Segaris.co
Senin, 20 Juli 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

Waspada Radikalisme dan Infiltrasi Asing

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
6 Februari 2022 | 11:27 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Ki Tito Gatsu

 

RADIKALISME dan infiltrasi asing adalah hal yang paling berbahaya. Tentu kita masih ingat peristiwa di Iraq, Syria dan Lybia negara petro dolar yang makmur, bisa dalam sekejap menjadi negara luluh lantak.

Afghanistan yang merupakan negara modern pertama di Asia Barat (tahun 1960-1970 an) yang kembali ke masa jahiliyah dan mengalami kemunduran peradaban, dan kebodohan itu semua karena infiltrasi asing dan radikalisme.

Negara-negara imperialis tak akan segan-segan mengeluarkan dana milyaran dolar terutama bagi pengkhianat bangsa dan perusak negeri untuk menguasai sumber daya suatu negara.

Political Brief

Berbeda dengan NU dan Muhammadiyah yang memiliki akar di Kalimantan, jaringan HTI/FPI basisnya relatif lemah.

Basis terkuat ada di Banjarmasin. Upaya FPI/RS masuk ke Kalteng di 2012 ditolak oleh Suku Dayak yang mendapat dukungan dari Suku Melayu. IKN di Kaltim membuat jaringan HTI/FPI sulit untuk lakukan tekanan politik.

Pernyataan Ketua Umum PB NU, KH Yahya Cholid Staquf, bahwa PB NU akan membuka kantor di IKN merusak rencana pengembangan narasi bahwa umat Islam menolak IKN pindah.

Kalkulasi untuk membuat pemerintah “memilih” antara orang Dayak dan umat Islam yang jauh lebih besar jadi gagal. Rencana ini akan dipakai oleh Anies Baswedan untuk galang aksi dan dukungan paska selesai menjabat.

Narasi PKS Tolak IKN

Daerah-daerah basis PKS sedang dikerahkan untuk membuat penolakan IKN dengan narasi: perpindahan IKN semestinya persetujuan daerah-daerah lain, tidak hanya politisi Jakarta yang sudah dibayar oleh kontraktor.

Skenario politik 2024, yang dikembangkan oleh jaringan HTI/FPI dengan sayap politik PKS, Gatot Nurmantyo, dan Jusuf Kalla adalah: a) politic of anger dari masyarakat muslim dengan menciptakan fatamorgana politik yaitu islamophobhia, komunisme, dan China, b) politic of fear dari berbagai komunitas minoritas atau lawan politik dengan lakukan aksi masa, pelaporan, serangan, dsb sehingga mereka akan diam. Skenario ini dianggap berhasil pada Pilkada DKI khususnya pada putaran II yang sebabkan pemilih Basuki Tjahja Purnama takut datang ke TPS.

Pada sisi lain, Anies Baswedan sedang jalankan program khusus untuk bangun citra sebagai pemimpin nasional. Politik primordial dijalankan oleh tim dan koordinator khusus.

Kalkulasi politiknya, ambil sebagian besar pendukung Prabowo Subianto dan ambil separoh pendukung Jkw. Kalkulasi ini beririsan dengan strategi PKS yg berencana ambil 75% suara ‘oposisi’ yang 40%.

Diarahkan Hanya Perhatikan Medsos Tertentu

Perlawanan publik dengan pengusiran Haekal Hasan dan Khalid Basalamah secara fisik dikhawatirkan oleh jaringan HTI/FPI akan menular dan diikuti oleh berbagai daerah lain.

Kesungkanan karena memakai identitas agama dan timur tengah ditakutkan memudar. Analisa internal identifikasi hal ini akibat kombinasi: a) semakin percaya dirinya identitas Islam lokal, khususnya NU, b) semakin banyak ustadz NU yang aktif, c) sel-sel dalam aparat banyak dipindah sehingga tidak bisa beri dukungan. Untuk itu aksi seperti di Madura dilakukan untuk cegah penyebaran aksi penolakan.

Jaringan HTI/FPI terdiri dari pasokan (pesantren, pelajar, pencari kerja), pos komando yg merupakan komplek kos/asrama dengan kegiatan usaha, dan titik agiprop (agitasi dan propaganda) yaitu tempat ibadah yang dikuasai sekaligus jadi titik penggalangan masa.

Anggota jaringan diarahkan untuk hanya perhatikan medsos tertentu yang disiapkan dan abaikan sumber berita lain.

Mari kita jaga Indonesia yang indah jangan sampai dirusak para pengkhianat bangsa dan bajingan berkedok ulama. Merdeka!!!

Salam Cinta Damai dan Persatuan Indonesia.

 

 

Tags: MedsosNarasiRadikalisme
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

“Membaca pesan suci di balik nama Josepha Alexandra”

by Ingot Simangunsong
17 Mei 2026 | 06:27 WIB
0

Catatan| Mauliate Simorangkir DI dalam labirin birokrasi yang kerap terjebak dalam pola konvensional status quo, otoritas sering kali bermutasi menjadi...

Read more
Buah Pikir

Lelang jabatan di Taput, Dinas Pekerjaan Umum dulu “diburu” kini tidak diminati

by Ingot Simangunsong
14 April 2026 | 08:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang DULU jabatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat( PUPR) adalah jabatan yang sangat seksi dan "diburu"...

Read more
Buah Pikir

Sistem meritokrasi untuk calon Kadis Pendidikan Tapanuli Utara

by Ingot Simangunsong
2 Maret 2026 | 12:13 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang KENAPA jabatan Kepala Dinas Pendidikan sangat penting di Tapanuli Utara? Karena ada filosofi orang Batak "Anakhon...

Read more
Buah Pikir

SMAN 3 PlusTarutung berprestasi dengan biaya sangat murah

by Ingot Simangunsong
26 Februari 2026 | 07:40 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang MANTAN Bupati Tapanuli Utara 2 periode Torang Lumbantobing (Toluto), seorang lulusan STMN Pansurnapitu ( SMKN2 Siatas...

Read more
Buah Pikir

Gaya dan Pola Solo vs Gaya dan Pola Batak

by Ingot Simangunsong
12 Februari 2026 | 06:53 WIB
0

Oleh | Dr Mauliate Simorangkir, M.Si SETELAH istilah 'omon-omon' populer, kini muncul istilah baru yaitu 'garong' yang dipopulerkan oleh Bapak...

Read more
Sutrisno Pangaribuan
Buah Pikir

Risiko dipimpin Gubernur yang tidak kompeten

by Ingot Simangunsong
11 Februari 2026 | 20:34 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan PENGUNDURAN diri ASN dari jabatan tinggi pratama (eselon 2) di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tidak...

Read more

Berita Terbaru

News

Masinton Pasaribu: Keselamatan warga adalah prioritas utama penanganan banjir Tapanuli Tengah

20 Juli 2026 | 02:05 WIB
News

Banjir bandang terjang Tapanuli Tengah, ratusan warga mengungsi

20 Juli 2026 | 01:39 WIB
News

‎Pemkab Taput lakukan penyegaran birokrasi, tekankan kompetensi dan integritas

19 Juli 2026 | 18:34 WIB
News

‎Bupati Taput dorong penguatan karakter ‘SAITAPAIAS’ dan literasi ‘TAPAMAJUMA’ di SMPN 1 Tarutung

19 Juli 2026 | 16:15 WIB
News

19 Juli 2026 | 14:25 WIB
News

Residivis Narkoba ditangkap di depan Gereja HKBP Sukadame, sabu dan ganja disita

19 Juli 2026 | 13:57 WIB
News

Timsus Dayok Mirah patroli malam, amankan dua motor berknalpot brong

19 Juli 2026 | 11:42 WIB
News

Wesly Silalahi hadiri Reuni Akbar SMP Cinta Rakyat 1, kenang masa sekolah

19 Juli 2026 | 05:12 WIB
News

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan mediasi perselisihan Aantarwarga

18 Juli 2026 | 15:15 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar pimpin latihan menembak tingkatkan kesiapsiagaan personel

18 Juli 2026 | 15:03 WIB
News

Polres Pematangsiantar gelar Baksos di Panti Jompo

18 Juli 2026 | 14:14 WIB
Kolom

Dari kemiskinan menuju kebangkitan: Perjalanan Etiopia menjadi Negara yang terus bertumbuh

18 Juli 2026 | 07:53 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita