TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO –PEMERINTAH Kabupaten Tapanuli Utara komit meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan peran bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Hal itu terungkap pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) sekaligus Seminar Sehari yang digelar Pengurus Daerah IBI Cabang Tapanuli Utara di Gedung Sopo Partungkoan, Tarutung, Rabu (12/8/2026).
Bupati Tapanuli Utara Jonius TP Hutabarat, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan David Sipahutar menegaskan, bahwa bidan merupakan mitra kerja yang sangat strategis bagi pemerintah daerah.
Peran bidan dinilai sangat vital dalam mendukung keberhasilan program prioritas daerah, mulai dari percepatan penurunan stunting, penekanan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), hingga perluasan pelayanan Keluarga Berencana (KB).
”Usia 75 tahun merupakan perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Bidan tidak hanya membantu proses persalinan, tetapi hadir mendampingi perempuan dalam setiap tahapan kehidupannya. Kolaborasi adalah kunci agar pelayanan kebidanan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Bupati.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, penerapan pelayanan medis yang ramah tanpa membeda-bedakan status sosial, pemanfaatan teknologi kesehatan, serta komitmen pelayanan hingga ke wilayah terpencil.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK, Neny Angelina JTP Hutabarat, mengapresiasi ketulusan dan ketangguhan para bidan yang melayani hingga ke dusun-dusun terpencil.
Neny mendorong penguatan sinergi antara bidan desa dan program PKK, khususnya melalui Pokja IV.
Guna mengatasi tantangan keterjangkauan layanan kesehatan di kawasan pelosok seperti Kecamatan Garoga, Pangaribuan, Neny mengusulkan terobosan pemberian beasiswa pendidikan kebidanan bagi putra-putri daerah setempat.
Langkah ini diharapkan dapat melahirkan tenaga kesehatan lokal yang siap kembali dan membangun desa kelahirannya.
”Bidan adalah garda terdepan di bidang kesehatan. Anak-anak yang sehat dan berhasil lahir dari pelayanan yang diberikan dengan tulus dari hati. Kita ingin bidan desa dan PKK terus bergandengan tangan wujudkan keluarga sehat dan mandiri di Tapanuli Utara,” ujar Neny Angelina.
Ketua IBI Cabang Tapanuli Utara, Marni Siregar, menegaskan kesiapan seluruh jajaran bidan di Taput untuk menyukseskan program prioritas pemerintah.
Hal ini mencakup pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita demi mengawal lahirnya Generasi Emas 2045.
Puncak peringatan HUT ke-75 IBI ini juga dirangkaikan dengan laporan aksi sosial yang telah dilaksanakan sejak Juni 2026.
Kegiatan nyata masyarakat tersebut meliputi kunjungan kesehatan keliling, edukasi gizi dan pencegahan anemia, pemeriksaan ibu dan anak, pemberian imunisasi, pelayanan KB, serta aksi donor darah yang melibatkan lintas organisasi. [Martua Situmorang/***]






