontrol

9 September 2026 | 12:23 WIB
News

SCW soroti kutipan SPP Rp75.000 di MAN 2 Tanjungpura

8 September 2026 | 18:58 WIB
News

Pemkab Taput perkuat ketahanan pangan perikanan, BBI Purbatua disiapkan jadi laboratorium percontohan

8 September 2026 | 14:09 WIB
SEREMONI

Pemkab Taput hadiri bersholawat bersama, santuni anak yatim

8 September 2026 | 06:50 WIB
News

MBG Kota Malang disorot: DPRD dorong penghentian sementara, BGN pilih evaluasi dan pembenahan

7 September 2026 | 17:42 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus