Segaris.co
Kamis, 29 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

PRABOWONOMICS: “Jalan pulang Negara kepada rakyat”

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
26 Juli 2026 | 16:27 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Imran Simanjuntak. MA

DI tengah dinamika politik nasional yang semakin kompleks, Harlah PKB ke-28 menghadirkan sesuatu yang berbeda dari sekadar perayaan partai.

Ia menjadi panggung lahirnya sebuah gagasan besar yang kini mulai diperbincangkan di ruang publik: Prabowonomics.

Bukan sebagai jargon ekonomi, bukan sebagai retorika politik, tetapi sebagai ideologi implementatif yang menegaskan bahwa negara harus kembali kepada rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

Harlah PKB ke-28 menjadi titik penting karena di sanalah gagasan ini disuarakan secara terbuka, sistematis, dan dengan keberanian moral yang jarang terlihat dalam acara politik.

PKB, melalui kepemimpinan Gus Muhaimin, tampil bukan hanya sebagai partai politik, tetapi sebagai penyuara gagasan—penyambung aspirasi rakyat yang selama ini merasa negara semakin menjauh dari mereka.

Di panggung Harlah itu, Prabowonomics diperkenalkan bukan sebagai program teknokratis, tetapi sebagai jalan pulang negara kepada rakyat.

Harlah PKB ke-28 menjadi ruang di mana keresahan rakyat diartikulasikan dengan jujur.

Jangan main-main dengan KEPERCAYAAN RAKYAT

Kekecewaan terhadap DPR yang dipersepsikan sibuk dengan politik transaksional.

Ketidakpercayaan terhadap pemerintah yang dianggap tidak konsisten dalam menegakkan integritas birokrasi.

Kekecewaan terhadap aparat penegak hukum yang terjebak dalam mafia peradilan dan ketidaksetaraan hukum.

Kekecewaan terhadap hilangnya sumber daya alam yang tidak membawa manfaat bagi rakyat.

Di tengah suasana itu, Prabowonomics hadir sebagai gagasan korektif yang menegaskan bahwa negara tidak boleh terus berjalan dengan pola lama.

Bahwa pembangunan tidak boleh lagi diarahkan pada kepentingan golongan, tetapi harus kembali kepada amanat Pasal 33 UUD 1945: kekayaan alam dan kebijakan ekonomi harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Harlah PKB ke-28 menjadi titik di mana gagasan ini disampaikan dengan tegas: negara harus kembali kepada rakyat.

Prabowonomics mengajak kita melihat pembangunan bukan sekadar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi sebagai proses memanusiakan manusia.

Ia menempatkan rakyat sebagai tujuan, bukan objek. Ia menempatkan konstitusi sebagai kompas, bukan formalitas.

Ia menempatkan integritas sebagai fondasi, bukan slogan.

Di panggung Harlah PKB, gagasan ini disampaikan dengan keberanian moral, oleh PKB juga para ulama ulama Nusantara yang berasal dari Ijmak Ulama, bahwa eksekutif harus meninggalkan birokrasi lamban dan orientasi proyek; bahwa legislatif harus berhenti menjadi arena transaksi kekuasaan; bahwa yudikatif harus melepaskan diri dari mafia hukum; bahwa pembangunan harus kembali berakar pada manusia Indonesia sebagai pusat kebijakan.

PKB, melalui Harlah ke-28, menegaskan bahwa Prabowonomics bukan hanya gagasan Presiden terpilih, tetapi gagasan bangsa.

PKB mengambil posisi sebagai penyuara ide, bukan sekadar pendukung politik. Inilah yang membuat Harlah PKB ke-28 berbeda: ia bukan sekadar acara partai, tetapi forum intelektual yang melahirkan paradigma baru.

Di tingkat eksekutif, Prabowonomics menuntut reformasi birokrasi yang berbasis merit, efisiensi anggaran, dan digitalisasi layanan publik.

Di legislatif, ia menuntut DPR untuk kembali menjadi penjaga amanat rakyat, bukan penjaga kepentingan golongan.

Di yudikatif, ia menuntut penegakan hukum tanpa pandang bulu dan penghapusan mafia hukum.

Semua ini disuarakan di Harlah PKB ke-28 sebagai komitmen moral bahwa partai politik tidak boleh hanya menjadi mesin elektoral, tetapi harus menjadi mesin gagasan.

PKB menempatkan dirinya sebagai partai yang tidak hanya mendukung Prabowo, tetapi juga mengawal gagasan Prabowonomics sebagai arah baru pembangunan nasional.

Prabowonomics juga menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Program gizi, pendidikan, kesehatan, dan pemerataan akses bukan sekadar kebijakan sosial, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.

Negara yang kuat adalah negara yang memiliki manusia yang kuat.

Dan manusia yang kuat hanya lahir dari kebijakan yang berpihak pada mereka.

Harlah PKB ke-28 menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh lagi dipahami sebagai proyek fisik semata, tetapi sebagai pembangunan manusia Indonesia.

Inilah inti Prabowonomics yang disuarakan PKB: pembangunan yang kembali kepada rakyat.

Pada akhirnya, Prabowonomics adalah ajakan untuk kembali kepada hal yang paling mendasar: negara harus bekerja untuk rakyat.

Harlah PKB ke-28 menjadi momentum penting karena di sanalah gagasan ini disuarakan dengan lantang, jernih, dan tanpa kompromi.

PKB menempatkan dirinya sebagai partai yang tidak hanya mengikuti arus politik, tetapi membentuk arus gagasan.

Prabowonomics adalah jalan pulang negara kepada rakyat.

Dan PKB, melalui Harlah ke-28, menjadi penyuara yang membuka jalan itu.

Jika seluruh instrumen negara menjadikannya kaidah berpikir dan bertindak, maka Indonesia memiliki peluang besar untuk memasuki babak baru: babak ketika negara benar-benar hadir untuk rakyatnya.

Penulis: Imran Simanjuntak. MA, Ketua DPC PKB Kota Pematangsiantar, SUMUT & Dosen STAI SAMORA

Tags: HarlahPKBPrabowo SubiantosegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Wakil Bupati Taput: “Manfaatkan teknologi digital mencari informasi agar menjadi guru yang adaptif”

by Ingot Simangunsong
29 Oktober 2026 | 11:51 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang WAKIL Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan berhasil membuka mata dan pikiran guru guru di Tapanuli...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Menanti keberanian Jaksa menangkap para perampok uang Jalan Tol Medan- Binjai

by Ingot Simangunsong
11 Oktober 2026 | 11:54 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan  BEBERAPA waktu yang lalu, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan telah...

Read more
Buah Pikir

PR besar penataan Telekomunikasi, butuh solusi bersama 

by Ingot Simangunsong
6 Oktober 2026 | 10:10 WIB
0

Oleh | Herry Chandra, ST Pimpinan PT Hydra Media Indonesia. Tim Hydra Net DUNIA telekomunikasi Indonesia sedang tumbuh pesat. Kebutuhan...

Read more
Buah Pikir

“Bupati sehari”

by Ingot Simangunsong
28 September 2026 | 07:19 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   OLIMPIADE Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara diselenggarakan Dinas Pendidikan Sabtu, 19...

Read more
Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

by Ingot Simangunsong
18 September 2026 | 17:18 WIB
0

Catatan | Herry Chandra, ST  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kulon Nuwun, DARI tanah Habonaron Do Bona Simalungun yang subur, tempat nenek...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more

Berita Terbaru

News

Pemkab Tapanuli Utara apresiasi pelatihan kerajinan bambu dan rotan Kemenperin RI

29 Oktober 2026 | 20:05 WIB
News

Pemkab Taput dukung pengembangan wirausaha baru

29 Oktober 2026 | 19:55 WIB
Buah Pikir

Wakil Bupati Taput: “Manfaatkan teknologi digital mencari informasi agar menjadi guru yang adaptif”

29 Oktober 2026 | 11:51 WIB
News

LANDEN MARBUN: Dari Jalan Metal, Parlemen Medan, hingga menatap tata kelola Amerika Serikat

29 Oktober 2026 | 07:37 WIB
News

Di Tanah Jawa, Kejari Simalungun temukan pekerjaan revitalisasi sekolah yang perlu diperbaiki

28 Oktober 2026 | 20:45 WIB
News

Landen Marbun: “Jika penangkapan dan pengungkapan dilakukan setelah ada korban, maka kita terlambat satu langkah”

28 Oktober 2026 | 20:33 WIB
Tak Berkategori

Kapolres Pematangsiantar hadiri kirab kebangsaan dan doa lintas agama sambut Sumpah Pemuda

28 Oktober 2026 | 10:24 WIB
News

Bupati Taput tekankan peran strategis guru dalam meningkatkan kualitas SDM

28 Oktober 2026 | 10:11 WIB
News

Jhonson M Silaban pimpin SMSI Tapanuli Utara

28 Oktober 2026 | 10:01 WIB
News

Berawal dari arisan ibu-ibu, CU Maju Tarutung kini bermodal Rp126 miliar

27 Oktober 2026 | 13:52 WIB
News

Kapolres Simalungun turun langsung atur lalu lintas

26 Oktober 2026 | 12:22 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar hadiri syukuran ruang kelas baru MIS Al Washliyah

25 Oktober 2026 | 21:10 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus