Segaris.co
Jumat, 19 Juni 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Dari Pengkritik menjadi Pemuji: Perjalanan sunyi seorang aktivis

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
16 Juni 2026 | 00:45 WIB
in Kolom

Catatan | Ingot Simangunsong

DARI sudut pandang sosiologi dan psikologi, perubahan seorang aktivis menjadi “penjilat” biasanya bukan terjadi secara tiba-tiba.

Ia sering merupakan proses panjang yang dipengaruhi lingkungan, kekuasaan, kebutuhan hidup, dan perubahan cara berpikir.

Dari Perspektif Sosiologi

Perubahan posisi sosial
Ketika seorang aktivis masuk ke lingkaran kekuasaan, ia tidak lagi berada di luar sistem, tetapi menjadi bagian dari sistem itu.
Lambat laun, kritik yang dulu lantang bisa melemah karena ia ikut menikmati fasilitas, akses, dan status yang diberikan.
Ketergantungan ekonomi
Aktivisme sering tidak menjanjikan kestabilan finansial. Ketika seseorang mulai bergantung pada jabatan, proyek, atau sumber penghasilan yang terkait dengan penguasa, independensinya dapat berkurang.
Budaya patron-klien
Dalam masyarakat yang kuat budaya patronasenya, loyalitas kepada “orang besar” sering lebih dihargai daripada konsistensi prinsip.
Akibatnya, sebagian orang memilih menyenangkan atasan daripada menyuarakan kebenaran.
Tekanan kelompok
Manusia cenderung ingin diterima oleh komunitasnya. Jika lingkungan baru mengharuskan pujian dan kepatuhan, maka kritik perlahan dianggap ancaman bagi posisinya.

Dari Perspektif Psikologi

Ambisi dan kebutuhan pengakuan
Tidak semua aktivis digerakkan murni oleh idealisme. Ada yang juga memiliki kebutuhan kuat untuk dihormati, terkenal, atau berkuasa.
Ketika kesempatan itu datang, prinsip bisa tergeser oleh ambisi.
Rasionalisasi diri
Orang sering mencari alasan untuk membenarkan perubahan sikapnya. Misalnya: “Saya tetap memperjuangkan rakyat dari dalam.” “Kalau saya melawan, saya tidak bisa berbuat apa-apa.”
Awalnya mungkin benar, tetapi lama-kelamaan bisa menjadi pembenaran atas kompromi yang berlebihan.
Kelelahan idealisme (burnout)
Bertahun-tahun berjuang tanpa hasil yang terlihat dapat menimbulkan kelelahan mental. Sebagian orang akhirnya memilih jalan yang lebih nyaman daripada terus berkonflik.
Godaan kekuasaan
Psikolog politik sering menjelaskan bahwa kekuasaan dapat mengubah persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri.
Ia mulai merasa lebih penting, lebih benar, dan lebih layak mendapat privilese dibanding orang yang dulu ia bela.

Gejala Awalnya

Beberapa tanda yang sering terlihat:
Kritik mulai selektif, hanya kepada lawan.
Kesalahan pihak yang didukung selalu dicari pembenarannya.
Lebih sering memuji tokoh daripada membahas gagasan.
Kehilangan keberanian untuk berbeda pendapat.
Loyalitas kepada figur mengalahkan loyalitas kepada nilai.

Refleksi Moral

Ada sebuah ungkapan yang sering dikaitkan dengan filsafat politik:
“Ketika seseorang terlalu lama berada dekat kekuasaan, ujian terbesarnya bukan lagi keberanian melawan, melainkan keberanian tetap jujur.”
Dalam perspektif iman Kristen, masalah utamanya bukan aktivis atau pejabat, melainkan hati manusia.
Sebab firman Tuhan berkata:
“Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6: 21)
Artinya, ketika hati mulai terikat pada keuntungan, jabatan, atau pujian manusia, maka idealisme yang dahulu diperjuangkan dapat perlahan memudar.

 

Penulis, Ingot Simangunsong, adalah Pimpinan Redaksi mediaonline Segaris.co dan Penanggungjawab mediaonline kerohanian Shalom.click

Tags: BudimanPenjilatPsikologissegarisSegaris.coSosiologi
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

Dharma Pongrekun vs UU Kesehatan: Melindungi Rakyat atau Melemahkan Penanganan Wabah?

by Ingot Simangunsong
17 Juni 2026 | 06:40 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  ISU yang diangkat Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun memang sedang menjadi perdebatan karena menyangkut batas kewenangan...

Read more
Kolom

“60 tahun Implan Gigi: Antara harapan senyum indah dan kisah yang tak terungkap”

by Ingot Simangunsong
20 Oktober 2025 | 15:22 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong SEJAK 1965, ketika Prof. Per-Ingvar Brånemark dari Swedia pertama kali berhasil menanam implan gigi titanium pada...

Read more
Kolom

Bukan dari Amerika, tapi dari Swedia! Ini penemu Implan Gigi Pertama di Dunia!

by Ingot Simangunsong
20 Oktober 2025 | 14:50 WIB
0

Oleh | Ingot Simangunsong METODE implan gigi (dental implant) pertama kali diperkenalkan secara ilmiah dan berhasil diterapkan di dunia kedokteran...

Read more
Kolom

Tak sekadar tren, ini risiko di balik IMPLAN GIGI

by Ingot Simangunsong
20 Oktober 2025 | 14:20 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong BEBERAPA faktor yang mendorong peningkatan popularitas pemasangan implan gigi: Kemajuan teknologi kedokteran gigi: Misalnya di RS Pondok Indah...

Read more
Kolom

Asal-usul, dan proses pengajuan RUU Perampasan Aset

by Ingot Simangunsong
10 Oktober 2025 | 06:21 WIB
0

Oleh | Ingot Simangunsong RANCANGAN Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset tidak lahir dari satu individu tertentu, melainkan melalui proses panjang...

Read more
Kolom

Fenomena pejabat tinggi negara berdebat di Media Sosial: Antara transparansi dan krisis Etika Publik

by Ingot Simangunsong
7 Oktober 2025 | 13:28 WIB
0

Oleh | Ingot Simangunsong DALAM beberapa tahun terakhir, ruang publik Indonesia semakin bising oleh perdebatan para pejabat tinggi negara di...

Read more

Berita Terbaru

News

Siapa berhak menentukan posisi politik PDI Perjuangan?

19 Juni 2026 | 10:38 WIB
News

Wakil Bupati Taput canangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026

18 Juni 2026 | 14:25 WIB
News

Bane Raja Manalu salurkan beasiswa PIP Aspirasi

18 Juni 2026 | 13:48 WIB
News

Wali Kota tinjau lokasi kebakaran Pasar Dwikora, 311 kios dilaporkan terbakar

18 Juni 2026 | 12:57 WIB
Kolom

Dharma Pongrekun vs UU Kesehatan: Melindungi Rakyat atau Melemahkan Penanganan Wabah?

17 Juni 2026 | 06:40 WIB
News

‎Bupati Taput tekankan pendidikan karakter di tengah era AI

16 Juni 2026 | 08:31 WIB
News

17 pejabat administrator di Pemkab Taput dilantik

16 Juni 2026 | 07:52 WIB
News

“Budiman, mahasiswa, dan harga sebuah konsistensi”

16 Juni 2026 | 01:52 WIB
Kolom

Dari Pengkritik menjadi Pemuji: Perjalanan sunyi seorang aktivis

16 Juni 2026 | 00:45 WIB
News

Hadiri Ibadah HKI Minggu II Dung Trinitatis, Wabup: “Menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab”

15 Juni 2026 | 09:39 WIB
SEREMONI

Ujian kenaikan sabuk Kyu Wadokai, Bupati Taput : “Bagian penting dari proses pembentukan karakter”

15 Juni 2026 | 06:36 WIB
Tak Berkategori

Parheheon Sekolah Minggu HKBP Ressort Onan Hasang, anak-anak penerus pembangunan

14 Juni 2026 | 21:03 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita