Segaris.co
Minggu, 19 Juli 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Negara makmur berkat kepemimpinan yang beradab

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
13 April 2025 | 08:21 WIB
in Kolom

Catatan | ingot simangunsong

KEKUASAAN menghasilkan uang. Uang akan menghasilkan kekuasaan – kekuasaan lainnya, yang semakin memperbanyak tumpukan uang (harta kekayaan melimpah).

Ketika kekayaan sudah melimpah — maka akan diuji ketegaran adab, akhlak dan moral seorang penguasa — apakah masih memiliki hati nurani atau sudah menghambakan diri pada keserakahan/ketamakan, kepongahan dan bertindak semena – mena terhadap orang lain.

Jika seorang penguasa masih kental keadaban, kemoralan dan kealhlakannya, maka damai sejahtera-lah rakyat yang dipimpimnya. Yang disebut makmur, sentosa dan damai, akan tercapai.

Namun, saat penguasa sudah menghambakan diri pada keserakahan/ketamakan, kepongahan dan bertindak semena – mena maka rakyatnya akan terpuruk, miskin dan tidak akan mengalami perubahan apa pun.

Itu yang selalu disebut dengan kalimat sindiran, “yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.”

Keserakahan seorang penguasa, akan mengeruk habis enerji sumber daya manusia dan sumber daya alam atas sebuah tujuan; memperkaya diri sendiri dan kelompoknya.

Penguasa beradab ciptakan iklim positif dan produktif

SIKAP dan perilaku seorang penguasa memainkan peran krusial dalam membentuk budaya berbangsa dan bernegara.

Ketika seorang penguasa menjunjung tinggi nilai-nilai adab, bukan hanya keteladanan yang tercermin, tetapi juga tercipta suasana yang sehat, harmonis, dan produktif.

Penguasa yang beradab cenderung lebih terbuka terhadap masukan, menghargai perbedaan pandangan, serta mampu membangun komunikasi dua arah dengan bawahan. Sikap ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan kolaboratif.

Dengan menempatkan etika dan kesantunan sebagai prinsip utama, seorang penguasa tak hanya menginspirasi, tetapi juga memperkuat kepercayaan serta loyalitas dalam berbangsa dan bernegara di tengah rakyat yang dipimpinnya.

Negara-negara makmur berkat kepemimpinan yang beradab

Dalam sejarah modern, kemajuan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam atau kekuatan militernya, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan yang dijalankan.

Pemimpin yang beradab—yaitu mereka yang menjunjung tinggi etika, menghargai rakyatnya, dan bersikap terbuka terhadap kritik—telah terbukti mampu membawa negara mereka menuju kemakmuran dan stabilitas jangka panjang.

Berikut beberapa contoh negara yang rakyatnya hidup sejahtera berkat kepemimpinan yang beradab:

1. Selandia Baru

Selandia Baru dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kebahagiaan dan kepercayaan publik tertinggi di dunia.

Di bawah kepemimpinan Jacinda Ardern, negara ini menunjukkan bahwa empati dan kelembutan bukanlah kelemahan dalam politik.

Ardern dikenal karena gaya kepemimpinannya yang inklusif, komunikatif, dan penuh empati terhadap rakyatnya, terutama saat menghadapi krisis seperti penembakan masjid di Christchurch dan pandemi COVID-19.

2. Finlandia

Sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik dan indeks kebahagiaan tertinggi secara konsisten, Finlandia mencerminkan bagaimana pemimpin yang fokus pada kesejahteraan rakyat mampu menciptakan masyarakat yang harmonis.

Kepemimpinan di Finlandia bersifat transparan, rendah korupsi, dan sangat menghargai diskusi serta masukan dari warga negara.

3. Swiss

Dikenal karena netralitasnya dalam politik internasional dan sistem demokrasi langsungnya, Swiss adalah contoh negara yang makmur dan stabil karena pemimpinnya lebih berperan sebagai pelayan publik daripada penguasa.

Pemerintahan Swiss dibentuk dari budaya saling menghormati antar wilayah dan kelompok bahasa, yang dipertahankan dengan prinsip-prinsip kesetaraan dan adab dalam bernegara.

4. Bhutan

Negara kecil di Asia Selatan ini mengambil pendekatan unik dengan menekankan “Gross National Happiness” (Kebahagiaan Nasional Bruto) sebagai tolok ukur utama pembangunan, bukan Produk Domestik Bruto (PDB).

Para pemimpin Bhutan menempatkan nilai-nilai spiritual, lingkungan hidup, dan keseimbangan sosial sebagai prioritas, mencerminkan kepemimpinan yang mengakar pada nilai moral dan budaya.

5. Kanada

Kanada menjadi salah satu negara yang dikenal ramah, toleran, dan makmur.

Kepemimpinan yang beradab terlihat dalam kebijakan-kebijakan yang inklusif, perlindungan terhadap minoritas, dan pendekatan yang terbuka terhadap imigrasi.

Pemimpin Kanada, seperti Justin Trudeau, menunjukkan komitmen terhadap kesetaraan dan keberagaman, menjadikan negara ini sebagai tempat yang nyaman dan maju.

Kemakmuran bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang kualitas hidup, keharmonisan sosial, dan kepercayaan antara pemerintah dan rakyat.

Negara-negara di atas menunjukkan bahwa ketika pemimpin bertindak dengan adab—mengutamakan empati, menghargai martabat manusia, dan terbuka terhadap kritik—rakyat pun akan merasakan manfaatnya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kepemimpinan beradab, pada akhirnya, bukan sekadar ideal, melainkan kunci utama menuju kemajuan yang berkelanjutan.

Bagaimana dengan negeri kita, Indonesia? [Pertanyaan ini tidak berjawab, agar setiap anak bangsa dapat melahirkan pandangan masing-masing, apakah itu sebatas dalam hati bagi diri sendiri atau menulisnya dalam bentuk sebaran di media sosial apa pun. Salam adab.]

Penulis, pimpinan redaksi Segaris.co

 

 

 

Tags: AdabKekuasaanMakmurpenguasaRakyatsegarisSegaris.coSejahtera
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Ingot Simangunsong
Kolom

Dari kemiskinan menuju kebangkitan: Perjalanan Etiopia menjadi Negara yang terus bertumbuh

by Ingot Simangunsong
18 Juli 2026 | 07:53 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  SELAMA puluhan tahun, nama Etiopia identik dengan kelaparan dan kemiskinan. Namun dalam dua dekade terakhir, negara...

Read more
Ingot Simangunsong
Kolom

Tipping Point terberantasnya korupsi di Indonesia: Mungkinkah terjadi?

by Ingot Simangunsong
16 Juli 2026 | 08:52 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong KORUPSI masih menjadi salah satu tantangan terbesar bangsa Indonesia. Hampir setiap tahun, aparat penegak hukum mengungkap...

Read more
Kolom

RUU Perampasan Aset: Mengapa terus tertunda saat rakyat menanggung dampak korupsi?

by Ingot Simangunsong
13 Juli 2026 | 06:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong Ingot Simangunsong KORUPSI bukan sekadar pelanggaran hukum. Kejahatan ini merampas hak masyarakat atas pendidikan yang layak,...

Read more
Kolom

Nama Celine Evangelista muncul di tengah kasus Febrie Adriansyah, Apa benang merahnya?

by Ingot Simangunsong
12 Juli 2026 | 22:00 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong Ingot Simangunsong PENETAPAN mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, sebagai...

Read more
Kolom

Dari pemburu Koruptor menjadi Tersangka: Runtuhnya jejak kekuasaan Febrie Adriansyah

by Ingot Simangunsong
12 Juli 2026 | 01:34 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong MANTAN Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, kini menghadapi babak paling...

Read more
Tak Berkategori

Ketika Rakyat mengencangkan ikat pinggang, mengapa korupsi justru semakin beringas?

by Ingot Simangunsong
22 Juni 2026 | 06:46 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong Ingot Simangunsong  DI tengah kehidupan masyarakat yang semakin berat, pertanyaan ini kerap muncul dalam percakapan sehari-hari: mengapa...

Read more

Berita Terbaru

News

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan mediasi perselisihan Aantarwarga

18 Juli 2026 | 15:15 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar pimpin latihan menembak tingkatkan kesiapsiagaan personel

18 Juli 2026 | 15:03 WIB
News

Polres Pematangsiantar gelar Baksos di Panti Jompo

18 Juli 2026 | 14:14 WIB
Kolom

Dari kemiskinan menuju kebangkitan: Perjalanan Etiopia menjadi Negara yang terus bertumbuh

18 Juli 2026 | 07:53 WIB
News

UPDATE: Korban meninggal kecelakaan beruntun di Sibolangit bertambah menjadi 4 orang

17 Juli 2026 | 18:24 WIB
News

Kecelakaan beruntun libatkan tujuh kendaraan di Sibolangit, satu orang dilaporkan meninggal

17 Juli 2026 | 18:00 WIB
News

Pemko Pematangsiantar gelar Job Fair 2026, sediakan lebih dari 1.000 lowongan kerja

17 Juli 2026 | 13:36 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar terima bantuan alat Tes Urine dari Wali Kota, perkuat sinergi pemberantasan Narkoba

17 Juli 2026 | 10:06 WIB
News

Profil 9 Anggota Tim Kejagung yang menangani perkara Jampidsus Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 | 08:35 WIB
News

Polsek Siantar Martoba bantu warga sakit berobat ke Puskesmas

16 Juli 2026 | 17:48 WIB
News

Polsek Siantar Marihat respons cepat laporan keributan melalui Call Center 110

16 Juli 2026 | 17:35 WIB
Kolom

Tipping Point terberantasnya korupsi di Indonesia: Mungkinkah terjadi?

16 Juli 2026 | 08:52 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita