Segaris.co
Sabtu, 17 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

Samosir dalam Arus Sejarah Kelam: Perbudakan, Rodi, dan Perlawanan Rakyat Batak

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
8 November 2025 | 10:40 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Hatoguan Sitanggang

PADA awal abad ke-19, wilayah Tapanuli Raya, termasuk Samosir dengan pusatnya di Pangururan, berada dalam situasi konflik berkepanjangan akibat Perang Padri.

Pasukan Padri dari Minangkabau memasuki Tanah Batak dengan tujuan memperluas pengaruh kekuasaan dan agama. Konflik tersebut menimbulkan penderitaan mendalam bagi masyarakat Batak, di mana sekitar 70 persen penduduk dilaporkan gugur dalam perang, penindasan, maupun kelaparan.

Sebagian kecil yang selamat terpaksa bersembunyi di kawasan hutan untuk mempertahankan hidup.

Namun, kondisi berbalik ketika wabah kolera merebak di kalangan pasukan Padri. Wabah ini dipicu oleh banyaknya korban perang yang tidak dimakamkan secara layak, sehingga menciptakan lingkungan penyebaran penyakit.

Situasi tersebut memaksa pasukan Padri mundur dari wilayah Batak dan mengakhiri masa pendudukan mereka pada awal 1800-an.

Meski demikian, jejak penderitaan masih terasa, termasuk munculnya praktik perbudakan, di mana tawanan perang dijual kepada pedagang asing yang beroperasi di wilayah Tapanuli.

Kedatangan Kolonial Belanda

Sekitar tahun 1887, Belanda kembali memasuki dan menguasai Tapanuli Raya. Pemerintahan kolonial mempertahankan praktik kerja paksa (rodi) untuk membangun sejumlah infrastruktur strategis.

Proyek besar yang dikerjakan pada masa ini antara lain pembangunan jalan Tele–Pangururan, pembuatan Terusan Tano Ponggol, serta pengalihan aliran Sungai Binaga Sioto di Pangururan.

Selain itu, Belanda menerapkan strategi politik divide et impera atau pecah belah antar marga dan wilayah adat.

Pada 1904–1905, dilakukan pendataan Bius di seluruh Samosir, dan tercatat sebanyak 147 Bius, termasuk Bius Sitolu Hae Horbo yang berpusat di Pangururan.

Perubahan Struktur Ekonomi dan Pemerintahan

Sebelum masa kolonial, pusat aktivitas ekonomi di Pangururan berpusat di Onan Tiga Urat.

Namun, pada sekitar tahun 1907, Belanda memerintahkan pemindahan pasar tersebut ke kawasan Tano Ponggol dan menetapkannya sebagai Onan Panahatan.

Pemindahan ini menandai bergesernya kendali ekonomi masyarakat ke tangan pemerintahan kolonial.

Sistem pemerintahan tradisional Batak juga mengalami pergeseran. Struktur adat secara perlahan digantikan oleh administrasi kolonial, dengan penunjukan kepala Nagari sebagai perpanjangan tangan Belanda.

Meski demikian, perlawanan lokal tidak berhenti. Berbagai raja Batak masih melakukan perlawanan secara gerilya.

Sisingamangaraja XII tercatat sempat melintas di Pangururan menuju Dairi dan bertemu dengan Raja Sitempang di Hariara Sigurdung.

Dalam pertemuan tersebut, ia menancapkan tombaknya ke tanah dan dari batu itu memancar air yang hingga kini dikenal sebagai Aek Raja, yang tetap mengalir sebagai bagian dari sejarah perjuangan rakyat Batak. [Bersambung]

Penulis, Hatoguan Sitanggang, adalah Raja Jolo Keturunan Raja Sitempang [Raja Jolo Anak tertua dari Garis keturunannya]

Keterangan foto

Aek Raja berdekatan dengan Situs Hariara sigurdung yang terletak di Desa Lumban Pinggol, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir

Tags: dan Perlawanan Rakyat BatakPerbudakanRodisegarisSegaris.coSejarah Kelam:
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Menanti keberanian Jaksa menangkap para perampok uang Jalan Tol Medan- Binjai

by Ingot Simangunsong
11 Oktober 2026 | 11:54 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan  BEBERAPA waktu yang lalu, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan telah...

Read more
Buah Pikir

PR besar penataan Telekomunikasi, butuh solusi bersama 

by Ingot Simangunsong
6 Oktober 2026 | 10:10 WIB
0

Oleh | Herry Chandra, ST Pimpinan PT Hydra Media Indonesia. Tim Hydra Net DUNIA telekomunikasi Indonesia sedang tumbuh pesat. Kebutuhan...

Read more
Buah Pikir

“Bupati sehari”

by Ingot Simangunsong
28 September 2026 | 07:19 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   OLIMPIADE Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara diselenggarakan Dinas Pendidikan Sabtu, 19...

Read more
Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

by Ingot Simangunsong
18 September 2026 | 17:18 WIB
0

Catatan | Herry Chandra, ST  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kulon Nuwun, DARI tanah Habonaron Do Bona Simalungun yang subur, tempat nenek...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Timoty Situmorang, telusuri silsilah Op Tuan Situmorang

by Ingot Simangunsong
25 Agustus 2026 | 07:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   TIMOTY SITUMORANG, 27 tahun, lahir di Kota Medan, tetapi dia sangat pasih berbahasa Batak. Anak...

Read more

Berita Terbaru

News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
News

Organda Medan: “Angkutan umum gratis bagi pelajar lebih efisien dari bus listrik”

11 Oktober 2026 | 18:33 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus