Segaris.co
Sabtu, 17 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

Jejak Registrasi Bius di Pangururan: Warisan administrasi Belanda yang tinggalkan konflik tanah berlarut

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
9 November 2025 | 10:07 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Hatoguan Sitanggang

PROSES registrasi 147 bius yang dilakukan Asisten Demang W.M. Hutagalung di Samosir pada 1904–1905 membawa dampak besar dalam dinamika sosial dan pemerintahan masyarakat Pangururan.

Pendataan tersebut menghasilkan buku registrasi bius yang menjadi dasar perubahan struktur sosial yang sebelumnya berjalan dengan sistem Dalihan Na Tolu.

Masuknya administrasi kolonial Belanda memicu kekhawatiran para raja huta. Banyak yang memilih mengungsi dan melakukan perlawanan ketimbang tunduk kepada otoritas Belanda.

Kekosongan sejumlah permukiman pada masa itu menyebabkan pendataan lanjutan menjadi tidak akurat, terutama saat pemerintah kolonial menerbitkan buku Bisoloit antara tahun 1907 hingga 1920.

Secara positif, pendataan Belanda menjadi fondasi awal sistem pemerintahan modern di wilayah tersebut.

Belanda memperkenalkan sistem hukum perdata dan pidana, serta menerapkan kewajiban pajak sebagai bagian dari pembangunan, termasuk pendirian sekolah rakyat yang meningkatkan kemampuan baca-tulis masyarakat.

Namun, di sisi lain, penerbitan Bisoloit memunculkan persoalan struktural yang masih dirasakan hingga kini.

Banyak pemilik huta atau raja yang justru kehilangan hak atas wilayahnya karena nama yang tercatat dalam Bisoloit sering kali bukan pemilik asli, melainkan perwakilan yang hadir menghadap administratur Belanda.

Kondisi ini menyebabkan sejumlah raja adat berubah status menjadi seperti pendatang di tanahnya sendiri.

Selain itu, praktik penguasaan tanah oleh pemerintah kolonial menimbulkan jejak permasalahan pertanahan yang berkepanjangan.

Di Pangururan, misalnya, banyak tanah peninggalan kolonial yang hingga kini menjadi sumber sengketa perdata antar keturunan.

Persoalan tersebut diperparah dengan munculnya tarombo baru yang disusun sekitar 1920 oleh H.W. Hutagalung, yang dinilai menghilangkan catatan silsilah Raja Sitempang, salah satu pendiri perkampungan tua di Huta Hariara Sigurdung.

Keberadaan Pohon Hariara dan kawasan Tanah Harajaon di Desa Pardoamuan I menjadi bukti sejarah atas keberlanjutan penguasaan wilayah tersebut oleh keturunan Raja Sitempang.

Warisan kolonial ini terus memengaruhi kehidupan sosial dan hukum masyarakat Pangururan hingga saat ini, terutama terkait identitas genealogis dan hak atas tanah adat. [Bersambung]

 

 

Penulis, Hatoguan Sitanggang, adalah Raja Jolo Keturunan Raja Sitempang [Raja Jolo Anak tertua dari Garis keturunannya]

Keterangan foto
Lokasi tanah kaminte di kota Pangururan ibukota Kabupaten Samosir

Tags: Jejak Registrasi Bius di PangururansegarisSegaris.cotinggalkan konflik tanahWarisan administrasi Belanda
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Menanti keberanian Jaksa menangkap para perampok uang Jalan Tol Medan- Binjai

by Ingot Simangunsong
11 Oktober 2026 | 11:54 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan  BEBERAPA waktu yang lalu, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan telah...

Read more
Buah Pikir

PR besar penataan Telekomunikasi, butuh solusi bersama 

by Ingot Simangunsong
6 Oktober 2026 | 10:10 WIB
0

Oleh | Herry Chandra, ST Pimpinan PT Hydra Media Indonesia. Tim Hydra Net DUNIA telekomunikasi Indonesia sedang tumbuh pesat. Kebutuhan...

Read more
Buah Pikir

“Bupati sehari”

by Ingot Simangunsong
28 September 2026 | 07:19 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   OLIMPIADE Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara diselenggarakan Dinas Pendidikan Sabtu, 19...

Read more
Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

by Ingot Simangunsong
18 September 2026 | 17:18 WIB
0

Catatan | Herry Chandra, ST  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kulon Nuwun, DARI tanah Habonaron Do Bona Simalungun yang subur, tempat nenek...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Timoty Situmorang, telusuri silsilah Op Tuan Situmorang

by Ingot Simangunsong
25 Agustus 2026 | 07:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   TIMOTY SITUMORANG, 27 tahun, lahir di Kota Medan, tetapi dia sangat pasih berbahasa Batak. Anak...

Read more

Berita Terbaru

News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
News

Organda Medan: “Angkutan umum gratis bagi pelajar lebih efisien dari bus listrik”

11 Oktober 2026 | 18:33 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus