Segaris.co
Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News

Pilkada Simalungun, Ngatidjan Toha: “Tego larane neng ora tego patine”

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
6 September 2024 | 15:03 WIB
in News

PEMATANGSIANTAR — SEGARIS.CO — SESEPUH etnis Jawa Kabupaten Simalungun, NGATIDJAN TOHA — mantan Ketua PPP Simalungun, pernah Wakil Ketua dan anggota DPRD Simalungun — menyebutkan, agar masyarakat yang memiliki hak pilih dan sudah masuk dalam daftar pemilih tetap [DPT] di Kabupaten Simalungun pada hari H 27 November 2024, untuk menetapkan pilihannya kepada calon pemimpin yang menghargai, bukan yang membutuhkan.

Hal tersebut disampaikan Ngatidjan Toha secara khusus kepada Segaris.co di Jalan Melanthon Siregar, Kota Pematangsiantar, Kamis (05/09/2024).

Pernyataan itu juga disebutkan Ngatidjan Toha, terkait pasca batalnya surat keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang menunjuk kader PDIP, Herry Chandra sebagai calon wakil bupati di Pilkada Kabupaten Simalungun.

Aduan dugaan ijazah palsu anggota DPRD Pematangsiantar masih tertahan di Polda Sumut

Membicarakan masalah yang dihadapi Herry Chandra, Ngatidjan Toha menyampaikan dua filosofi Jawa, yakni: Tego larane neng ora tego patine (Kita masih bisa diam melihat orang teraniaya, tapi kita tidak bisa diam melihat kematiannya), dan Dudu sanak Dudu kadang yen mati Melu kelangan (Bukan saudara, bukan teman, tapi klo meninggal kita ikut kehilangan).

“Kedua filsofi tersebut menunjukkan betapa kuatnya hubungan kekerabatan yang menjunjung tinggi nilai solidaritas, senasib sepenanggungan, terhadap sesama,sepanjang itu bernilai positif dan tidak melanggar hukum,” kata Ngatidjan Toha.

Dinaikkan kemudian dijatuhkan

Kuatnya hubungan kekerabatan itulah, yang disebutkan Ngatidjan Toha sebagai alat dorong menunjukkan rasa keprihatinan sesama etnis Jawa terhadap apa yang dialami langsung oleh Herry Chandra di pusaran politik Pilkada Kabupaten Simalungun yang akan digelar.pada 27 November 2024.

Menurut Ngatidjan Toha, bahwa Herry Chandra, mendapatkan proses politik yang sangat memprihatinkan, dimana dianya yang sudah dinaikan pada ketinggian di 14 Agustus, dalam waktu singkat, 12 hari, dijatuhkan.

“Ketika diumumkan bahwa Herry Chandra menjadi Wakil Bupati, Putra Jawa yang berkedudukan di Sumatera, secara.khusus Kabupaten Simalungun, merasa sangat gembira karena Herry Chandra menjadi simbol keterwakilan etnis Jawa dalam pemerintahan. Artinya, Herry Chandra akan menjadi ikon dimana etnis Jawa tidak lagi berada pada tataran objek, tetapi sudah menjadi subjek,” kata Ngatidjan Toha.

Menurut Ngatidjan Toha, jika akhirnya harus dijatuhkan, ya sebaiknya sejak awal tidak perlu diajukan, karena dampaknya kan tidak hanya kepada Herry Chandra saja.

Value, dibutuhkan dan dihargai

Ngatidjan Toha menyebutkan, bahwa dalam sosial kemasyarakatan, setiap orang memiliki value [nilai-nilai] yang dibungkus dengan apa yang disebut akhlak, etika dan moral.

“Ketika akhlak, etika dan moral kita sudah tidak ada, itu artinya kita sudah tidak memiliki apa-apa,” kata Ngatijan Toha dalam bincang-bincang dengan Segaris.co Kamis [05/09/2024]

Akhlak, etika dan moral itu menurut Ngatidjan Toha, adalah perekat bagi setiap orang dalam menghormati value [nilai-nilai] orang lain.

Ada dua hal yang disebut dalam kaitan value, yang dibutuhkan dan dihargai.

Dibutuhkan, katanya, hanya sampai batas kesepakatan, dan tiba batas waktu, tidak adalagi hubungan apa pun.

“DIHARGAI, adalah value tertinggi dan terhormat, adanya hubungan yang berkelanjutan dan yang dihargai mendapatkan kedudukan terhormat,” kata Ngatidjan Toha.

Dalam konteks Pilkada Simalungun yang akan memasuki tahapan penetapan calon bupati dan wakil bupati, apa yang terjadi pada Herry Chandra — Ketua DPD PKB Pujakesuma dan Wakil Ketua DPC PDIP Simalungun — menurut Ngatidjan Toha, berada di posisi tidak dibutuhkan dan tidak dihargai.

“Untuk itulah, saya mengimbau, dalam memilih calon pemimpin lima tahun ke depan, adalah menghargai, di dalamnya juga etnis Jawa,” kata Ngatidjan Toha yang menggambarkan bahwa populasi etnis Jawa di Simalungun sudah pada kisaran 40% dari jumlah penduduk Simalungun.

Ngatidjan Toha menggambarkan sudah tidak relevan lagi, jika etnis Jawa hanya diposisikan pada sebutan “makanan yang dihidangkan untuk santapan”.

“Etnis Jawa, populasi terbesar, sama dengan etnis lainnya memenuhi kewajiban dan menerima hak, termasuk hak politik. Ya, Herry Chandra adalah momentum perekat yang diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang memilih pemimpin yang menghargai etnis Jawa secara khusus, bukan pemimpin yang sebatas kebutuhan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ngatidjan Toha, juga sudah bertemu dan berdialog dengan Sabar MANGADOE Tambunan, inisiator dan pendiri MSB Indonesia Network. [Ingot Simangunsong/***]

 

Tags: JawaNgatidjan TohaPilkada SimalungunsegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 22:42 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — GUNUNG SINABUNG bukan sekadar sebuah gunung api yang sesekali mengeluarkan abu dan awan panas. Bagi masyarakat Kabupaten...

Read more
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 11:40 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO – GUNUNG Sinabung kembali erupsi. Aktivitas vulkanik yang meningkat membuat status gunung api di Kabupaten Karo, Sumatera Utara,...

Read more
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 10:22 WIB
0

MEDAN, SEGARIS.CO — PEMANTAU Persetujuan Bangunan Gedung (PBG Watch) menyoroti belum dilaksanakannya penyegelan terhadap bangunan bermasalah di Jalan Sisingamangaraja, Gang...

Read more
Oplus_131072
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 05:15 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — AKTIVITAS Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meningkat signifikan. Setelah mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) pukul...

Read more
News

Update Berastagi malam ini

by Ingot Simangunsong
31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO -- ABU masih menjadi persoalan utama. Laporan terbaru yang terbit hari ini menyebut abu vulkanik menutupi sejumlah ruas...

Read more
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

by Ingot Simangunsong
31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
0

PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO -- WALI KOTA Pematangsiantar Wesly Silalahi melepas tim sidak pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan dari halaman Balai...

Read more

Berita Terbaru

News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

1 September 2026 | 22:42 WIB
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

1 September 2026 | 11:40 WIB
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

1 September 2026 | 10:22 WIB
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

1 September 2026 | 05:15 WIB
News

Update Berastagi malam ini

31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
News

Gunung Sinabung erupsi, status naik Siaga: Abu 3.500 meter, warga diminta tak panik

31 Agustus 2026 | 19:18 WIB
SEREMONI

Tangkas Kroni Silitonga gelar reses, serap aspirasi warga Nagori Lestari Indah

31 Agustus 2026 | 16:02 WIB
News

‎Bupati Tapanuli Utara temui Kepala BBWSS II, usulkan pemulihan irigasi dan tanggul

31 Agustus 2026 | 13:13 WIB
News

Bayu Wicaksono alias Ncek pulang dari Myanmar, buronan dua tahun berakhir di Bareskrim

31 Agustus 2026 | 11:16 WIB
SEREMONI

Wali Kota ajak DMI makmurkan masjid dan masyarakat Siantar

31 Agustus 2026 | 08:48 WIB
News

“RUU Perampasan Aset: senjata baru Negara mengejar harta kejahatan, tapi siapa yang mengawasi?”

30 Agustus 2026 | 13:38 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus