Segaris.co
Minggu, 18 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

JURNALIS SAMPAH… memaknai sebagai kiasan

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
30 April 2025 | 09:10 WIB
in Kolom

catatan | ingot simangunsong

JURNALIS dan sampah.
Dua kata ini jika berdiri sendiri – sendiri, tidak memiliki hubunggan apa – apa. Jurnalis ya jurnalis. Sampah ya sampah.

Jurnalis—yang kerap disebut juga wartawan—merupakan individu yang menjalankan tugas – tugas jurnalistik, mencakup kegiatan menulis, menganalisis, serta menyampaikan laporan berbagai peristiwa kepada publik melalui media massa secara rutin.

Sementara sampah merupakan material padat yang dihasilkan dari aktivitas harian manusia maupun proses alam, yang tidak lagi memiliki nilai guna dan dibuang oleh pemiliknya. Jenis sampah sangat beragam, mulai dari sisa makanan, kertas, hingga limbah plastik dan bahan-bahan lainnya yang tidak terpakai.

Kedua kata itu, tidak punya kaitan apa pun, berdiri dengan makna dan masalahnya sendiri – sendiri.

*****

TETAPI ketika kedua kata itu, disatupadukan seorang teman menjadi JURNALIS SAMPAH, menimbulkan tafsir yang berbeda. Kemudian melahirkan komentar yang bermacam – macam.

Ada yang dilupakan, bahwa jika kedua kata itu dikawinkan, maka kata SAMPAH berubah fungsi sebagai kata kiasan bagi kata JURNALIS.

Teman yang menyatukan dua kata tersebut, tentu punya alasan kenapa harus mempersatukannya.

Bisa jadi, teman itu sedang berhadapan dengan seorang jurnalis [individu], yang melaksanakan tugasnya, telah melakukan sesuatu yang mengakibatkan ketersinggungan. Sehingga terlontarlah kata, JURNALIS SAMPAH.

Sifatnya sangat pribadi sekali dan apa yang disampaikan kawan itu, adalah kata yang diperuntukkan pada dirinya sebagai ungkapan rasa kekesalannya terhadap tindakan seorang jurnalis. Arahnya lebih ke individu, bukan terhadap satu lembaga sebagai wadah tempat berkumpulnya para jurnalis.

Jadi, tidak ada yang patut ditanggapi dengan tafsir beraneka warna, yang seakan – akan kiasan itu menjeneralisasi seluruh JURNALIS. Artinya, jangan jadi ikut – ikutan gerah dan merasa terhina karena kata kiasan tersebut.

*****

KATA KIASAN memegang peranan penting dalam memperkaya ekspresi bahasa. Tak sekadar menjadi hiasan dalam ujaran atau tulisan, kata kiasan mampu menghadirkan nuansa, membangun suasana, dan memikat perhatian audiens melalui gaya penyampaian yang kreatif.

Menurut para ahli bahasa, penggunaan kata kiasan memiliki tiga fungsi utama. Pertama, memperkaya bahasa. Dengan memilih ungkapan kiasan yang tepat, bahasa menjadi lebih hidup, ekspresif, dan mudah diingat.

Kedua, menciptakan efek tertentu. Dalam berbagai konteks komunikasi, kata kiasan dapat membangkitkan humor, ketegangan, hingga emosi mendalam.

Ketiga, menarik perhatian. Penggunaan kata kiasan yang unik dan kreatif dapat menjadi daya tarik tersendiri, baik dalam komunikasi lisan maupun tulisan.

Para ahli bahasa sepakat bahwa kata kiasan merupakan elemen penting dalam komunikasi yang memperkuat daya ungkap suatu pesan.

Berbeda dari makna harfiah, kata kiasan mengandung makna tersirat yang digunakan untuk menambah kedalaman dan daya tarik bahasa.

Dalam praktiknya, kata kiasan kerap memanfaatkan bentuk perbandingan, metafora, atau personifikasi. Melalui pendekatan tersebut, pesan yang disampaikan menjadi lebih ekspresif dan imajinatif, sekaligus membangkitkan ketertarikan audiens secara emosional maupun intelektual.

Penggunaan kata kiasan tidak hanya memperindah bahasa, tetapi juga memainkan peran strategis dalam memperkuat daya sugesti komunikasi, baik dalam sastra, media, maupun percakapan sehari-hari.

*****

INDIVIDU dapat menyikapi kata kiasan dengan beragam cara, tergantung pada latar belakang pendidikan, konteks komunikasi, dan tingkat pemahaman bahasa.

Berikut beberapa sikap yang umum ditemui:

Mengapresiasi sebagai seni bahasa
Banyak orang menganggap kata kiasan sebagai bentuk kreativitas yang memperindah bahasa. Mereka menikmati kehalusan makna dan efek emosional yang ditimbulkan.

Menganalisis makna secara mendalam
Bagi kalangan terdidik atau yang terbiasa dengan teks sastra dan komunikasi tinggi, kata kiasan dipahami secara kontekstual. Mereka cenderung menafsirkan secara kritis untuk menemukan pesan tersembunyi.

Kesulitan memahami
Sebagian individu, terutama yang belum terbiasa dengan gaya bahasa tidak langsung, bisa merasa bingung atau salah menangkap maksud jika tidak memahami konteks atau makna kiasan yang digunakan.

Menyesuaikan penggunaan dalam komunikasi
Dalam kehidupan sehari-hari, individu akan menyesuaikan penggunaan kata kiasan tergantung lawan bicara. Dalam situasi informal atau kreatif, penggunaan kiasan mungkin lebih bebas, sementara dalam konteks formal, pemilihan kata cenderung lebih hati-hati.

Penulis, ingot simangunsong, pimpinan redaksi Segaris.co

Tags: Jurnalissegaris
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

by Ingot Simangunsong
12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  PERNAH dengar kata pemakzulan saat berita politik lagi panas-panasnya? Biasanya istilah ini muncul ketika ada desakan...

Read more
Kolom

Jika Gibran dimakzulkan, Apa yang terjadi pada pemerintahan dan peta politik Indonesia?

by Ingot Simangunsong
25 September 2026 | 09:01 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong WACANA pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik seiring bergulirnya perkara hukum yang...

Read more
Oplus_131105
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 09:57 WIB
0

Catatan | INGOT SIMANGUNSONG  PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan negeri yang harus gratis kembali membuka perbincangan besar tentang masa...

Read more
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 16:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  ADA sebuah kalimat yang kembali terasa relevan ketika kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan...

Read more
Oplus_131072
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

by Ingot Simangunsong
14 September 2026 | 20:53 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong  PERJALANAN panjang kepengurusan baru Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya memasuki titik penting. Dewan Pimpinan...

Read more
Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

by Ingot Simangunsong
13 September 2026 | 22:16 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong PENDIDIKAN tinggi dan jabatan mentereng ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan. Fenomena ini terlihat ketika...

Read more

Berita Terbaru

News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus