PEMATANGSIANTAR — SEGARIS.CO — PERUSAHAAN Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) Kota Pematangsiantar mulai menerapkan sistem pembayaran non tunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Kebijakan ini diberlakukan untuk pembayaran kontribusi atau retribusi bulanan kios serta retribusi harian Pedagang Kaki Lima (PKL) di eks Gedung IV Pasar Horas.
Penerapan QRIS tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) di Kota Pematangsiantar.
Peluncuran penggunaan QRIS dilaksanakan di Balerong eks Gedung IV Pasar Horas, Jalan Merdeka, Pematangsiantar.
Kegiatan ini dihadiri Dewan Pengawas dan Direksi PD PHJ beserta jajaran, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemerintah Kota Pematangsiantar Sari Dewi Rizkiyani Damanik serta perwakilan Bank Mandiri Cabang Pematangsiantar.
Direktur Utama PD Pasar Horas Jaya, Bolmen Silalahi, menjelaskan bahwa kebijakan penggunaan QRIS akan terus disosialisasikan kepada para pedagang. Sosialisasi mencakup tata cara penggunaan aplikasi, manfaat sistem pembayaran non tunai, serta hal-hal teknis lainnya agar pedagang, khususnya di eks Gedung IV Pasar Horas, dapat memahami dan meminimalisir kendala di lapangan.
“Pada umumnya para pedagang menyambut baik penerapan QRIS. Ke depan, seluruh retribusi pedagang direncanakan akan menggunakan sistem pembayaran non tunai ini. Saat ini, bagi pedagang yang belum memiliki aplikasi QRIS, masih difasilitasi oleh petugas penagih PD Pasar Horas Jaya,” ujar Bolmen.
Sementara itu, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi yang diwakili Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang pada acara High Level Meeting (HLM) dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) P2DD di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Senin (09/02/2026), menyampaikan bahwa pembayaran non tunai atau digitalisasi akan terus ditingkatkan.
“Pemerintah Kota Pematangsiantar menyambut baik digitalisasi yang dilakukan oleh PD Pasar Horas Jaya. Pemko Pematangsiantar akan terus mendorong peningkatan digitalisasi serta berkolaborasi dengan berbagai pihak agar masyarakat semakin terbiasa menggunakan sistem pembayaran non tunai,” kata Junaedi. [Ingot Simangunsong/***]





