Segaris.co
Minggu, 19 Juli 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

Stop gimmick, sikap Gubsu tidak dibutuhkan (lagi), Presiden Prabowo mohon tutup TPL

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
13 November 2025 | 11:03 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Sutrisno Pangaribuan

MASSA aksi pro tutup TPL memahami bahwa kewenangan menutup TPL ada pada pemerintah pusat. Maka aksi massa yang digelar masyarakat di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Senin (10/11/2025) bukan untuk memaksa Gubernur Sumut (Gubsu) menyatakan sikap tutup TPL.

Masyarakat kawasan Danau Toba, yang terdiri dari rohaniawan lintas agama, masyarakat adat, mahasiswa, ingin didengar, diberi empati oleh Gubsu.

Masyarakat ingin dipeluk pemimpinnya karena berbagai derita yang dialami sejak PT IIU/ PT TPL berdiri dan beroperasi di tanah Batak.

Maka masyarakat pro tutup TPL tidak butuh penjelasan Gubsu tentang tiga opsi rekomendasi Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) kepada Pemerintah Pusat.

Masyarakat pun tidak butuh didatangi ke Sihaporas atau tempat korban TPL lainnya.

Harapan warga kawasan Danau Toba korban TPL untuk didengar antiklimaks dengan sikap Gubsu yang memilih kabur ke Jakarta untuk alasan diundang ke Istana Negara.

Ternyata cinta masyarakat korban TPL bertepuk sebelah tangan dengan menantu Jokowi yang dalam Pilgub Sumut (2024) menang mutlak di kawasan danau toba. Ribuan masyarakat korban TPL ternyata tidak lebih penting daripada lensa kamera di Istana Negara.

Kemenangan mutlak Jokowi dalam dua kali Pilpres (2014 dan 2019) di kawasan Danau Toba sama sekali tidak penting bagi menantunya.

Maka masyarakat di kawasan Danau Toba kiranya makin sadar bahwa cinta kepada pemimpin politik tidak perlu berlebihan, apalagi terkesan adanya kultus individu.

Upaya menghindari pertemuan dengan massa aksi pro tutup TPL yang dilakukan menantu Jokowi sebagai bukti bahwa rakyat tidak lebih dari sekedar angka-angka yang hanya dibutuhkan pada saat Pilkada.

Gubsu lebih menjaga perasaan TPL dan 11 ribu tenaga kerjanya, dibanding kerusakan ekologi dan penderitaan ratusan ribu warga di kawasan Danau Toba.

Perjuangan pro tutup TPL antiklimaks di Sumut karena Gubsu lebih memihak TPL dan karyawannya. Maka seluruh aksi perlawanan massa tidak perlu lagi berharap kepada Gubsu.

Gubsu bukan rekan juang bagi perjuangan tutup TPL persis sama dengan sikap seluruh kepala daerah di Kawasan Danau Toba.

Realitas tersebut menjadi bukti bahwa Pilkada ternyata tidak menghasilkan pemimpin yang mampu memberi harapan bagi rakyat.

Pilkada hanya menghasilkan administratur pemerintahan untuk memimpin jalannya roda pemerintahan secara mekanistik. Aksi massa harus digeser ke Istana Negara, tempat kepala daerah kabur saat aksi massa di kantornya.

Perjuangan menutup TPL harus digeser ke ibukota tempat izin operasionalnya dikeluarkan di masa orde baru berdasarkan akte pendirian nomor 329 tanggal (26/4/1983) oleh notaris Misahardi Wilamarta dan disahkan Menteri Kehakiman RI dalam SK No.C2-5130.HT01-01 TH.83 tanggal (26/7/1983) dengan nama PT. Inti Indorayon Utama.

Pendirian dan operasional PT. IIU/ PT.TPL dimulai di masa orde baru dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto yang baru saja dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh mantan menantunya, Presiden Prabowo Subianto.

Maka aksi massa pro Tutup TPL tidak perlu lagi digelar di kantor Gubsu, agar Gubsu tidak selalu ada alasan meninggalkan kantornya.

Sikap dan tindakan Gubsu tidak dibutuhkan (lagi) dalam perjuangan menutup TPL. Maka Gubsu dan Pemprovsu tidak perlu lagi menjelaskan sikap, rekomendasi dan rencana Gubsu ke Pemerintah Pusat maupun ke Sihaporas.

Sikap dan tindakan Gubsu justru akan kontra produktif terhadap perjuangan Tutup TPL. Penutupan TPL akan lebih sulit dilakukan jika Gubsu dilibatkan (terlibat) dalam perjuangan.

Maka para rohaniawan lintas agama di Sumut dan di pusat lebih tepat merencanakan langsung bertemu dengan Presiden Prabowo untuk menutup TPL.

Sebab jika Presiden Prabowo Subianto bersedia mendengar para robaniawan dan masyarakat Kawasan Danau Toba, maka TPL pasti akan tutup tahun 2025 ini.

 

Medan, 13 November 2025
Penulis, Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas), Presidium Pergerakan Rakyat Indonesia Makmur Adil (Prima), Presidium Perkumpulan Semangat Rakyat Anti Korupsi (Semarak), dan Direktur Eksekutif Indonesia Government Watch (IGoWa).

 

 

 

Tags: GimmickGubsusegarisSegaris.coStopTPLTutup TPL
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

“Membaca pesan suci di balik nama Josepha Alexandra”

by Ingot Simangunsong
17 Mei 2026 | 06:27 WIB
0

Catatan| Mauliate Simorangkir DI dalam labirin birokrasi yang kerap terjebak dalam pola konvensional status quo, otoritas sering kali bermutasi menjadi...

Read more
Buah Pikir

Lelang jabatan di Taput, Dinas Pekerjaan Umum dulu “diburu” kini tidak diminati

by Ingot Simangunsong
14 April 2026 | 08:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang DULU jabatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat( PUPR) adalah jabatan yang sangat seksi dan "diburu"...

Read more
Buah Pikir

Sistem meritokrasi untuk calon Kadis Pendidikan Tapanuli Utara

by Ingot Simangunsong
2 Maret 2026 | 12:13 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang KENAPA jabatan Kepala Dinas Pendidikan sangat penting di Tapanuli Utara? Karena ada filosofi orang Batak "Anakhon...

Read more
Buah Pikir

SMAN 3 PlusTarutung berprestasi dengan biaya sangat murah

by Ingot Simangunsong
26 Februari 2026 | 07:40 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang MANTAN Bupati Tapanuli Utara 2 periode Torang Lumbantobing (Toluto), seorang lulusan STMN Pansurnapitu ( SMKN2 Siatas...

Read more
Buah Pikir

Gaya dan Pola Solo vs Gaya dan Pola Batak

by Ingot Simangunsong
12 Februari 2026 | 06:53 WIB
0

Oleh | Dr Mauliate Simorangkir, M.Si SETELAH istilah 'omon-omon' populer, kini muncul istilah baru yaitu 'garong' yang dipopulerkan oleh Bapak...

Read more
Sutrisno Pangaribuan
Buah Pikir

Risiko dipimpin Gubernur yang tidak kompeten

by Ingot Simangunsong
11 Februari 2026 | 20:34 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan PENGUNDURAN diri ASN dari jabatan tinggi pratama (eselon 2) di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tidak...

Read more

Berita Terbaru

News

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan mediasi perselisihan Aantarwarga

18 Juli 2026 | 15:15 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar pimpin latihan menembak tingkatkan kesiapsiagaan personel

18 Juli 2026 | 15:03 WIB
News

Polres Pematangsiantar gelar Baksos di Panti Jompo

18 Juli 2026 | 14:14 WIB
Kolom

Dari kemiskinan menuju kebangkitan: Perjalanan Etiopia menjadi Negara yang terus bertumbuh

18 Juli 2026 | 07:53 WIB
News

UPDATE: Korban meninggal kecelakaan beruntun di Sibolangit bertambah menjadi 4 orang

17 Juli 2026 | 18:24 WIB
News

Kecelakaan beruntun libatkan tujuh kendaraan di Sibolangit, satu orang dilaporkan meninggal

17 Juli 2026 | 18:00 WIB
News

Pemko Pematangsiantar gelar Job Fair 2026, sediakan lebih dari 1.000 lowongan kerja

17 Juli 2026 | 13:36 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar terima bantuan alat Tes Urine dari Wali Kota, perkuat sinergi pemberantasan Narkoba

17 Juli 2026 | 10:06 WIB
News

Profil 9 Anggota Tim Kejagung yang menangani perkara Jampidsus Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 | 08:35 WIB
News

Polsek Siantar Martoba bantu warga sakit berobat ke Puskesmas

16 Juli 2026 | 17:48 WIB
News

Polsek Siantar Marihat respons cepat laporan keributan melalui Call Center 110

16 Juli 2026 | 17:35 WIB
Kolom

Tipping Point terberantasnya korupsi di Indonesia: Mungkinkah terjadi?

16 Juli 2026 | 08:52 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita