Segaris.co
Minggu, 18 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

Siapa para KORUPTOR di balik Aksi Indonesia Gelap dan Tagar #KaburAjaDulu?

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
21 Juli 2025 | 16:42 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Sutrisno Pangaribuan

PRESIDEN RI, Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan mengejutkan tentang aksi mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil serentak yang bertajuk “Indonesia Gelap” dan tagar #KaburAjaDulu.

Prabowo menyebut para koruptor berada di balik gerakan demonstrasi yang digagas oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) tersebut.

“Rakyat Indonesia menangkap siapa pemimpin yang benar dan siapa yang tidak benar. Memang ada usaha tadi, memiliki teknologi, menggunakan uang, menggunakan sosmed, membayar pakar-pakar, nyinyir, menghidupkan pesimisme. Saya geleng-geleng kepala. Ada orang-orang yang berperan sebagai orang pinter, berperan sebagai pemimpin, tetapi yang disebarkan adalah pesimisme,” kata Prabowo dalam sambutannya di Kongres Partai Soldaritas Indonesia (PSI) di Solo, Jawa Tengah, Minggu (20/7/2025).

Selanjutnya Prabowo mengatakan: “Indonesia gelap, kabur aja deh. Kabur aja lu. Emang gampang lu di situ, di luar negeri? Di mana lu? Lu dikejar-kejar di situ lu,” lalu Prabowo menyatakan: “Dan ternyata memang ini adalah rekayasa. Ini dibuat-buat. Ini dibayar. Oleh siapa? oleh mereka-mereka yang ingin Indonesia selalu gaduh, Indonesia selalu miskin.”

Prabowo kemudian menyebut para koruptor merupakan aktor di balik gerakan tersebut. Prabowo menegaskan Indonesia tidak gelap, melainkan cerah dan memiliki kekayaan besar.

“Ya, koruptor-koruptor itu yang membiayai demo-demo itu. Indonesia gelap, Indonesia gelap. Sorry ye, Indonesia cerah. Masa depan Indonesia cerah. Saya sudah lihat angka-angkanya, kekayaan kita luar biasa, tinggal kita bisa mengelola atau tidak, tinggal kita berani atau tidak,” ujar Prabowo.

Belum lama berselang, pada puncak aksi BEM SI yang  bertajuk “Indonesia Gelap”, Kamis (20/2/2025), sebagai kelanjutan dari aksi yang berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025), BEM SI menyuarakan kekhawatiran serta kekecewaan terhadap kebijakan negara di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Situasi negara dinilai sudah “makin gelap” akibat kebijakan-kebijakan yang ada.

Tuntutan BEM SI dalam aksi “Indonesia Gelap” saat itu adalah sebagai berikut:

Kaji Ulang Inpres No. 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025

Tranparansi status pembangunan dan pajak rakyat

Evaluasi besar-besaran program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Tolak revisi Rancangan Undang-Undang tentang perubahan keempat atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara atau RUU Minerba

Tolak dwifungsi TNI

Sahkan RUU Perampasan Aset

Tingkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan secara nasional

Tolak impunitas dan tuntaskan pelanggaran HAM berat

Tolak cawe-cawe Jokowi dalam pemerintahan Prabowo.

Membaca tuntutan aksi “Indonesia Gelap” mahasiswa tersebut, maka pernyataan Presiden Prabowo tersebut menjadi tamparan di wajah mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil.

Sebab Prabowo mengatakan gerakan demonstrasi tersebut rekayasa, dan dibiayai oleh pihak tertentu yang menginginkan Indonesia selalu gaduh.

Pernyataan terbuka Presiden Prabowo Subianto terhadap aksi bertajuk “Indonesia Gelap” yang digelar oleh mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil sebagai rekayasa dan dibiayai oleh koruptor, tentu bukan semata- mata tuduhan.

Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara memiliki perangkat dalam mengumpulkan informasi hingga disimpulkan bahwa aksi mahasiswa yang digelar oleh mahasiswa dan kelompok Masyarakat sipil yang bertajuk “Indonesia Gelap” dan tagar #KaburAjaDulu diinisiasi dan dibiayai oleh para koruptor.

Jika pernyataan Presiden Prabowo benar, maka tidak ada lagi harapan bagi masa depan bangsa ini, sebab mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil sebagai benteng terakhir dalam melawan koruptor, ternyata sudah bekerjasama.

Tetapi jika tuduhan aksi tersebut diinisiasi dan dibiayai oleh para koruptor tidak benar, maka mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil harus menjadikan pernyataan Presiden Prabowo sebagai amunisi untuk menghabisi para koruptor.

Mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil harus segera bertemu dengan Presiden Prabowo untuk mengenali secara bersama para koruptor yang dituduh menginisiasi dan membiayai aksi bertajuk “Indonesia Gelap” dan tagar #KaburAjaDulu tersebut.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) diminta untuk merespon pernyataan Presiden Prabowo yang telah menyebut para koruptor sebagai dalang dan donatur dari aksi bertajuk “Indonesia Gelap” dan tagar #KaburAjaDulu.

Polri dan Kejagung harus bergerak cepat untuk mengungkap dan menangkap para koruptor yang disebut Presdien Prabowo menginisiasi dan membiayai aksi mahasiswa bertajuk “Indonesia Gelap” dan tagar #KaburAjaDulu.

Pernyataan Presiden dapat berkonsekuensi hukum, baik kepada Presiden yang menyatakan (menuduh), baik kepada mahasiswa, kelompok Masyarakat sipil dan para koruptor yang dituduh.

Sebagai alat negara, maka Polri dan Kejagung, diminta atau tidak, harus mengejar para koruptor yang disebut Kepala Negara Prabowo Subianto menginisiasi dan membiayai aksi mahasiswa bertajuk “Indonesia Gelap” dan tagar #KaburAjaDulu.

Seperti pernyataan Presiden Prabowo bahwa Indonesia cerah, maka para koruptor yang dituduh oleh Presiden Prabowo harus dicari Polri dan Kejagung agar tidak selalu berlindung di balik ruang-ruang gelap.

Apakah ruang-ruang gelap para koruptor itu ada di tahanan KPK, Kejagung, Polri, atau sudah berada di lembaga pemasyarakatan, atau justru masih sedang berada di kantor-kantor pemerintahan? Sebab para koruptor seperti dinyatakan oleh Presiden Prabowo adalah setiap orang yang karena jabatan dan kewewenangannya (penyelenggara negara/ pemerintahan) melakukan tindakan penyelewengan dan penyalahgunaan uang negara untuk kepentingan pribadi atau orang lain.l

 

Senin, 21 Juli 2025

Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas)

 

 

Tags: GelapIndonesiaPrabowo SubiantosegarisSegaris.coSutrisno Pangaribuan
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Menanti keberanian Jaksa menangkap para perampok uang Jalan Tol Medan- Binjai

by Ingot Simangunsong
11 Oktober 2026 | 11:54 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan  BEBERAPA waktu yang lalu, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan telah...

Read more
Buah Pikir

PR besar penataan Telekomunikasi, butuh solusi bersama 

by Ingot Simangunsong
6 Oktober 2026 | 10:10 WIB
0

Oleh | Herry Chandra, ST Pimpinan PT Hydra Media Indonesia. Tim Hydra Net DUNIA telekomunikasi Indonesia sedang tumbuh pesat. Kebutuhan...

Read more
Buah Pikir

“Bupati sehari”

by Ingot Simangunsong
28 September 2026 | 07:19 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   OLIMPIADE Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara diselenggarakan Dinas Pendidikan Sabtu, 19...

Read more
Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

by Ingot Simangunsong
18 September 2026 | 17:18 WIB
0

Catatan | Herry Chandra, ST  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kulon Nuwun, DARI tanah Habonaron Do Bona Simalungun yang subur, tempat nenek...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Timoty Situmorang, telusuri silsilah Op Tuan Situmorang

by Ingot Simangunsong
25 Agustus 2026 | 07:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   TIMOTY SITUMORANG, 27 tahun, lahir di Kota Medan, tetapi dia sangat pasih berbahasa Batak. Anak...

Read more

Berita Terbaru

News

Tiga warga apresiasi Daud Simanjuntak, keluhan infrastruktur cepat ditindaklanjuti

18 Oktober 2026 | 08:46 WIB
News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus