Segaris.co
Jumat, 19 Juni 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News

“Budiman, mahasiswa, dan harga sebuah konsistensi”

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
16 Juni 2026 | 01:52 WIB
in News

JAKARTA — SEGARIS.CO – MENGAPA perdebatan Budiman Sudjatmiko dengan mahasiswa di Semarang itu, begitu cepat memicu tuntutan pencopotan jabatan dan mengapa isu ini sangat emosional bagi kalangan aktivis.

Kalau kita melihat peristiwa ini bukan sekadar “Budiman versus mahasiswa“, melainkan sebagai sebuah simbol benturan generasi aktivisme, maka ada beberapa lapisan yang menarik untuk dipahami.

Publik tidak sedang mengadili Budiman sebagai pejabat, tetapi sebagai mantan aktivis

Nama Budiman Sudjatmiko membawa beban sejarah yang besar. Saat menjadi aktivis reformasi, Budiman dikenal berani melawan kekuasaan.

Karena itu, ketika sekarang ia berada di dalam pemerintahan, sebagian orang tetap berharap ia mempertahankan posisi kritis yang sama.

Dalam diskusi di Semarang, mahasiswa bahkan secara terbuka mempertanyakan apakah Budiman masuk ke dalam kekuasaan untuk menjinakkan kekuasaan atau justru dijinakkan oleh kekuasaan.

Akibatnya, kritik yang muncul bukan hanya terhadap isi perdebatan, tetapi terhadap apa yang dianggap sebagai “perubahan identitas” seorang aktivis.

Fenomena “Pahlawan yang berpindah kubu”

Dalam sosiologi politik, ada fenomena ketika seorang tokoh perlawanan masuk ke dalam sistem yang dahulu ia kritik.

Ketika itu terjadi, publik biasanya terbagi menjadi dua:
Kelompok pertama melihatnya sebagai langkah strategis untuk melakukan perubahan dari dalam.

Kelompok kedua melihatnya sebagai bentuk kompromi terhadap kekuasaan.

Perdebatan Budiman dengan mahasiswa sebenarnya memperlihatkan benturan dua cara pandang tersebut.

Mahasiswa melihat diri mereka sebagai pewaris tradisi kritik

Mahasiswa Indonesia memiliki memori kolektif yang kuat tentang gerakan 1966, 1974, 1998, dan berbagai gerakan sosial lainnya.

Ketika seorang mantan aktivis dianggap kurang responsif terhadap kritik, reaksi emosional biasanya lebih besar dibanding jika hal yang sama dilakukan oleh politisi biasa.

Karena itu, perdebatan tersebut dengan cepat berubah menjadi simbol:
“Aktivis lama berhadapan dengan aktivis muda.”

Mengapa sampai muncul tuntutan pencopotan?

Secara politik, tuntutan pencopotan bukan selalu berarti publik yakin pejabat tersebut harus diberhentikan.

Sering kali tuntutan itu merupakan bentuk ekspresi kekecewaan moral.

Sejumlah pengkritik menilai gaya komunikasi Budiman dalam forum tersebut tidak menunjukkan keterbukaan yang mereka harapkan dari seorang mantan aktivis dan pejabat publik.

Karena itu muncul seruan agar Presiden mengevaluasi jabatannya.

Pelajaran yang bisa diambil

Peristiwa ini menunjukkan satu kenyataan penting:

Semakin besar sejarah perjuangan seseorang, semakin tinggi pula standar moral yang dibebankan publik kepadanya.

Ketika seorang mantan aktivis menjadi pejabat, masyarakat tidak hanya menilai kebijakannya, tetapi juga konsistensi antara masa lalunya dan sikapnya hari ini.

Karena itulah perdebatan yang mungkin sebenarnya biasa dalam sebuah forum diskusi berubah menjadi isu nasional.

Yang sedang diperdebatkan bukan hanya argumen, melainkan makna “kesetiaan terhadap idealisme”.

Bagi banyak orang, pertanyaan yang muncul bukan lagi: “Apakah Budiman menang atau kalah debat?” Melainkan: “Apakah seorang aktivis masih bisa tetap menjadi aktivis ketika ia sudah berada di dalam kekuasaan?”

Dan pertanyaan itu sudah menjadi perdebatan panjang dalam sejarah politik dunia, jauh sebelum Budiman Sudjatmiko mengalaminya hari ini. [***]

Tags: AktivisBudimanBudiman SudjatmikosegarisSegaris.coSudjatmiko
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

Siapa berhak menentukan posisi politik PDI Perjuangan?

by Ingot Simangunsong
19 Juni 2026 | 10:38 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong SECARA prinsip demokrasi, PDI Perjuangan berhak menentukan posisinya sendiri, apakah menjadi bagian dari pemerintahan, menjadi oposisi,...

Read more
News

Wakil Bupati Taput canangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026

by Ingot Simangunsong
18 Juni 2026 | 14:25 WIB
0

https://youtube.com/shorts/xa-JiW6M8oo?si=Gt8etk85nXceMXDC TAPANULI UTARA -- SEGARIS.CO -- WAKIL BUPATI Tapanuli Utara (Taput) Deni Parlindungan Lumbantoruan, mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026...

Read more
News

Bane Raja Manalu salurkan beasiswa PIP Aspirasi

by Ingot Simangunsong
18 Juni 2026 | 13:48 WIB
0

PEMATANGSIANTAR -- SEGARIS.CO -- ANGGOTA DPR RI Bane Raja Manalu kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan menyalurkan beasiswa Program...

Read more
News

Wali Kota tinjau lokasi kebakaran Pasar Dwikora, 311 kios dilaporkan terbakar

by Ingot Simangunsong
18 Juni 2026 | 12:57 WIB
0

PEMATANGSIANTAR – SEGARIS.CO -- WALI Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, meninjau langsung lokasi kebakaran Pasar Dwikora di Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar...

Read more
News

‎Bupati Taput tekankan pendidikan karakter di tengah era AI

by Ingot Simangunsong
16 Juni 2026 | 08:31 WIB
0

TAPANULI UTARA -- SEGARIS.CO --‎ BUPATI Tapanuli Utara (Taput) Jonius TP Hutabarat menegaskan, pentingnya pendidikan karakter dan integritas di tengah...

Read more
News

17 pejabat administrator di Pemkab Taput dilantik

by Ingot Simangunsong
16 Juni 2026 | 07:52 WIB
0

TAPANULI UTARA -- SEGARIS.CO -- PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara melantik 17 pejabat administrator untuk memperkuat birokrasi yang profesional. Wakil...

Read more

Berita Terbaru

News

Siapa berhak menentukan posisi politik PDI Perjuangan?

19 Juni 2026 | 10:38 WIB
News

Wakil Bupati Taput canangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026

18 Juni 2026 | 14:25 WIB
News

Bane Raja Manalu salurkan beasiswa PIP Aspirasi

18 Juni 2026 | 13:48 WIB
News

Wali Kota tinjau lokasi kebakaran Pasar Dwikora, 311 kios dilaporkan terbakar

18 Juni 2026 | 12:57 WIB
Kolom

Dharma Pongrekun vs UU Kesehatan: Melindungi Rakyat atau Melemahkan Penanganan Wabah?

17 Juni 2026 | 06:40 WIB
News

‎Bupati Taput tekankan pendidikan karakter di tengah era AI

16 Juni 2026 | 08:31 WIB
News

17 pejabat administrator di Pemkab Taput dilantik

16 Juni 2026 | 07:52 WIB
News

“Budiman, mahasiswa, dan harga sebuah konsistensi”

16 Juni 2026 | 01:52 WIB
Kolom

Dari Pengkritik menjadi Pemuji: Perjalanan sunyi seorang aktivis

16 Juni 2026 | 00:45 WIB
News

Hadiri Ibadah HKI Minggu II Dung Trinitatis, Wabup: “Menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab”

15 Juni 2026 | 09:39 WIB
SEREMONI

Ujian kenaikan sabuk Kyu Wadokai, Bupati Taput : “Bagian penting dari proses pembentukan karakter”

15 Juni 2026 | 06:36 WIB
Tak Berkategori

Parheheon Sekolah Minggu HKBP Ressort Onan Hasang, anak-anak penerus pembangunan

14 Juni 2026 | 21:03 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita