ANCAMAN terhadap persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam abad ke-21 ini, harus dicegah sedini mungkin. Upaya memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kerap dilakukan kelompok teroris radikalis anti toleransi (TERA). Tidak boleh dibiarkan, sebab hal itu sangat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
Penegasan itu disampaikan Ketua Umum Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Letjend. (Purn) Saiful Sulun, melalui kata sambutan tertulisnya yang dibacakan Pelaksana Tugas (Plt.) LVRI Sumatera Utara (Sumut), Kolonel CZI (Purn) H. Mardjono, di perayaan Hari Ulang Tahun (HUT)Ke-66 LVRI, di Aula Yudha Bakti, Markas DPD LVRI Sumut, Jalan Jenderal Gatot Subroto KM 7,5, Medan, Kamis (12/01/2023).
Dikatakannya, saat ini masih dapat bertemu generasi 1945 dengan generasi milenial. Karena itu, ancaman tersebut masih dapat dicegah dengan menanamkan nilai-nilai semangat kejuangan 1945 kepada generasi sekarang.

“Kalau pada tahun 2100-an ke depan, pasti generasi 1945 sudah tidak ada lagi. Tapi, dengan menanamkan nilai-nilai kejuangan itu kepada generasi sekarang, ancaman tersebut dapat diminimalisir. Maka semangat kebangsaan ini wajib kita teruskan kepada generasi sekarang sehingga NKRI dapat terus tegak berdiri,” kata Mardjono.
Selain itu, kemiskinan, narkoba, desa-desa tertinggal, korupsi yang masih merajalela, pembangunan yang belum berkeadilan, juga merupakan ancaman bagi keutuhan NKRI. Untuk itu, diperlukan dukungan dari seluruh stakeholder agar ancaman tersebut dapat dicegah.
Baca juga :
IMLEK FAIR “perekat” BUDAYA, tidak KOMERSIAL dan bukan PASAR MALAM
“Sebab tantangan dan hambatan yang kita hadapi ke depannya, akan semakin besar. Terlebih dengan kemajuan bangsa-bangsa lain yang semakin pesat. Demikian juga dengan persaingan ideologi antar negara komunis, kapitalis liberalis, ataupun sosialis. Apakah ideologi kita Pancasila akan masih ada nantinya ? Itulah gunanya sejak dini kita wajib menanamkan nilai-nilai kejuangan bangsa kita kepada generasi sekarang,” ucap Mardjono pada perayaan HUT LVRI yang mengusung tema “Legiun Veteran Ri Mengajak Seluruh Komponen Bangsa Menghindari Upaya Memecah Belah Bangsa Dalam Menghadapi Tahun Politik.”
Akibat terlalu letih, Mardjono sempat terkena serangan jantung dan segera dilarikan ke rumah sakit.
Baca juga :
Chandra Yau: “SEBELUM jadi Wali Kota, Bu Susanti Dewayani dan Pak Erizal sudah memupuk toleransi”
Wakil Ketua DPD LVRI Sumut, Kolonel (Purn) M. Manurung, menambahkan bahwa ke depannya organisasi LVRI dapat semakin baik dan berdiri sendiri.
“Meski Pak Gubernur Edy Rahmayadi tak jadi hadir karena jadwalnya yang padat, dan Pak Pangdam I/BB juga lagi banyak kegiatan, namun kegiatan ini dapat berjalan lancar. Semoga menjelang tahun politik ini, semangat kebangsaan kita dapat terus tumbuh subur dalam sanubari kita, termasuk generasi sekarang,” tuntasnya. (Sipa Munthe/*)








