Segaris.co
Sabtu, 17 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Negara makmur berkat kepemimpinan yang beradab

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
13 April 2025 | 08:21 WIB
in Kolom

Catatan | ingot simangunsong

KEKUASAAN menghasilkan uang. Uang akan menghasilkan kekuasaan – kekuasaan lainnya, yang semakin memperbanyak tumpukan uang (harta kekayaan melimpah).

Ketika kekayaan sudah melimpah — maka akan diuji ketegaran adab, akhlak dan moral seorang penguasa — apakah masih memiliki hati nurani atau sudah menghambakan diri pada keserakahan/ketamakan, kepongahan dan bertindak semena – mena terhadap orang lain.

Jika seorang penguasa masih kental keadaban, kemoralan dan kealhlakannya, maka damai sejahtera-lah rakyat yang dipimpimnya. Yang disebut makmur, sentosa dan damai, akan tercapai.

Namun, saat penguasa sudah menghambakan diri pada keserakahan/ketamakan, kepongahan dan bertindak semena – mena maka rakyatnya akan terpuruk, miskin dan tidak akan mengalami perubahan apa pun.

Itu yang selalu disebut dengan kalimat sindiran, “yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.”

Keserakahan seorang penguasa, akan mengeruk habis enerji sumber daya manusia dan sumber daya alam atas sebuah tujuan; memperkaya diri sendiri dan kelompoknya.

Penguasa beradab ciptakan iklim positif dan produktif

SIKAP dan perilaku seorang penguasa memainkan peran krusial dalam membentuk budaya berbangsa dan bernegara.

Ketika seorang penguasa menjunjung tinggi nilai-nilai adab, bukan hanya keteladanan yang tercermin, tetapi juga tercipta suasana yang sehat, harmonis, dan produktif.

Penguasa yang beradab cenderung lebih terbuka terhadap masukan, menghargai perbedaan pandangan, serta mampu membangun komunikasi dua arah dengan bawahan. Sikap ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan kolaboratif.

Dengan menempatkan etika dan kesantunan sebagai prinsip utama, seorang penguasa tak hanya menginspirasi, tetapi juga memperkuat kepercayaan serta loyalitas dalam berbangsa dan bernegara di tengah rakyat yang dipimpinnya.

Negara-negara makmur berkat kepemimpinan yang beradab

Dalam sejarah modern, kemajuan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam atau kekuatan militernya, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan yang dijalankan.

Pemimpin yang beradab—yaitu mereka yang menjunjung tinggi etika, menghargai rakyatnya, dan bersikap terbuka terhadap kritik—telah terbukti mampu membawa negara mereka menuju kemakmuran dan stabilitas jangka panjang.

Berikut beberapa contoh negara yang rakyatnya hidup sejahtera berkat kepemimpinan yang beradab:

1. Selandia Baru

Selandia Baru dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kebahagiaan dan kepercayaan publik tertinggi di dunia.

Di bawah kepemimpinan Jacinda Ardern, negara ini menunjukkan bahwa empati dan kelembutan bukanlah kelemahan dalam politik.

Ardern dikenal karena gaya kepemimpinannya yang inklusif, komunikatif, dan penuh empati terhadap rakyatnya, terutama saat menghadapi krisis seperti penembakan masjid di Christchurch dan pandemi COVID-19.

2. Finlandia

Sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik dan indeks kebahagiaan tertinggi secara konsisten, Finlandia mencerminkan bagaimana pemimpin yang fokus pada kesejahteraan rakyat mampu menciptakan masyarakat yang harmonis.

Kepemimpinan di Finlandia bersifat transparan, rendah korupsi, dan sangat menghargai diskusi serta masukan dari warga negara.

3. Swiss

Dikenal karena netralitasnya dalam politik internasional dan sistem demokrasi langsungnya, Swiss adalah contoh negara yang makmur dan stabil karena pemimpinnya lebih berperan sebagai pelayan publik daripada penguasa.

Pemerintahan Swiss dibentuk dari budaya saling menghormati antar wilayah dan kelompok bahasa, yang dipertahankan dengan prinsip-prinsip kesetaraan dan adab dalam bernegara.

4. Bhutan

Negara kecil di Asia Selatan ini mengambil pendekatan unik dengan menekankan “Gross National Happiness” (Kebahagiaan Nasional Bruto) sebagai tolok ukur utama pembangunan, bukan Produk Domestik Bruto (PDB).

Para pemimpin Bhutan menempatkan nilai-nilai spiritual, lingkungan hidup, dan keseimbangan sosial sebagai prioritas, mencerminkan kepemimpinan yang mengakar pada nilai moral dan budaya.

5. Kanada

Kanada menjadi salah satu negara yang dikenal ramah, toleran, dan makmur.

Kepemimpinan yang beradab terlihat dalam kebijakan-kebijakan yang inklusif, perlindungan terhadap minoritas, dan pendekatan yang terbuka terhadap imigrasi.

Pemimpin Kanada, seperti Justin Trudeau, menunjukkan komitmen terhadap kesetaraan dan keberagaman, menjadikan negara ini sebagai tempat yang nyaman dan maju.

Kemakmuran bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang kualitas hidup, keharmonisan sosial, dan kepercayaan antara pemerintah dan rakyat.

Negara-negara di atas menunjukkan bahwa ketika pemimpin bertindak dengan adab—mengutamakan empati, menghargai martabat manusia, dan terbuka terhadap kritik—rakyat pun akan merasakan manfaatnya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kepemimpinan beradab, pada akhirnya, bukan sekadar ideal, melainkan kunci utama menuju kemajuan yang berkelanjutan.

Bagaimana dengan negeri kita, Indonesia? [Pertanyaan ini tidak berjawab, agar setiap anak bangsa dapat melahirkan pandangan masing-masing, apakah itu sebatas dalam hati bagi diri sendiri atau menulisnya dalam bentuk sebaran di media sosial apa pun. Salam adab.]

Penulis, pimpinan redaksi Segaris.co

 

 

 

Tags: AdabKekuasaanMakmurpenguasaRakyatsegarisSegaris.coSejahtera
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

by Ingot Simangunsong
12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  PERNAH dengar kata pemakzulan saat berita politik lagi panas-panasnya? Biasanya istilah ini muncul ketika ada desakan...

Read more
Kolom

Jika Gibran dimakzulkan, Apa yang terjadi pada pemerintahan dan peta politik Indonesia?

by Ingot Simangunsong
25 September 2026 | 09:01 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong WACANA pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik seiring bergulirnya perkara hukum yang...

Read more
Oplus_131105
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 09:57 WIB
0

Catatan | INGOT SIMANGUNSONG  PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan negeri yang harus gratis kembali membuka perbincangan besar tentang masa...

Read more
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 16:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  ADA sebuah kalimat yang kembali terasa relevan ketika kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan...

Read more
Oplus_131072
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

by Ingot Simangunsong
14 September 2026 | 20:53 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong  PERJALANAN panjang kepengurusan baru Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya memasuki titik penting. Dewan Pimpinan...

Read more
Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

by Ingot Simangunsong
13 September 2026 | 22:16 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong PENDIDIKAN tinggi dan jabatan mentereng ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan. Fenomena ini terlihat ketika...

Read more

Berita Terbaru

News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
News

Organda Medan: “Angkutan umum gratis bagi pelajar lebih efisien dari bus listrik”

11 Oktober 2026 | 18:33 WIB
News

Daud Simanjuntak: Aula baru SMP RK Bintang Timur dukung pendidikan dan pembentukan karakter siswa

11 Oktober 2026 | 18:11 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus