Segaris.co
Senin, 21 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir
Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (KORNAS)

Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (KORNAS)

PLAYING VICTIM elit PARTAI NASDEM

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
27 Desember 2022 | 19:14 WIB
in Buah Pikir

Catatan | Sutrisno Pangaribuan

 

PERNYATAAN Effendy Choirie tentang aksi penolakan sekelompok orang warga terhadap Capres Partai Nasdem, Anies Baswedan saat hendak menghadiri pernikahan di Solo sebagai rekayasa perlu disikapi.

“Nggak ada masalah, itu rekayasa semua. Nanti mereka akan capek sendiri. Nggak apa- apa, Mas Anies makin dizalimi makin bagus . Kesabarannya makin tebal, makin dicintai Allah, selanjutnya Allah akan mengabulkan doanya”. Ujar Gus Choi.

Pernyataan Gus Choi ini semakin menambah daftar panjang “strategi playing victim Partai Nasdem” sejak melakukan deklarasi calon presiden.

Sejak bergaul dengan SBY, Partai Nasdem semakin tertarik menggunakan strategi yang dianggap sukses mengantarkan SBY menjadi Presiden RI dua periode.

Pernyataan Gus Choi tentang aksi penolakan di Solo sebagai rekayasa justru membantu publik dalam melakukan identifikasi aksi dan pelakunya.

Berikut adalah sejumlah peristiwa yang diyakini sebagai strategi playing victim, yang sedang dimainkan untuk menjadikan Partai Nasdem dan Capresnya, Anies Baswedan berlaku sebagai korban, yaitu:

  1. Aksi bentang spanduk “Jogja Tolak Politik Identitas” yang bertebaran di Kecamatan Mlati, Sleman, Yogyakarta, Rabu (16/11/2022) yang bersamaan dengan kegiatan Deklarasi Forum Kabah Membangun (FKM) di Gedung Grand Pasific Jalan Magelang, Kecamatan Mlati, Sleman, Yogyakarta.
  2. Aksi penolakan Aliansi Mahasiswa Masyarakat dan Santri Kabupaten Ciamis di Gapura Selamat Datang Ciamis, Sabtu (19/11/2022) yang bersamaan dengan kegiatan Proprov Jawa Barat di Kabupaten Ciamis.
  3. Aksi penolakan sekelompok orang yang tergabung dalam Gerakan Priangan Timur untuk Pemilu Damai (GPTD), Tasikmalaya, Sabtu (19/11/2022).
  4. Pencabutan izin penggunaan Taman Ratu Safiatuddin yang dilakukan oleh Kadisbudpar Kota Banda Aceh pada Rabu (30/11/2022) untuk kegiatan safari politik, karena taman sedang dalam proses rehabilitasi dan perawatan.
  5. Aksi penolakan kedatangan Anies Baswedan di Bundaran Lambaro, Aceh Besar, yang dilakukan oleh Aliansi Milenial Cinta Demokrasi pada Jumat (02/12/2022). Aksi yang sempat hendak memicu “tawuran” antara peserta aksi dengan dengan Garda Pemuda Nasdem tersebut tidak terjadi.
  6. Aksi penolakan kedatangan Anies Baswedan di Riau yang dilakukan oleh Koalisi Mahasiswa Riau Peduli Demokrasi (KMRPD) di kantor KPU Riau Jumat (02/12/2022) tentang kegiatan safari politik Anies Baswedan di Riau.
  7. Aksi sekelompok orang yang menamakan diri Masyarakat Solo Raya menolak kedatangan Anies Baswedan di Kota Solo, Minggu (25/12/2022).
  8. Isu tentang perombakan kabinet yang memunculkan spekulasi tentang pencopotan sejumlah Menteri dari Partai Nasdem yang hingga saat ini belum pernah ditanggapi Presiden Joko Widodo.

Dari rangkaian peristiwa tersebut, Partai Nasdem sedang membangun “playing victim” bagi Partai Nasdem dan Capres Anies Baswedan.

Strategi ini diyakini untuk melengkapi sejumlah manuver politik dalam rangka memenangkan Pemilu 2024.

Bagi Partai Nasdem, kemenangan Pemilu 2024 menjadi tujuan utama, meski pun harus menggunakan berbagai cara.

Agar strategi “playing victim” elit Partai Nasdem ini tidak mengganggu Pemilu 2024, maka Kongres Rakyat Nasional ( KORNAS ) menyampaikan pandangan sebagai berikut:

  1. Partai Nasdem maupun tim Anies Baswedan diminta untuk melaporkan berbagai aksi penolakan tersebut kepada institusi penegak hukum, untuk memastikan motif dan pelaku, bahkan aktor intelektual berbagai aksi penolakan tersebut.
  2. Tuduhan Gus Choi tentang adanya rekayasa sebagaimana disampaikan dalam merespon aksi penolakan di Solo harus dibuktikan. Jika Gus Choi tidak dapat membuktikan pernyataan tersebut, maka Gus Choi sedang menebar hoax yang dapat mengganggu ketertiban umum.
  3. Pernyataan Gus Choi tentang: “Mas Anies dizalimi makin bagus”, sebagai bukti bahwa Partai Nasdem sendiri justru menikmati dan menginginkan berbagai aksi penolakan tersebut. Jika aksi penolakan dianggap sebagai tindakan “zalim”, harusnya dilaporkan kepada institusi penegak hukum yang dapat menghentikan tindakan zalim, bukan malah disyukuri dan dinikmati.
  4. Sebagai partai politik yang sudah ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2024, Partai Nasdem seharusnya mematuhi jadwal dan tahapan Pemilu 2024. Perkenalan dan sosialisasi Capres dapat dilakukan secara internal, kecuali Partai Nasdem ingin mengambil dua peran sekaligus, yakni menjadi partai politik dan organisasi relawan Capres Anies Baswedan.
  5. Hingga saat ini, Presiden Joko Widodo belum pernah menyebut akan melakukan perombakan kabinet. Perombakan kabinet justru sengaja dihembuskan oleh elit Partai Nasdem sendiri dalam strategi “playing victim”. Strategi ini berhasil digunakan SBY dicopot dari Menteri oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dalam memenangkan Pilpres 2004.

Pemungutan Suara Pemilu 2024 akan berlangsung 413 hari lagi, KPU baru saja menyelesaikan tahapan penetapan partai peserta Pemilu 2024.

Tahapan pencalonan Presiden dan Wakil Presiden oleh partai politik atau gabungan partai politik berlangsung 19 Oktober 2023 sampai dengan 25 November 2023. maka partai politik seharusnya mematuhi seluruh tahapan dan jadwal Pemilu 2024 yang sudah ditetapkan KPU RI.

Jika kemudian Partai Nasdem menjadi satu- satunya partai politik yang sudah keliling memperkenalkan dan sosialisasi Capres 2024, maka sesungguhnya Partai Nasdem sedang mengambil peran atau berubah menjadi organisasi relawan atau simpatisan Capres.

Atau mungkin Partai Nasdem ingin mengambil keuntungan politik dari para pendukung dan loyalis Anies Baswedan, sehingga harus menegaskan diri sebagai partai pertama dan utama pengusung dan pendukung Anies Baswedan.

Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (KORNAS)

 

Tags: Anies BaswedanElitNasDemPartai
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

by Ingot Simangunsong
18 September 2026 | 17:18 WIB
0

Catatan | Herry Chandra, ST  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kulon Nuwun, DARI tanah Habonaron Do Bona Simalungun yang subur, tempat nenek...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Timoty Situmorang, telusuri silsilah Op Tuan Situmorang

by Ingot Simangunsong
25 Agustus 2026 | 07:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   TIMOTY SITUMORANG, 27 tahun, lahir di Kota Medan, tetapi dia sangat pasih berbahasa Batak. Anak...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Tingkat inflasi Sumut tinggi, TANGGUNG JAWAB SIAPA?

by Ingot Simangunsong
16 Agustus 2026 | 22:51 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan Kantor Gubernur Sumut BERDASARKAN Perda No.10 Tahun 2025 Tentang Perubahan Atas Perda No.8 Tahun 2022 Tentang...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Warga HKBP dijanjikan Sekda, ternyata hanya tiga bulan

by Ingot Simangunsong
3 Agustus 2026 | 14:28 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan SETELAH skenario awal menjadikan Topan Ginting sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) kandas. Bobby...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Stop pencitraan! Tidak ada urgensi Bobby-Surya berkantor di Nias

by Ingot Simangunsong
31 Juli 2026 | 15:06 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan AKSI Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution dan Surya berkantor di Pulau Nias hanya...

Read more

Berita Terbaru

News

Roy Yantho Simangunsong terpilih aklamasi pimpin IKADIN Pematangsiantar 2026-2029

19 September 2026 | 17:56 WIB
News

Teken komitmen antikorupsi bersama KPK, Sutrisno: Jangan berhenti jadi seremonial

18 September 2026 | 21:18 WIB
Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

18 September 2026 | 17:18 WIB
News

AKBP Dhana Noer Kurniawan pimpin Polres Pematangsiantar

18 September 2026 | 16:53 WIB
News

Bantah pungutan SPP, MAN 2 Tanjungpura justru disorot soal iuran Rp75 ribu per siswa

18 September 2026 | 14:45 WIB
News

Wali Kota Pematangsiantar apresiasi pengabdian AKBP Sah Udur, sambut Kapolres baru

18 September 2026 | 13:43 WIB
News

Ke mana Nusron Wahid? Keberadaan Menteri ATR/BPN masih jadi sorotan

18 September 2026 | 13:34 WIB
News

Pemkab Tapanuli Utara dorong pariwisata dan ekonomi kreatif di era digital

17 September 2026 | 15:32 WIB
News

Nusron Wahid belum tersangka, KPK masih dalami keterkaitan dalam kasus OTT HGB Bogor

17 September 2026 | 13:24 WIB
News

Komite MAN 2 Langkat bantah tuduhan pungli SPP, tegaskan dana bersumber dari sumbangan wali siswa

16 September 2026 | 17:11 WIB
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

16 September 2026 | 16:03 WIB
News

Nusron Wahid tak terjaring OTT, 4 orang kepercayaannya jadi tersangka kasus HGB

16 September 2026 | 07:48 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus