Segaris.co
Selasa, 1 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News

Budidaya Ikan Nila Bioflok di Samosir berbuah manis, Bupati apresiasi panen perdana

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
25 Maret 2025 | 09:24 WIB
in News

SAMOSIR – SEGARIS.CO — Program budidaya ikan nila dengan sistem bioflok di Kabupaten Samosir mulai menunjukkan hasil positif. Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mekar sukses melakukan panen perdana di Desa Sitoluhuta, Pangururan, pada 24 Maret 2025, disaksikan Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom.

Bupati menyampaikan apresiasi atas kerja keras Pokdakan Mekar dalam mengembangkan sistem budidaya inovatif ini.

Ia menilai hasil panen perdana yang mencapai 250 kilogram per kolam dalam kurun waktu empat bulan sudah cukup baik.

“Kami mengapresiasi pencapaian ini. Ke depan, kami berharap hasil panen bisa lebih optimal,” ujar Bupati.

Sikap tertutup Inspektorat Samosir dalam indikasi penyalahgunaan dana BOS SMP Negeri 1 Sianjur Mulamula menuai kritik

Dorongan untuk beralih ke sistem bioflok

Program ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Kabupaten Samosir dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Bupati menegaskan bahwa peralihan dari Keramba Jaring Apung (KJA) ke kolam darat sistem bioflok menjadi langkah strategis untuk menjaga kelestarian Danau Toba.

“Ternyata budidaya dengan sistem bioflok bisa berhasil. Ini dapat menjadi solusi untuk perbaikan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan,” ungkapnya.

Pemerintah, lanjut Bupati, siap memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat yang tertarik mengadopsi sistem ini.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam budidaya, seperti produksi pakan mandiri untuk menekan biaya operasional. Dengan optimalisasi ini, hasil panen ditargetkan dapat meningkat hingga 500 kilogram per kolam.

Sitoluhuta menuju “Kampung Nila”

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Desa Sitoluhuta didorong untuk menjadi “Kampung Nila”.

Dengan sinergi antara pemerintah dan pembudidaya, Vandiko optimistis kawasan ini dapat berkembang menjadi sentra produksi ikan nila berbasis bioflok.

Dari sisi ekonomi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Tumiur Gultom, menegaskan bahwa budidaya bioflok memiliki prospek menjanjikan.

Teknologi ini mampu mengurangi kebutuhan pakan, karena limbah ikan diolah kembali oleh mikroorganisme menjadi sumber nutrisi tambahan.

“Hasil panen saat ini mencapai rata-rata 250 kilogram per kolam, dengan harga jual Rp30 ribu per kilogram. Artinya, Pokdakan Mekar bisa meraup pendapatan sekitar Rp12 juta per siklus panen,” jelas Tumiur.

Untuk meningkatkan produktivitas, pihaknya akan terus memberikan pendampingan serta pelatihan kepada kelompok pembudidaya.

Bahkan, praktisi dari Medan telah didatangkan guna memperkaya wawasan dan keterampilan para petani ikan di Samosir.

Harapan Pokdakan untuk dukungan lebih lanjut

Ketua Pokdakan Mekar, Cornelius Simbolon, mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan panen perdana ini serta apresiasi terhadap dukungan pemerintah.

Ia optimistis bahwa sistem bioflok memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Samosir.

“Kami mengajak pembudidaya ikan yang masih menggunakan KJA untuk tidak ragu beralih ke bioflok. Kami sudah membuktikan bahwa sistem ini menguntungkan,” kata Cornelius.

Ia juga berharap pemerintah dapat membantu penyediaan mesin pembuat pakan mandiri.

Menurutnya, bahan baku pakan tersedia di Samosir, sehingga keberadaan industri rumahan pelet dapat mendukung efisiensi biaya produksi.

“Kami optimis, dengan sinergi yang baik antara Pemkab Samosir dan pemerintah pusat, ke depan kita bisa memiliki home industry pembuatan pakan ikan sendiri,” katanya.

Dengan keberhasilan panen perdana ini, sistem bioflok semakin membuktikan potensinya sebagai solusi budidaya perikanan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Kabupaten Samosir. [Hatoguan Sitanggang/***]

Tags: BupatiBupati SamosirGultomIkanNilaSamosirsegarisSegaris.coVandiko Gultom
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 11:40 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO – GUNUNG Sinabung kembali erupsi. Aktivitas vulkanik yang meningkat membuat status gunung api di Kabupaten Karo, Sumatera Utara,...

Read more
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 10:22 WIB
0

MEDAN, SEGARIS.CO — PEMANTAU Persetujuan Bangunan Gedung (PBG Watch) menyoroti belum dilaksanakannya penyegelan terhadap bangunan bermasalah di Jalan Sisingamangaraja, Gang...

Read more
Oplus_131072
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 05:15 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — AKTIVITAS Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meningkat signifikan. Setelah mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) pukul...

Read more
News

Update Berastagi malam ini

by Ingot Simangunsong
31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO -- ABU masih menjadi persoalan utama. Laporan terbaru yang terbit hari ini menyebut abu vulkanik menutupi sejumlah ruas...

Read more
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

by Ingot Simangunsong
31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
0

PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO -- WALI KOTA Pematangsiantar Wesly Silalahi melepas tim sidak pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan dari halaman Balai...

Read more
News

Gunung Sinabung erupsi, status naik Siaga: Abu 3.500 meter, warga diminta tak panik

by Ingot Simangunsong
31 Agustus 2026 | 19:18 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO – GUNUNG SINABUNG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami letusan pada Senin (31/8/2026). Erupsi yang terjadi sekitar...

Read more

Berita Terbaru

News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

1 September 2026 | 11:40 WIB
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

1 September 2026 | 10:22 WIB
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

1 September 2026 | 05:15 WIB
News

Update Berastagi malam ini

31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
News

Gunung Sinabung erupsi, status naik Siaga: Abu 3.500 meter, warga diminta tak panik

31 Agustus 2026 | 19:18 WIB
SEREMONI

Tangkas Kroni Silitonga gelar reses, serap aspirasi warga Nagori Lestari Indah

31 Agustus 2026 | 16:02 WIB
News

‎Bupati Tapanuli Utara temui Kepala BBWSS II, usulkan pemulihan irigasi dan tanggul

31 Agustus 2026 | 13:13 WIB
News

Bayu Wicaksono alias Ncek pulang dari Myanmar, buronan dua tahun berakhir di Bareskrim

31 Agustus 2026 | 11:16 WIB
SEREMONI

Wali Kota ajak DMI makmurkan masjid dan masyarakat Siantar

31 Agustus 2026 | 08:48 WIB
News

“RUU Perampasan Aset: senjata baru Negara mengejar harta kejahatan, tapi siapa yang mengawasi?”

30 Agustus 2026 | 13:38 WIB
News

Nchimbi pergi, Samia tetap berkuasa: Apa yang sesungguhnya terjadi di balik Istana Tanzania?

30 Agustus 2026 | 11:16 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus