PEMATANGSIANTAR — SEGARIS.CO — ANGGOTA DPRD Provinsi Sumatera Utara, Dapil X Kota Pematangsiantar – Kabupaten Simalungun, Dasa M Sinaga SE, didampingi Camat Siantar Marimbun, Alexsandro Siahaan, dan Lurah Naga Huta Timur, Hermanto Hutasoit melaksanakan kegiatan Reses II Tahun Sidang II Tahun 2025-2026 di Kampung Matio, Kelurahan Naga Huta Timur, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematangsiantar, Kamis 12 Februari 2026.
Pada kesempatan itu, Dasa Sinaga menjelaskan, bahwa kegiatan reses sangat bermanfaat dalam membangun sinergisitas pemerintah dengan legislatif.
Warga menyambut hangat kegiatan reses yang digelar Dasa Sinaga. Kehangatan tersebut mereka sampaikan dengan menobatkan bahwa Dasa Sinaga, adalah wakil rakyat yang pertama bertatap muka dengan masyarakat Kampung Matio.
Menurut mereka, beberapa periode pemilihan anggota legislatif, tidak satupun anggota dewan yang datang ke kampung mereka. Baik itu, anggota DPRD Kota Pematangsiantar maupun DPRD Provinsi Sumatera Utara.
“Kami sampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan Pak Dasa Sinaga ke kampung kami ini. Kami sangat bangga, karena Pak Dasa telah memilih kampung kami sebagai tempat reses. Harapan kami, dengan hadirnya Pak Dasa, akan membawa perubahan dan kemajuan,” kata tokoh masyarakat, O Sinaga.
Mayoritas warga hidup dari pertanian
Lurah Naga Huta Timur, Hermanto Hutasoit menyampaikan, bahwa di wilayah kelurahan yang dipimpinnya, mayoritas masyarakatnya adalah petani.
“Kampung Matio ini, mayoritas warganya hidup dari hasil pertanian. Yang selalu jadi perbincangan, ya masalah pupuk, bibit dan alat bertani,” kata Lurah.
Saat masuk sesi penyampaian aspirasi, Tripia boru Manik menyebutkan tentang apa yang dapat dilakukan agar tercapai peningkatan penghasilan para petani.
Kemudian disebutkan Tripia, pentingnya kemudahan bagi para petani untuk mendapatkan bibit dan pupuk.
Terkait hal tersebut, Camat Siantar Marimbun, meminta agar Lurah melibatkan penyuluh dalam mencarikan solusi terbaik terhadap keluhan warga soal pertanian.
Pada kesempatan itu, Camat mengharapkan Dasa Sinaga dapat memperjuangkan pengadaan mesin pertanian, pupuk dan bibit ikan.
“Mohon Pak Dasa dapat memperjuangkan masalah disampaikan di pemerintah provinsi dan mengkoordinasikannya dengan Pemko Pematangsiantar,” kata Camat.
Membangun sinergisitas
Dasa Sinaga mengapresiasi seluruh aspirasi maupun keluhan masyarakat yang disampaikan kepadanya.
“Semua aspirasi kami catat dan akan dibawa dalam rapat paripurna. Kami juga akan sampaikan kepada Wali Kota, agar permasalahan yang ada, dapat dicarikan solusi yang tepat dan terbaik,” katanya.
Kembali ditekankan Dasa Sinaga, bahwa inergisitas pemerintah dengan masyarakat perlu dibangun dengan sebaik mungkin agar pembangunan di daerah masing-masing dapat berjalan dengan baik.
Sebagai kader Partai Golkar dan anggota Komisi D membidangi pembangunan, ia akan berupaya berkomunikasi di tingkat provinsi dan Pemko Pematangsiantar atau Dinas Pertanian.
“Di Kelurahan Bahkora sudah terealisasi bantuan dari provinsi terkait peralatan mesin pertanian,” kata Dasa Sinaga.
Kemudian L boru Tampubolon, menyampaikan aspirasi tentang jalan yang sudah 5 tahun diukur tapi belum ada realisasi, dan lampu jalan belum ada,
Selanjutnya Sontang Tampubolon menyebutkan tentang jalan yang sempit, karena sudah banyak banguna, tidak mungkin dilakukan pelebaran jalan. Namun masih ada sisa badan jalan lebar sekitar 30 sentimeter di kiri kanan jalan.
‘Kami mohon kiri kanan jalan dicor beton saja, agar tidak sempit jalannya. Kalau kendaraan roda empat sudah selisih jalan, tidak bisa dan terjadilah kemacetan. Tidak hanya itu, karena jalan sempit, sudah sering terjadi kecelakaan,” kata Sontang Tampubolon.
Menanggapi hal tersebut, Dasa Sinaga mengingatkan agar warga dengan pemerintah (camat, lurah dan rukun tetangga), harus saling berkomunikasi dalam kebersamaan membangun daerah (kampung) Matio, secara khusus.
“Mari kita bangun komunikasi yang baik, sehingga apa yang sama-sama perjuangkan dapat diterima pemerintah dan direalisasikan. Jika hal tersebut dapat kita lakukan, maka pembangunan di bidang apapun akan dapat direalisasikan,” kata Dasa Sinaga. [ Ingot Simangunsong/***]





