TOBA — SEGARIS.CO — KOMUNITAS Bibelvrouw HKBP Distrik IV Toba menyelenggarakan Partangiangan Bibelvrouw Bersama Keluarga pada Senin, 13 Juli 2026, di Pondok Berata Dapdap, tepian Danau Toba.
Kegiatan ini mengusung tema, “Meninjau Parhahaanggion Bibelvrouw Dulu dan Sekarang untuk Mewariskan yang Terbaik bagi Penerus Gereja dan Masyarakat.”
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak mempererat persaudaraan dalam kasih Kristus sebagaimana diamanatkan dalam Mazmur 133, sekaligus memperkuat komitmen pelayanan bagi gereja, keluarga, dan masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan perjalanan bersama menggunakan kapal menuju lokasi kegiatan.
Setibanya di lokasi, kegiatan dibuka dengan doa, dilanjutkan sosialisasi perlindungan anak yang disampaikan Ketua LPA Toba, Apt. Moriana Hutabarat, Dra., M.Si., bersama Pembina Ir. Parlindungan Sianipar, M.T., serta Wakil Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak, Drs. Samsir Simanjuntak.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ciptaan Tuhan, peserta juga mengikuti penaburan benih ikan mas ke Danau Toba.
Praeses memimpin penaburan benih ikan mas ke Danau Toba
Sesi mengisi kuesioner dengan digital dipandu oleh Bvr. Theresnaria
Kegiatan simbolis ini dipimpin Praeses HKBP Distrik IV Toba, Pdt. Ebsan Hutabarat, M.Th., bersama Bibelvrouw dari berbagai resor serta sejumlah tamu undangan dari Kementerian Agama, LPA Kabupaten Toba, PSSAB Toba, STB HKBP, dan IAKN Tarutung.
Dalam khotbahnya, Bibelvrouw Emerita Sentiria Sitorus menegaskan bahwa persaudaraan Bibelvrouw tidak dibangun semata-mata atas hubungan darah, melainkan atas kasih Kristus yang mempersatukan setiap orang percaya dalam pelayanan.
Suasana kekeluargaan dalam perjalanan menggunakan kapal menuju lokasi

Ia mengajak seluruh Bibelvrouw untuk tetap berharap kepada Tuhan agar Parhahaanggion semakin kokoh dan menjadi berkat bagi banyak orang, sebagaimana pesan Mazmur 25: 1–5.
Usai ibadah, peserta mengikuti berbagai kegiatan kebersamaan, seperti refleksi, diskusi keluarga, makan bersama, lomba memancing, aksi menjaga kebersihan lingkungan, hingga penyerahan hadiah dan cendera mata kepada 40 peserta.
Seluruh rangkaian acara juga diisi dengan doa syafaat bagi keluarga, gereja, bangsa Indonesia, anak-anak korban kekerasan, kelestarian lingkungan, serta perdamaian dunia.
Sebagai tuan rumah, Bvr. Theresnaria Situmorang berharap Partangiangan ini semakin menghidupkan nilai-nilai Parhahaanggion dalam kehidupan keluarga, pelayanan jemaat, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga menjadi warisan iman yang terus diteruskan kepada generasi mendatang. [Rel/***]






