SIMALUNGUN – SEGARIS.CO — PULUHAN massa yang tergabung dalam Front Justice (FJ) menggelar aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, Jumat (10/7/2026).
Dalam aksi yang dipimpin Edis Sigalingging tersebut, massa mendesak Kejari mempercepat penanganan berbagai laporan dugaan tindak pidana korupsi yang telah disampaikan masyarakat.
Dalam orasinya, Edis menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial untuk mendorong penegakan hukum yang profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih.
Ia meminta Kejari membuka perkembangan penanganan setiap laporan agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tetap terjaga.
Selain menyoroti laporan dugaan korupsi yang telah disampaikan Institute Law and Justice (ILAJ), Front Justice juga mendesak Kejari mengusut dugaan penyimpangan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketahanan Pangan dan BUMDes Tahun Anggaran 2025 apabila ditemukan unsur tindak pidana.
Dalam pernyataan sikap yang diserahkan kepada Kejari, Front Justice menyampaikan sepuluh tuntutan.
Tiga laporan yang menjadi perhatian utama meliputi dugaan korupsi di Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Tanaman Pangan Kabupaten Simalungun, dugaan pungutan liar di PDAM Tirta Lihou Unit Totap Majawa, serta dugaan korupsi di Kecamatan Tapian Dolok.
Front Justice menegaskan akan terus mengawal proses penanganan seluruh laporan tersebut.
Apabila tidak terdapat perkembangan yang dinilai memadai, organisasi itu berencana menyampaikan pengaduan kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kejaksaan Agung RI, serta lembaga pengawas terkait. Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan aparat kepolisian sebelum massa membubarkan diri. [Rel/***]






