Segaris.co
Minggu, 18 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News

“Budiman, mahasiswa, dan harga sebuah konsistensi”

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
16 Juni 2026 | 01:52 WIB
in News

JAKARTA — SEGARIS.CO – MENGAPA perdebatan Budiman Sudjatmiko dengan mahasiswa di Semarang itu, begitu cepat memicu tuntutan pencopotan jabatan dan mengapa isu ini sangat emosional bagi kalangan aktivis.

Kalau kita melihat peristiwa ini bukan sekadar “Budiman versus mahasiswa“, melainkan sebagai sebuah simbol benturan generasi aktivisme, maka ada beberapa lapisan yang menarik untuk dipahami.

Publik tidak sedang mengadili Budiman sebagai pejabat, tetapi sebagai mantan aktivis

Nama Budiman Sudjatmiko membawa beban sejarah yang besar. Saat menjadi aktivis reformasi, Budiman dikenal berani melawan kekuasaan.

Karena itu, ketika sekarang ia berada di dalam pemerintahan, sebagian orang tetap berharap ia mempertahankan posisi kritis yang sama.

Dalam diskusi di Semarang, mahasiswa bahkan secara terbuka mempertanyakan apakah Budiman masuk ke dalam kekuasaan untuk menjinakkan kekuasaan atau justru dijinakkan oleh kekuasaan.

Akibatnya, kritik yang muncul bukan hanya terhadap isi perdebatan, tetapi terhadap apa yang dianggap sebagai “perubahan identitas” seorang aktivis.

Fenomena “Pahlawan yang berpindah kubu”

Dalam sosiologi politik, ada fenomena ketika seorang tokoh perlawanan masuk ke dalam sistem yang dahulu ia kritik.

Ketika itu terjadi, publik biasanya terbagi menjadi dua:
Kelompok pertama melihatnya sebagai langkah strategis untuk melakukan perubahan dari dalam.

Kelompok kedua melihatnya sebagai bentuk kompromi terhadap kekuasaan.

Perdebatan Budiman dengan mahasiswa sebenarnya memperlihatkan benturan dua cara pandang tersebut.

Mahasiswa melihat diri mereka sebagai pewaris tradisi kritik

Mahasiswa Indonesia memiliki memori kolektif yang kuat tentang gerakan 1966, 1974, 1998, dan berbagai gerakan sosial lainnya.

Ketika seorang mantan aktivis dianggap kurang responsif terhadap kritik, reaksi emosional biasanya lebih besar dibanding jika hal yang sama dilakukan oleh politisi biasa.

Karena itu, perdebatan tersebut dengan cepat berubah menjadi simbol:
“Aktivis lama berhadapan dengan aktivis muda.”

Mengapa sampai muncul tuntutan pencopotan?

Secara politik, tuntutan pencopotan bukan selalu berarti publik yakin pejabat tersebut harus diberhentikan.

Sering kali tuntutan itu merupakan bentuk ekspresi kekecewaan moral.

Sejumlah pengkritik menilai gaya komunikasi Budiman dalam forum tersebut tidak menunjukkan keterbukaan yang mereka harapkan dari seorang mantan aktivis dan pejabat publik.

Karena itu muncul seruan agar Presiden mengevaluasi jabatannya.

Pelajaran yang bisa diambil

Peristiwa ini menunjukkan satu kenyataan penting:

Semakin besar sejarah perjuangan seseorang, semakin tinggi pula standar moral yang dibebankan publik kepadanya.

Ketika seorang mantan aktivis menjadi pejabat, masyarakat tidak hanya menilai kebijakannya, tetapi juga konsistensi antara masa lalunya dan sikapnya hari ini.

Karena itulah perdebatan yang mungkin sebenarnya biasa dalam sebuah forum diskusi berubah menjadi isu nasional.

Yang sedang diperdebatkan bukan hanya argumen, melainkan makna “kesetiaan terhadap idealisme”.

Bagi banyak orang, pertanyaan yang muncul bukan lagi: “Apakah Budiman menang atau kalah debat?” Melainkan: “Apakah seorang aktivis masih bisa tetap menjadi aktivis ketika ia sudah berada di dalam kekuasaan?”

Dan pertanyaan itu sudah menjadi perdebatan panjang dalam sejarah politik dunia, jauh sebelum Budiman Sudjatmiko mengalaminya hari ini. [***]

Tags: AktivisBudimanBudiman SudjatmikosegarisSegaris.coSudjatmiko
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

by Ingot Simangunsong
17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
0

PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO -- KETUA Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Pematangsiantar, Henry Dunan Pardede SP MM, menyatakan rasa syukur atas...

Read more
Oplus_131072
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

by Ingot Simangunsong
17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
0

PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO — LEMBAGA Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Komunikasi Mitra Indonesia atau Fokus Mitra Indonesia resmi melantik dan mengukuhkan kepengurusan...

Read more
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

by Ingot Simangunsong
16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
0

SIMALUNGUN, SEGARIS.CO – KAPOLRES Simalungun AKBP Hendri Nupia Dinka Barus menggelar kegiatan Coffee Morning dan temu ramah bersama insan pers...

Read more
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

by Ingot Simangunsong
16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
0

Dearmando Damanik: "Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani" Dearmando Damanik menunjukkan proses pupuk organik Asap Cair Osaka PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO --...

Read more
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

by Ingot Simangunsong
16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO --‎ PEMERINTAH Kabupaten Tapanuli Utara menggelar Dialog Pendidikan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti...

Read more
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

by Ingot Simangunsong
15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO -- PEMERINTAH Kabupaten Tapanuli Utara mengambil langkah strategis dalam penataan kawasan dan mitigasi bencana dengan merelokasi para...

Read more

Berita Terbaru

News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus