PEMATANGSIANTAR — SEGARIS.CO — KELOMPOK Tani (Poktan) Fitofit Mujur menyebutkan bahwa umbul atau mata air yang sudah lama digunakan petani sebagai sumber air untuk mengairi lahan persawahan telah diambil alih Perumda Tirta Uli Kota Pematangsiantar.
Umbul air yang diambil alih berada di Dusun Aek Nauli Kelurahan Pane Tonga Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun.
Menurut Poktan itu, sekitar 7 Nopember 2025, Perumda Tirtauli Kota Pematangsiantar menutup umbul air/mata air dengan cara membangun bak penampungan secara permanen.
Akibatnya air dari umbul tak dapat lagi mengalir ke saluran irigasi, pada hal sejak zaman dahulu sampai sekarang sangat dibutuhkan petani sebagai sumber debit air areal persawahan di Dusun Silamak – lamak, Dusun Bombongan Nagori Janggir Leto Kecamatan Panei
Juga di Dusun Bah Ruksi dan Saba II, III Nagori Pematang Panei Kecamatan Pematang Panei. Luas areal persawahan milik petani diperhitungkan sekitar 400 hekatare, namun saat ini sudah menjadi kering, tidak bisa ditanami padi, dan para warga terpaksa bercocok tanam palawija.
Permasalahan tersebut sudah dibahas dalam rapat dengar pendapat yang dipimpin Sekda Pemkab Simalungun, Mixnon Simamora dan dihadiri pihak Perumda Tirta Uli.
Terkait permasalahan tersebut, Kabag Humas Perumda Tirta Uli, Dorlim Pasaribu ST (foto) menerima kehadiran Pimpinan Redaksi Mediaonline Segaris.co, Ingot Simangunsong, untuk bincang khusus di ruang kerjanya, Senin (11/05/2026).
“Pada prinsipnya kita sangat terbuka untuk membicarakan masalah apapun, tentu dengan kelengkapan data, bukan hanya sebatas membangun narasi,” kata Dorlim Pasaribu yang alumni Akademi Teknik Tirta Wiyata Magelang itu.
Didukung dengan kelengkapan data
Dorlim Pasaribu mengungkapkan, Perumda Tirta Uli sebagai badan usaha milik daerah, dalam menjalankan usahanya, sudah mematuhi ketentuan administrasi, berbadan hukum dan setiap melakukan aktifitas dalam meningkatkan pelayanan didukung kajian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Dalam menjalankan tugas untuk memenuhi kebutuhan sumber air bersih bagi masyarakat Kota Pematangsiantar maupun Kabupaten Simalungun, Perumda Tirta Uli didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Dorlim Pasaribu yang menyelesaikan Program S1 Teknik Lingkungan di Universitas Efarina itu.
Ia menyebutkan, pembangunan bak penampungan di dua umbul/mata air di Dusun Aek Nauli Kelurahan Pane Tonga, sudah melalui kajian dan dilengkapi dengan data dokumentasi surat dari berbagai pihak.
Masalah adanya tudingan soal ketidaktersediaan sumber air untuk mengairi persawahan warga, karena Perumda Tirta Uli mengambil sumber air dari dua umbul/mata air, Dorlim Pasaribu tidak membenarkan tudingan tersebut.
“Permasalahan yang dihadapi Poktan itu, tidak tepat jika melihatnya dari satu sisi, harus melalui kajian lebih luas dari berbagai aspek. Apalagi pembangunan dua bak penampungan air milik Perumda Tirta Uli, sudah melalui kajian ilmiah atas rekomendasi Badan Wilayah Sungai dan sudah melalui perbincangan dengan lintas sektoral kedinasan di Pemkab Simalungun,” kata Dorlim Pasaribu yang menegaskan bahwa data dokumentasi administrasi yang dimiliki Perumda Tirta Uli, juga ada di pihak Pemkab Simalungun.
Kelola 12 umbul
Dorlim Pasaribu menjelaskan, Perumda Tirta Uli, saat ini mengelola 12 umbul/mata air yang sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Simalungun.
Keduabelas umbul/mata air tersebut, berkontribusi menyumbangkan 1.000 liter/detik yang didistribusikan sebagai air bersih ke masyarakat Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.
“Selama berdiri Perumda Tirta Uli, kita berjalan hampir tanpa kendala terkait masalah umbul. Bahkan, saat ini, kami sedang giat-giatnya menjalankan program Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM). Program ini terkait bagaimana menjaga kualitas, kuantitas dan kontinuitas air bersih sampai ke masyarakat,” kata Dorlim Pasaribu.
Disebutkan Dorlim Pasaribu, pihak Perumda Tirta Uli, untuk menjaga ketersediaan air, membangun sumur resapan dan penanaman pohon di sekitar umbul.
Di umbul/mata air di Nagahuta, kata Dorlim Pasaribu, sejak tahun 2000 pihak Perumda Tirta Uli bekerjasama dengan Universitas Simalungun (USI) sudah menanam pohon di sekitar umbul. Tidak hanya itu, bersama perusahaan minuman, juga dibangun kerjasama dalam pengadaan sumur resapan.
Sebagai penutup, Dorlim Pasaribu menegaskan, bahwa tugas Perumda Tirta Uli, bagaimana mempersiapkan air bersih yang berkualitas, yang kuantitasnya terjaga dan kontinuitasnya berkesinambungan.
“Mari melihat sebuah permasalahan dari berbagai sudut pandang, dengan tidak melihat dari satu sisi saja,” katanya. (***)





