Segaris.co
Kamis, 8 Januari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Fenomena pejabat tinggi negara berdebat di Media Sosial: Antara transparansi dan krisis Etika Publik

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
7 Oktober 2025 | 13:28 WIB
in Kolom
ADVERTISEMENT

Oleh | Ingot Simangunsong

DALAM beberapa tahun terakhir, ruang publik Indonesia semakin bising oleh perdebatan para pejabat tinggi negara di media sosial.

Platform seperti X (Twitter), Instagram, hingga TikTok kini bukan hanya menjadi ajang komunikasi publik, tetapi juga arena adu argumentasi, saling sindir, bahkan saling membuka aib antarpejabat.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah ini bentuk keterbukaan informasi, atau justru tanda kemunduran etika kepemimpinan?

Media Sosial dan Transformasi Komunikasi Politik

Tak bisa dipungkiri, media sosial telah mengubah cara pejabat berinteraksi dengan rakyat.

Dengan satu unggahan, seorang menteri bisa menjangkau jutaan warga tanpa perlu perantara media massa.

Transparansi meningkat, publik dapat langsung menilai sikap, ide, dan kebijakan seorang pejabat.

Namun, perubahan cepat ini juga melahirkan sisi gelap: ketika ego politik dan kepentingan pribadi lebih menonjol daripada tanggung jawab institusional.

Banyak pejabat tampak lebih sibuk mempertahankan citra pribadi daripada menyampaikan kinerja lembaga.

Media sosial pun bergeser dari alat komunikasi publik menjadi panggung pertunjukan ego, tempat “adu gengsi” dan “saling bongkar borok” di hadapan rakyat.

Krisis Keteladanan dan Dampak bagi Publik

Ketika pejabat publik saling menyerang di ruang digital, dampaknya lebih besar dari sekadar sensasi sesaat.

Pertama, masyarakat kehilangan figur teladan. Rakyat yang semestinya mendapat contoh sikap dewasa justru disuguhi tontonan konflik personal yang tidak produktif.

Kedua, wibawa institusi negara ikut tercoreng. Perdebatan terbuka antara pejabat satu kementerian dengan kementerian lain menimbulkan kesan bahwa koordinasi pemerintahan rapuh dan ego sektoral lebih dominan daripada semangat kolektif.

Fenomena ini juga berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah secara keseluruhan.

Di era keterbukaan informasi, kredibilitas tak hanya dibangun dari prestasi, tetapi juga dari perilaku komunikasi yang mencerminkan integritas dan kedewasaan.

Seharusnya: Etika Komunikasi dan Tata Kelola Digital bagi Pejabat

Seorang pejabat negara bukanlah influencer yang bebas berpendapat tanpa konsekuensi.

Setiap kata, unggahan, atau komentar membawa bobot institusional. Karena itu, perlu adanya etika komunikasi publik digital yang lebih tegas — bukan untuk membungkam, tetapi untuk menjaga marwah jabatan.

Idealnya, perbedaan pandangan antarlembaga diselesaikan di ruang koordinasi resmi, bukan di lini masa media sosial.

Jika pun perlu menyampaikan klarifikasi atau tanggapan kepada publik, seharusnya dilakukan dengan bahasa yang beradab, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi.

Selain itu, pemerintah dapat mendorong pelatihan literasi digital dan komunikasi publik bagi pejabat.

Tujuannya agar mereka memahami bahwa setiap unggahan memiliki dampak sosial dan politik yang luas.

Media sosial semestinya menjadi sarana memperkuat kepercayaan publik, bukan ajang pamer konflik antarpejabat. Keterbukaan bukan berarti kebablasan.

Pejabat publik di era digital perlu menyeimbangkan transparansi dengan etika, serta profesionalisme dengan tanggung jawab moral.

Sebab, di mata rakyat, pemimpin yang bijak bukan yang paling keras berbicara — tetapi yang paling tenang dalam menyelesaikan persoalan.

 

Penulis, Ingot Simangunsong, Pimpinan Redaksi Mediaonline Segaris.co

 

Tags: DebatEtikaMedia SosialPubliksegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Kolom

“60 tahun Implan Gigi: Antara harapan senyum indah dan kisah yang tak terungkap”

by Ingot Simangunsong
20 Oktober 2025 | 15:22 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong SEJAK 1965, ketika Prof. Per-Ingvar Brånemark dari Swedia pertama kali berhasil menanam implan gigi titanium pada...

Read more
Kolom

Bukan dari Amerika, tapi dari Swedia! Ini penemu Implan Gigi Pertama di Dunia!

by Ingot Simangunsong
20 Oktober 2025 | 14:50 WIB
0

Oleh | Ingot Simangunsong METODE implan gigi (dental implant) pertama kali diperkenalkan secara ilmiah dan berhasil diterapkan di dunia kedokteran...

Read more
Kolom

Tak sekadar tren, ini risiko di balik IMPLAN GIGI

by Ingot Simangunsong
20 Oktober 2025 | 14:20 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong BEBERAPA faktor yang mendorong peningkatan popularitas pemasangan implan gigi: Kemajuan teknologi kedokteran gigi: Misalnya di RS Pondok Indah...

Read more
Kolom

Asal-usul, dan proses pengajuan RUU Perampasan Aset

by Ingot Simangunsong
10 Oktober 2025 | 06:21 WIB
0

Oleh | Ingot Simangunsong RANCANGAN Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset tidak lahir dari satu individu tertentu, melainkan melalui proses panjang...

Read more
Kolom

bukan POLITIK KEBERANIAN

by Ingot Simangunsong
5 Oktober 2025 | 10:35 WIB
0

Oleh | Ingot Simangunsong KETIDAKTEGASAN para pimpinan partai politik dalam mengesahkan RUU Perampasan Aset telah membuka wajah asli politik kita:...

Read more
Kolom

Di balik dana BOS, Kepala Sekolah dalam pusaran korupsi

by Ingot Simangunsong
4 Oktober 2025 | 10:19 WIB
0

Oleh | Ingot Simangunsong SETIAP awal tahun ajaran, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) selalu menjadi harapan. Triliunan rupiah yang digelontorkan...

Read more

Berita Terbaru

News

Wali Kota Pematangsiantar hadiri penutupan Dikmaba TNI AD dan ikuti Vicon Panen Raya Nasional

7 Januari 2026 | 17:40 WIB
News

Pemerintah fokus tangani sungai dan infrastruktur terdampak bencana di Tapanuli Utara

7 Januari 2026 | 11:19 WIB
News

Oktavianus Sitio: “Suksesi dan agenda politik Partai Golkar ke depan di tangan tokoh muda”

7 Januari 2026 | 07:20 WIB
News

Pemprov Sumut bungkam soal bantuan untuk korban bencana alam dikenakan biaya Rp2,4 juta

7 Januari 2026 | 03:57 WIB
News

Wesly Silalahi tekankan penyusunan program kerja terukur di awal 2026

5 Januari 2026 | 12:43 WIB
News

Bupati Taput lantik 21 pejabat: Tegaskan loyalitas, kinerja, dan percepatan pelayanan publik

31 Desember 2025 | 07:21 WIB
News

Bupati Taput hadiri Rakor Pembangunan Huntap, usulkan 224 unit bagi warga terdampak bencana

29 Desember 2025 | 11:56 WIB
News

Wali Kota gelar Open House Natal, ajak warga perkuat persaudaraan dan kepedulian sosial

27 Desember 2025 | 16:42 WIB
News

KLHK siapkan Sanksi Administratif untuk Pemkab Kudus terkait pengelolaan TPA

27 Desember 2025 | 07:30 WIB
News

Natal PKK Pematangsiantar jadi momentum penguatan nilai keluarga dan kebersamaan

24 Desember 2025 | 08:17 WIB
News

Ahmad Doli: DPP ingin Musda Golkar Sumut berjalan kondusif

23 Desember 2025 | 16:10 WIB
News

Bupati Taput sambut kunjungan Pangdam I/Bukit Barisan di Bandara Silangit

23 Desember 2025 | 11:23 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita