Segaris.co
Kamis, 4 Juni 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir
Sutrisno Pangaribuan, Jubir TPD Ganjar- Mahfud SUMUT

Sutrisno Pangaribuan, Jubir TPD Ganjar- Mahfud SUMUT

PDI-P tolak usung dan dukung menantu Jokowi di Pilkada 2024!!!

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
6 November 2023 | 22:41 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Sutrisno Pangaribuan

MESKI masih mengantongi KTA PDI-Perjuangan (PDI-P), Bobby Afif Nasution (Banas) telah berulang kali mengumumkan sikap politik secara terbuka. Banas tegas menyatakan dukungan kepada kakak iparnya yang tidak dicalonkan PDI-P.

“Saya akan ikut relawan saya,” ujar Banas pada saat acara peletakan batu pertama pembangunan patung mertuanya di kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (04/11/2023).

Sikap tersebut berbeda dengan PDIP yang mencalonkan pasangan Ganjar-Mahfud (GaMa). Namun meski tidak sejalan (lagi) dengan PDI-P, Banas juga ikut diam seperti kakak iparnya, tidak mundur atau serahkan KTA.

Keduanya tidak gentelemen mundur sebagai kader PDI-P, tidak kesatria mengembalikan KTA. Sementara elit PDIP, baik pengurus DPP, anggota DPR RI, mau pun para kader, hanya sibuk curhat, hingga terkesan cengeng pasca kedua kader yang diperlakukan istimewa tersebut, ternyata tidak setia.

Caleg Demokrat Elisabeth Simangunsong ziarah makam Radja Siantar di Nagahuta

PDI-P tetap saja tidak berani memberi sanksi tegas kepada Gibran dan Banas. Seakan jika keduanya dipecat akan mempengaruhi persepsi publik kepada PDI-P.

Elit PDI-P masih berharap keduanya memiliki etika politik, untuk mundur dan kembalikan KTA, sementara keduanya sama sekali tidak peduli etika dan moral politik.

Banas bakal bertarung di Pilgubsu

Banas dikabarkan akan mengikuti langkah kesusu kakak iparnya, maju di Pilkada serentak 2024, jadi  bakal calon gubernur Sumatera Utara (Cagubsu).

Maka Banas sengaja tidak mundur dari PDI-P untuk menghindari sanksi sosial diberi label penghianat partai, atau kutu loncat.

Banas lebih memilih dipecat oleh PDI-P, agar pemecatannya dapat dikapitalisasi menjadi kekuatan orang yang dizalimi. Sementara PDI-P makin galau, meratapi kepergian kader instan, sedang Banas terus bergerak.

Kegiatan rembuk relawan Banas yang baru digelar bulan lalu menegaskan langkah politik Banas selanjutnya. Roadshow Banas ke sejumlah kota, membentuk posko Rumah Kolaborasi Bobby Nasution (RKBN), menjadi pertanda, jadi Cagubsu target berikutnya.

Banas terpilih menjadi Wali Kota Medan bukan karena Banas dikenal atau karena memiliki pengaruh politik. Sebab Banas baru dikenal masyarakat Medan, Sumatera Utara (Sumut) pasca menikahi putri Jokowi.

Banas sama sekali tidak memiliki riwayat aktif di organisasi baik sekolah, kampus, maupun masyarakat. Banas juga bukan aktivis atau tokoh pemuda, pun tokoh masyarakat, serta tidak memiliki basis massa.

IPK Pematang Siantar ziarah makam Radja Siantar bersama Elisabeth Simangunsong

Jika saat ini ada klaim Banas memiliki relawan, maka kelompok tersebut bukan relawan yang tumbuh secara alamiah, seperti relawan Jokowi mula-mula. Satu-satunya alasan Banas terpilih jadi walikota Medan karena dia menantu Jokowi, bukan karena diri sendiri.

Acara rembuk relawan Banas yang digelar baru- baru ini sama sekali tidak mewakili dukungan riil masyarakat.

Ironisnya, seluruh energi rembuk relawan tersebut justru diserap oleh Roida yang berhasil menarik perhatian publik lewat aksi lempar sendal dan botol air mineral ke arah rombongan Jokowi.

Akhirnya publik tidak mendapat asupan gizi informasi terkait rembuk relawan tersebut, sebab media lebih tertarik membahas tentang aksi Roida. Meski diklaim sukses karena dihadiri ribuan orang, namun pesan rembuk relawan tersebut tidak sampai karena telah diambil seluruhnya oleh Roida.

Caleg Golkar Dasa Sinaga serahkan bantuan ke GKPS Pardomuan Mardosniuhur

Klaim memiliki banyak relawan

Satu-satunya hal yang dicontoh Banas dari mertuanya adalah suka membentuk relawan, sehingga di berbagai kesempatan Banas sering menyebut relawan saya.

Jumlahnya kini diklaim telah mencapai ratusan kelompok, baik relawan baru, maupun bekas relawan Jokowi. Namun relawan tersebut tidak solid dan sangat cair, sebab banyak yang kecewa, karena sang mantu ternyata berbeda dengan mertua.

Para relawan yang ikut berjuang saat Pilkada banyak yang membubarkan diri, karena yang didukung jauh dari ekspektasi. Kelompok relawan yang berjuang karena nama mertua pun, akhirnya kecewa, sebab komunikasi kini tidak mudah.

Meski diklaim memiliki banyak relawan, kemenangan Banas di Pilkada 2020 merupakan hasil kerja keras PDI-P bersama partai pengusung lain dan para relawan Jokowi.

Sebab kemenangan Banas menjadi beban dan tanggung jawab PDI-P, sebagai pemilik KTA PDI-P dan menantu Jokowi. Maka jika ada partai lain maupun relawan Banas yang mengaku bekerja lebih keras dari PDI-P, itu adalah klaim.

PDI-P berhak menyatakan dirinya sebagai parpol utama pendukung Banas, yang berhasil mengantar Banas menjadi walikota Medan, seperti berjuang memenangkan Jokowi dalam 2 kali Pilpres di Sumut.

Sebab, jika bukan karena menantu Jokowi, pada Pilkada Medan tahun 2020, PDI-P dipastikan mengusung kader sendiri, Walikota Medan petahana, Akhyar Nasution.

Namun karena ada instruksi plus ancaman sanksi, seluruh kader tunduk berjuang, mendukung dan memenangkan Banas hingga terpilih. PDI-P kembali menyembelih kader sendiri, seperti yang dilakukannya saat mencopot dan memecat almarhum Rudolf Pardede, sebagai Ketua DPD PDI-P dan sebagai kader PDI-P, Gubernur Sumatera Utara petahana saat itu.

Rudolf dipecat demi Tri Tamtomo, cagubsu, dan posisi ketua DPD diserahkan kepada Panda Nababan.

Demi dan untuk menantu Jokowi, para kader PDIP dipaksa mengubur mimpi, dan mundur atau dipecat sebagai kader PDI-P.

Begitu pun PDI-P tetap solid bergerak dan berjuang memenangkan Banas. Namun pasca terpilih menjadi Walikota Medan, PDI-P sama sekali tidak pernah “dekat” dengan Banas.

Tidak satu pun kader PDI-P, yang secara khusus diminta Banas atau diutus oleh PDI-P masuk circle Banas. Jika ada orang per orang kader PDI-P yang berada di lingkaran kekuasaan Banas, itu dilakukan sendiri-sendiri karena irisan kepentingan bisnis atau kemampuan cari muka, bukan demi dan karena partai.

Banas tidak berkontribusi bagi kemenangan Jokowi di Sumatera Utara

Berdasarkan peta perolehan suara pada Pilpres 2014 dan 2019, PDI-P menjadi kunci utama kemenangan Jokowi di Sumatera Utara.

Jokowi kalah di pantai timur, menang di pantai barat dan dataran tinggi. Pada pemilu 2014 dan 2019, persentase kemenangan terendah Jokowi ada di wilayah Tapanuli Bagian Selatan, kampung halaman Banas. Bahkan terjadi penurunan persentase perolehan suara Jokowi pasca memiliki menantu dari Sumatera Utara.

Persentase perolehan suara Jokowi pada Pemilu 2014 di Tapanuli Bagian Selatan, kampung halaman Banas: Mandailing Natal 23,87%, Padangsidimpuan 24,59%, Tapanuli Selatan 38%, Padang Lawas 26,58%, dan Padang Lawas Utara 30,23%. Sementara pada Pemilu 2019, persentase suara Jokowi justru turun di kampung menantunya yaitu di: Mandailing Natal 17,53%, Padangsidimpuan 21,44%, Tapanuli Selatan 37,33%, Padang Lawas 21,61%, dan Padang Lawas Utara 29,15%. Banas sendiri tidak mampu memengaruhi keluarga dan kerabat di kampung halaman sendiri untuk memilih mertuanya.

PDI-P tolak usung dan dukung Banas di PIlkada Serentak 2024

Keputusan Banas mendukung kakak iparnya dalam Pilpres 2024 tentu harus dihormati dan dihargai. Demikian juga dengan PDI-P akan berjuang memenangkan GaMa di Sumatera Utara seperti memenangkan Jokowi dalam dua kali Pilpres.

PDI-P akan vis a vis dengan Banas yang berjuang untuk kakak iparnya. Maka pada Pilkada serentak tahun 2024, PDI-P pasti akan mengusung dan mendukung calon yang ikut berjuang memenangkan GaMa.

PDI-P tidak lagi memiliki beban dan tidak memiliki kewajiban untuk mendukung Banas di Pilgubsu atau Pilkada Medan. Dan sebagaimana PDI-P berhadap-hadapan dengan Banas di Pilpres, demikian juga PDIP akan siap berhadap-hadapan dengan Banas di Pilkada serentak 2024.

PDI-P dipastikan tidak akan mengusung dan mendukung Banas, menantu Jokowi di Pilkada serentak, tahun 2024.

Pemilu 2024 sama dengan Pemilu yang lalu bagi kader PDI-P, yakni pesta demokrasi yang menggembirakan bersama atau tidak dengan Jokowi.

Maka Pilkada serentak juga sama, meski dengan atau tidak bersama Banas. Berkompetisi riang gembira, berkontestasi dengan sukacita, menghasilkan pemimpin yang mengabdikan dirinya untuk rakyat, bukan untuk diri sendiri dan keluarga.

 

Penulis, Sutrisno Pangaribuan, kader PDI-P dan Presidium GaMa Centre

Tags: Bobby NasutionJokowisegarisSegaris.coTidak UsungTolak
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

“Membaca pesan suci di balik nama Josepha Alexandra”

by Ingot Simangunsong
17 Mei 2026 | 06:27 WIB
0

Catatan| Mauliate Simorangkir DI dalam labirin birokrasi yang kerap terjebak dalam pola konvensional status quo, otoritas sering kali bermutasi menjadi...

Read more
Buah Pikir

Lelang jabatan di Taput, Dinas Pekerjaan Umum dulu “diburu” kini tidak diminati

by Ingot Simangunsong
14 April 2026 | 08:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang DULU jabatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat( PUPR) adalah jabatan yang sangat seksi dan "diburu"...

Read more
Buah Pikir

Sistem meritokrasi untuk calon Kadis Pendidikan Tapanuli Utara

by Ingot Simangunsong
2 Maret 2026 | 12:13 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang KENAPA jabatan Kepala Dinas Pendidikan sangat penting di Tapanuli Utara? Karena ada filosofi orang Batak "Anakhon...

Read more
Buah Pikir

SMAN 3 PlusTarutung berprestasi dengan biaya sangat murah

by Ingot Simangunsong
26 Februari 2026 | 07:40 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang MANTAN Bupati Tapanuli Utara 2 periode Torang Lumbantobing (Toluto), seorang lulusan STMN Pansurnapitu ( SMKN2 Siatas...

Read more
Buah Pikir

Gaya dan Pola Solo vs Gaya dan Pola Batak

by Ingot Simangunsong
12 Februari 2026 | 06:53 WIB
0

Oleh | Dr Mauliate Simorangkir, M.Si SETELAH istilah 'omon-omon' populer, kini muncul istilah baru yaitu 'garong' yang dipopulerkan oleh Bapak...

Read more
Sutrisno Pangaribuan
Buah Pikir

Risiko dipimpin Gubernur yang tidak kompeten

by Ingot Simangunsong
11 Februari 2026 | 20:34 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan PENGUNDURAN diri ASN dari jabatan tinggi pratama (eselon 2) di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tidak...

Read more

Berita Terbaru

News

BESOK… DPRD Sumut gelar RDP bahas korban penipuan BNI Siantar

2 Juni 2026 | 15:07 WIB
News

Martogi Sinaga serahkan SK defenitif PAC IPK Ujungpadang

1 Juni 2026 | 15:56 WIB
SEREMONI

Pemkab Tapanuli Utara kembali raih Opini WTP dari BPK RI

30 Mei 2026 | 10:50 WIB
News

Pemkab Tapanuli Utara serahkan santunan korban kebakaran Hutatinggi

29 Mei 2026 | 22:03 WIB
News

PAN Langkat sembelih 5 sapi Qurban di Idul Adha 1447 H

28 Mei 2026 | 15:55 WIB
News

‎Bupati Taput tinjau pemulihan jalan BKPSU dan lokasi Huntap bantuan KDM

28 Mei 2026 | 06:44 WIB
SEREMONI

Kapolres Simalungun Sholat Idul Adha di Rambung Merah

27 Mei 2026 | 14:07 WIB
News

‎Diikuti 104 peserta, SAfest 2026 Sibandang – Muara sukses

25 Mei 2026 | 06:49 WIB
News

Pangulu minta Ketua Maujana Nagori Rambung Merah segera DICOPOT

24 Mei 2026 | 18:26 WIB
News

‎Masuk 42 Daerah Piloting Nasional, Pemkab Taput gelar ToT digitalisasi bantuan sosial bagi 510 agen

23 Mei 2026 | 10:54 WIB
News

Wabup Taput: “BUMDes Saurdot harus menjadi contoh dan role model”

22 Mei 2026 | 11:46 WIB
News

Dasa Sinaga tampung aspirasi warga Simalungun: Irigasi, jalan, dan dana keagamaan

21 Mei 2026 | 17:02 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita