Segaris.co
Jumat, 9 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Menata Suara di 2029 melalui JALUR MARSIADAPARI: gagasan Dasa M. Sinaga, SE

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
24 Mei 2025 | 22:31 WIB
in Kolom

Catatan | ingot simangunsong

TAHUN politik 2029, akan menjadi momentum penting bagi seluruh rakyat Indonesia untuk menegaskan kembali arah demokrasi yang bersih, jujur, dan partisipatif.

Di tengah kekhawatiran akan pragmatisme politik yang makin merajalela, muncul satu gagasan segar dari tanah Batak: menata suara melalui jalur marsiadapari—sebuah pendekatan yang digagas oleh tokoh muda berdarah Batak, Dasa M. Sinaga, SE.

Bagi Dasa M. Sinaga, marsiadapari bukan sekadar istilah budaya. Ia adalah fondasi sosial yang harus dibawa masuk ke ruang-ruang pengambilan keputusan politik.

Marsiadapari, yang berarti gotong royong dalam budaya Batak Toba, merupakan cerminan dari semangat kolektif yang telah lama hidup di tengah masyarakat—bekerja bersama, membangun bersama, dan menyelesaikan persoalan bersama.

Dalam berbagai kesempatan, Dasa Sinaga menekankan bahwa suara rakyat tidak boleh hanya dimobilisasi lima tahun sekali.

Suara itu harus tumbuh dari dialog, partisipasi, dan kepercayaan. “Demokrasi harus dibangun dengan hati dan kebersamaan, bukan sekadar angka-angka di bilik suara,” ujar Dasa Sinaga dalam sebuah pertemuan.

Ia mendorong gerakan politik baru yang tidak elitis, yang tidak hanya berkutat di ibu kota, tetapi benar-benar berakar dari desa-desa, dari lumbung suara yang seringkali diabaikan.

Melalui jalur marsiadapari, Dasa Sinaga menawarkan cara baru untuk menata basis dukungan: bukan dengan janji kosong, tetapi dengan kehadiran nyata, kerja nyata, dan keterlibatan warga sejak awal.

Gagasan ini mulai mendapatkan sambutan, terutama di kalangan generasi muda dan komunitas adat. Banyak yang menilai bahwa pendekatan Dasa M. Sinaga adalah jembatan antara nilai-nilai tradisi dan kebutuhan demokrasi modern.

Di saat banyak politisi berlomba membangun citra, Dasa Sinaga justru membangun relasi—relasi yang setara antara rakyat dan calon pemimpin.

Dengan latar belakang pendidikan ekonomi dan pengalaman sosial yang kuat, Dasa Sinaga melihat politik bukan sebagai arena perebutan kekuasaan, melainkan ruang untuk memperkuat gotong royong dan solidaritas antarwarga.

Bagi Dasa Sinaga, politik adalah perpanjangan tangan dari nilai-nilai luhur yang telah diwariskan leluhur.

Menjelang 2029, gagasan marsiadapari yang dibawa Dasa M. Sinaga menjadi oase di tengah padang gurun politik transaksional.

Ia mengingatkan kita semua bahwa suara rakyat harus ditata, bukan dimanipulasi. Dan satu-satunya cara untuk menatanya adalah dengan cara yang kolektif, inklusif, dan bermartabat.

Jika benar kita ingin perubahan, maka sudah saatnya kita tidak hanya memilih pemimpin yang datang membawa janji, tetapi yang datang untuk bergotong royong.

Jadi arah politik

Seperti yang diyakini Dasa M. Sinaga: “Marsiadapari bukan slogan, tapi jalan hidup. Dan itu pula yang harus jadi arah politik kita ke depan.”

Bayangkan jika setiap calon legislatif, kepala daerah, bahkan presiden sekalipun, memulai langkahnya bukan dari pencitraan semata, melainkan dari proses marsiadapari—datang ke kampung-kampung, berdiskusi dengan warga, mendengar keluhan petani, guru, buruh, dan pelaku UMKM.

Proses ini mungkin melelahkan, tapi inilah esensi demokrasi: membangun dari bawah, bukan sekadar memoles dari atas.

Marsiadapari juga memberi pelajaran penting: tidak ada yang bisa maju sendirian. Kemenangan politik sejati adalah saat semua orang merasa menjadi bagian dari perubahan.

Oleh karena itu, menata suara di 2029 bukan sekadar strategi politik, tetapi gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Kita perlu membangun ruang-ruang pertemuan, memperkuat organisasi masyarakat, dan menciptakan iklim politik yang sehat—semua itu hanya mungkin jika dijalankan dalam semangat marsiadapari.

Demokrasi bukan kompetisi individu, melainkan kolaborasi kolektif. Saatnya rakyat bergotong royong, bukan sekadar memilih, tapi menentukan arah bangsa bersama-sama.

2029 adalah peluang. Jangan biarkan ia berlalu begitu saja. Mari menata suara lewat jalur marsiadapari—karena bangsa besar dibangun dari semangat kebersamaan yang sederhana, namun kuat.

Penulis, Ingot Simangunsong, Pimpinan Redaksi Mediaonline Segaris.co

 

Tags: BatakDasa SinagaMarsiadapariMenataPolitiksegarisSegaris.coToba
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

Jika Gibran dimakzulkan, Apa yang terjadi pada pemerintahan dan peta politik Indonesia?

by Ingot Simangunsong
25 September 2026 | 09:01 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong WACANA pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik seiring bergulirnya perkara hukum yang...

Read more
Oplus_131105
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 09:57 WIB
0

Catatan | INGOT SIMANGUNSONG  PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan negeri yang harus gratis kembali membuka perbincangan besar tentang masa...

Read more
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 16:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  ADA sebuah kalimat yang kembali terasa relevan ketika kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan...

Read more
Oplus_131072
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

by Ingot Simangunsong
14 September 2026 | 20:53 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong  PERJALANAN panjang kepengurusan baru Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya memasuki titik penting. Dewan Pimpinan...

Read more
Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

by Ingot Simangunsong
13 September 2026 | 22:16 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong PENDIDIKAN tinggi dan jabatan mentereng ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan. Fenomena ini terlihat ketika...

Read more
Kolom

Bukan yang pertama, Jika MA setuju apa yang membuat pemakzulan Bupati Gowa bersejarah?

by Ingot Simangunsong
14 Agustus 2026 | 12:07 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong NAMA Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, kini berada dalam pusaran proses politik dan hukum...

Read more

Berita Terbaru

News

Daud Simanjuntak diharapkan pimpin Partai Golkar Pematangsiantar hasil Musda XI

8 Oktober 2026 | 18:33 WIB
News

PT KINRA perkuat sinergi investasi di KEK Sei Mangkei lewat coffee morning

8 Oktober 2026 | 09:35 WIB
News

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Medan mendorong angkutan gratis bagi pelajar 

8 Oktober 2026 | 07:21 WIB
News

PDI Perjuangan Sumut salurkan tali asih untuk 59 siswa terdampak MBG di Galang

7 Oktober 2026 | 20:42 WIB
News

“Korupsi Jalan Sumut belum usai, KPK kembali periksa pejabat daerah”

6 Oktober 2026 | 21:24 WIB
News

PDI Perjuangan Sumut salurkan tali asih kepada 21 siswa terdampak MBG di Asahan

6 Oktober 2026 | 19:36 WIB
News

Pardomuan Simanjuntak bersama Daud Simanjuntak sampaikan ucapan HUT ke-51 untuk Timbul Lingga

6 Oktober 2026 | 16:56 WIB
News

Pemkab Taput serahkan penghargaan dan bantuan

6 Oktober 2026 | 10:59 WIB
News

Pemkab Taput tegaskan komitmen pertanian berkelanjutan dan akselerasi pembangunan ekonomi

6 Oktober 2026 | 10:49 WIB
Buah Pikir

PR besar penataan Telekomunikasi, butuh solusi bersama 

6 Oktober 2026 | 10:10 WIB
News

Bapenda Kota Medan berhasil tingkatkan perolehan pajak reklame

5 Oktober 2026 | 20:05 WIB
News

Pertemuan Pardomuan Nauli Simanjuntak dengan Ephorus HKI, Merajut cinta kasih peresmian Tugu Raja Marsundung Simanjuntak

5 Oktober 2026 | 19:50 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus