Segaris.co
Senin, 19 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home VIEW

Setelah jatuh bangun, melalui Lapak Ganjar, Batik Bulan Pekalongan dapat orderan dari Italia

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
18 September 2022 | 13:34 WIB
in VIEW

USAHA batik merek Bulan asal Pekalongan sempat mengalami kelesuan di masa pandemi, namun keikutsertaannya pada program Lapak Ganjar, membuat Batik Bulan bisa bertahan, bahkan kian berkembang.

Tidak hanya itu, dari Lapak Ganjar itu, Batik Bulan mendapatkan orderan dari luar negeri, yaitu Italia.

Sang pemilik, Wulan Utoyo, secara terang-terangan menyatakan, Lapak Ganjar itulah yang menjadi solusi ketika usahanya lesu akibat pandemi.

“Saya iseng-iseng ikut menjadi follower-nya (Instagram @ganjar_pranowo) awalnya. Lalu, saya ikut Lapak Ganjar. Yang ditampilkan di sana (akun @ganjar_pranowo) itu, benar hal yang bermanfaat mengangkat UMKM,” kata Wulan, ditemui di rumah produksi batiknya di Jalan Gabus, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, belum lama ini.

Dia pun tertarik mengikutsertakan foto unggahan produknya ke Lapak Ganjar. Sebab, ketika itu usahanya benar-benar dihajar pandemi.

Baca juga :

Fajar Alfian Kristanto Siringoringo diduga korban pembunuhan berencana, pengacara desak tersangka segera ditetapkan dan ditahan

Ternyata, unggahannya tersebut di-repost Lapak Ganjar. Selain bangga, tidak sedikit dari teman-temanya yang kagum karena unggahan Batik Bulan di-repost Lapak Ganjar.

“Dengan ditampilkan di Lapak Ganjar,  follower saya tiba-tiba meningkat,  penjualan tiba-tiba meningkat. Satu hal yang membuat saya sangat berterima kasih dengan adanya Lapak Ganjar. Satu lagi yang membuat saya tak terduga adalah, entah bagaimana koneksi yang diadakan di Lapak Ganjar, tahu-tahu dari Italia menelepon kita, meminta produk kita, yaitu selendang sutra batik tulis,” tuturnya, menceritakan titik cerah usai diunggah ulang Lapak Ganjar.

Wulan juga menanyakan ke si pengorder dari mana tahu produknya kemudian tertarik. Mereka menjawab, jika info itu datang dari pusat Jakarta.

Belum jelas rasa penasarannya, Wulan pun kembali bertanya, dari mana orang tersebut tahu, ternyata mereka jawab, dari program Lapak Ganjar.

Baca juga :

BKB Sumut gelar pengobatan, sunat massal dan operasi bibir sumbing GRATIS di Tebing Sahbandar

“Setelah di-repost itu memang ada peningkatan. Kita semakin dikenal oleh khalayak sampai ke luar negara,” ujarnya.

Untuk penjualan, kata Wulan, terjadi peningkatan. Wulan tak menyebutkan secara detail peningkatannya.

Dia hanya mencontohkan, sebelum ikut Lapak Ganjar penjualan hanya 100 lembar batik tulis, setelah ikut Lapak Ganjar, terjadi peningkatan penjualan hingga 200 lembar batik.

Dia juga berbagi pengerjaan batik dengan sejumlah perajin batik atau vendor. Supaya, para perajin tetap bisa berkarya dan bisa menambah pemasukan.

Para vendor itu berada di sejumlah tempat seperti di wilayah Kota Pekalongan,  Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang.

“Setelah Lapak Ganjar, pengaktifan vendor baru banyak,” tutur Wulan.

Menurutnya, Lapak Ganjar sangat bermanfaat bagi UMKM. Dia berharap, Lapak Ganjar akan terus mengangkat para UMKM yang memang layak produknya diangkat dan ditampilkan, dan dibantu untuk tumbuh kembang, agar usaha bisa bertahan.

Wulan menjelaskan, produk Batik Bulan merupakan batik tulis dengan menyasar bukan pasar menengah ke bawah, tapi menengah ke atas. Dia sangat percaya diri jika batiknya memiliki pasar

“Saya sangat pede,  enggak papa. Semua orang punya nilai masing-masing. Kita harus percaya bahwa kita akan menemukan segmen yang pas, pembeli yang pas. Tidak masalah kita bergerak di bawah, tengah, maupun atas,” bebernya.

Diungkapkan, batik tulisnya itu ada yang pengerjaan selembarnya memakan waktu dua bulan, tiga bulan, bahkan ada yang satu tahun. Tergantung dari tingkat kerumitannya.

Bagi masyarakat yang ingin melihat koleksi batiknya, Wulan mempersilakan masyarakat untuk mendatangi butik batiknya di Jalan Jatayu Residence C11 Jalan WR Supratman, Kota Pekalongan. (Diskominfo Jateng/***)

Tags: BatangBatikGanjarItaliaJawa TengahLapakPekalonganProvisnis
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

VIEW

‎Colour Run sukses, Pemkab Taput komit dukung event pariwisata berkelanjutan

by Ingot Simangunsong
17 Mei 2026 | 07:57 WIB
0

TAPANULI UTARA -- SEGARIS.CO -- ‎PEMERINTAH Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan potensi daerah melalui kolaborasi...

Read more
VIEW

DTW Pallombuan dibuka, Bupati: Sinergi pusat-daerah percepat pembangunan pariwisata Samosir

by Ingot Simangunsong
12 Desember 2025 | 18:34 WIB
0

SAMOSIR -- SEGARIS.CO -- OBJEK Wisata Daerah Tujuan Wisata (DTW) Pallombuan di Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, resmi beroperasi setelah diresmikan...

Read more
VIEW

Pariwisata Samosir bangkit lewat event olahraga

by Ingot Simangunsong
7 Juni 2024 | 12:42 WIB
0

SAMOSIR – SEGARIS.CO - Pemerintah Kabupaten Samosir gencar melakukan promosi wisata melalui berbagai event olahraga internasional. Salah satunya adalah kegiatan...

Read more
VIEW

Kerjasama pemerintah dan pengusaha, kunci keberhasilan wisata Samosir

by Ingot Simangunsong
16 April 2024 | 18:59 WIB
0

SAMOSIR - SEGARIS.CO - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan jenis usaha produktif yang dimiliki individu atau badan usaha...

Read more
VIEW

Rumah penduduk jadi penginapan, Waterfront City Pangururan membludak selama Idul Fitri

by Ingot Simangunsong
16 April 2024 | 15:02 WIB
0

SAMOSIR - SEGARIS.CO - Selama perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun 1445 H/2024, Waterfront City Pangururan dipadati ribuan pengunjung wisatawan...

Read more
Soeren (20) wisatawan mancanegara asal  negara Jerman menikmati Tuak
VIEW

Wisatawan Jerman terpesona keindahan Danau Toba dan Budaya Batak di Samosir

by Ingot Simangunsong
2 April 2024 | 14:58 WIB
0

SAMOSIR - SEGARIS.CO - Soeren (20), seorang wisatawan mancanegara dari Jerman, terpesona oleh keindahan Danau Toba, terutama pulau Samosir, dan...

Read more

Berita Terbaru

KESEHATAN

Berawal dari perjuangan mengobati anak,  Helleria Barasa merintis bisnis MCI One More

18 Oktober 2026 | 23:21 WIB
News

Tiga warga apresiasi Daud Simanjuntak, keluhan infrastruktur cepat ditindaklanjuti

18 Oktober 2026 | 08:46 WIB
News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus