
Catatan | Ingot Simangunsong
POLITIK sering kali dibaca melalui angka: berapa suara yang diperoleh, berapa kali seseorang terpilih, atau berapa lama duduk di parlemen. Namun perjalanan Landen Marbun, S.H., M.H., menyimpan cerita yang lebih panjang dari sekadar hitungan elektoral.
Lebih dari dua dekade, ia berjalan di panggung politik Sumatera Utara. Dimulai dari DPRD Kota Medan, berlanjut ke DPRD Sumatera Utara, sempat berhenti, lalu kembali melalui Pemilu 2024.
Di antara perjalanan itu, ada satu pengalaman yang memberi warna tersendiri: kesempatan mengikuti International Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat ketika masih menjadi anggota DPRD Kota Medan.
Pengalaman lokal dan perspektif global itu kemudian menjadi dua sisi perjalanan seorang politisi yang terus berhadapan dengan perubahan zaman.
Dari politisi muda ke parlemen Sumatera Utara
Landen Marbun memulai karier politiknya sebagai salah satu anggota DPRD Kota Medan termuda pada periode 1999–2004 melalui Partai Bhinneka Tunggal Ika.
Lima tahun berikutnya, ia kembali memperoleh kursi melalui Partai Damai Sejahtera. Pada Pemilu 2009, langkahnya di parlemen kembali berlanjut.
Tahun 2014 menjadi babak berikutnya. Kali ini melalui Partai Hanura, Landen kembali terpilih untuk periode keempatnya di DPRD Kota Medan.
Rentang waktu tersebut membuatnya melewati berbagai perubahan dalam politik daerah. Partai berganti, peta kekuatan berubah, wajah masyarakat bergerak, sementara persoalan publik terus datang dengan bentuk yang berbeda.
Namun perjalanan itu tidak selalu berada di garis lurus.
Pada Pemilu 2019, Landen maju melalui Partai NasDem, tetapi tidak berhasil mempertahankan kursinya. Ia kemudian menjalani profesi sebagai advokat sebelum kembali memasuki gelanggang politik pada Pemilu 2024.
Kali ini, panggungnya bukan lagi DPRD Kota Medan.
Ia terpilih sebagai anggota DPRD Sumatera Utara periode 2024–2029 melalui PDI Perjuangan dengan perolehan lebih dari 24 ribu suara.
Dari seorang politisi muda di parlemen kota, perjalanan itu akhirnya membawanya ke ruang representasi yang lebih luas: Sumatera Utara.
Jalan Metal dan politik yang melampaui identitas
Ada satu cerita yang membuat perjalanan politik Landen Marbun memiliki warna tersendiri.
Sejak Pemilu 2004, namanya disebut memiliki basis dukungan yang kuat di kawasan Jalan Metal, Kecamatan Medan Deli, yang banyak dihuni komunitas Tionghoa.
Di tengah politik yang kerap dibaca melalui garis suku, agama dan identitas, fenomena tersebut menjadi menarik.
Landen Marbun adalah putra Batak, tetapi memperoleh kepercayaan dari masyarakat yang berasal dari latar belakang berbeda.
Bahkan pada Pemilu 2019, ketika ia gagal memperoleh kursi, dukungan di kawasan tersebut disebut tetap kuat.
Pemberitaan mengenai perjalanan politiknya mencatat perolehan suara Landen di kawasan itu tetap tinggi.
Lalu, dari mana kepercayaan tersebut tumbuh?
Jawabannya tidak selalu berada di dalam bilik suara.
Ketika politik hadir dalam persoalan warga
Kisah Jalan Metal membawa cerita politik ke wilayah yang lebih manusiawi.
Komunitas Tionghoa di kawasan tersebut disebut merupakan bagian dari eks pengungsi Aceh yang ditempatkan pemerintah di kawasan itu pada era 2000-an.
Dalam perjalanan berikutnya, persoalan kepemilikan tanah membuat warga menghadapi ancaman penggusuran atau eksekusi.
Di tengah persoalan tersebut, Landen Marbun disebut mengambil sikap membela warga.
Ia tidak hanya hadir sebagai politisi yang datang ketika musim kampanye. Ia digambarkan berani “pasang badan” memperjuangkan kepentingan masyarakat hingga persoalan tersebut dapat mereka menangkan.
Di titik itulah politik memperoleh makna yang berbeda.
Bagi masyarakat yang pernah merasa berhadapan dengan persoalan besar, seorang wakil rakyat tidak lagi diingat karena baliho atau slogan kampanye.
Ia diingat karena pernah hadir ketika mereka membutuhkan seseorang untuk berdiri di samping mereka.
Tokoh masyarakat Tionghoa, Juklim, bahkan menyebut Landen sebagai pejuang dan tokoh mereka karena dinilai memberikan perhatian secara tulus kepada warga Jalan Metal.
Jika kisah tersebut dibaca dalam konteks yang lebih luas, ada satu pelajaran sederhana: kepercayaan politik terkadang tumbuh bukan karena kesamaan identitas, melainkan karena pengalaman bersama.
Dari Medan, menatap Amerika Serikat
Di tengah perjalanan politik lokal itu, Landen Marbun memperoleh pengalaman yang membawanya keluar dari batas Kota Medan.
Ketika masih menjadi anggota DPRD Kota Medan, ia disebut mendapat kesempatan mengikuti International Visitor Leadership Program (IVLP), program pertukaran yang diselenggarakan Pemerintah Amerika Serikat.
Dalam bahan yang dihimpun, program tersebut berlangsung pada pertengahan era 2000-an.
Landen disebut terpilih setelah melalui proses pemantauan dan penilaian oleh Kepala Kantor Perwakilan/Konsul Amerika Serikat di Medan ketika itu, Paul S. Berg.
Ia berangkat bersama M. Nuh, yang saat itu merupakan kolega legislatif dari DPRD Sumatera Utara.
Bagi seorang legislator daerah, perjalanan tersebut bukan sekadar berpindah tempat dari Medan ke Amerika Serikat.
Ia membawa kesempatan untuk melihat bagaimana demokrasi, legislasi dan pemerintahan bekerja dari perspektif yang berbeda.
Dalam rangkaian kegiatan itu, Landen disebut berkesempatan mempelajari tata kelola pemerintahan, sistem legislasi, hubungan pemerintahan pusat dan daerah serta implementasi kebijakan publik.
Pertemuan dengan pejabat pemerintahan lokal, anggota parlemen, akademisi dan masyarakat sipil memperluas ruang belajarnya.
Medan memberinya pengalaman tentang denyut persoalan masyarakat. Amerika memberinya kesempatan melihat persoalan tersebut dari jarak yang lebih luas.
Pengalaman global, tanggung jawab lokal
Pada akhirnya, nilai sebuah perjalanan internasional bukan terletak pada jauhnya seseorang meninggalkan tanah kelahirannya.
Yang lebih penting adalah apa yang dibawanya pulang.
Pengalaman melihat praktik pemerintahan di negara lain dapat membuka ruang untuk membandingkan bagaimana kebijakan dirancang, bagaimana lembaga legislatif menjalankan fungsi pengawasan, dan bagaimana masyarakat ditempatkan dalam proses pemerintahan.
Prinsip transparansi, akuntabilitas dan partisipasi publik kemudian tidak berhenti sebagai istilah dalam ruang seminar.
Tantangannya adalah menerjemahkannya ke dalam kehidupan pemerintahan sehari-hari.
Di sinilah pengalaman internasional seorang legislator menemukan relevansinya: bukan untuk menjadikan daerah lain sebagai salinan, melainkan untuk memperluas cara melihat persoalan sendiri.
Kembali ke ruang yang lebih luas
Kini Landen Marbun menjalani babak baru di DPRD Sumatera Utara.
Pada Mei 2026, namanya tercatat mengikuti agenda penyampaian hasil reses kepada Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Pertemuan tersebut membahas pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota Medan dan DPRD Sumatera Utara dalam mendukung program strategis pembangunan Kota Medan.
Ada semacam lingkaran yang kembali bertemu.
Dulu, Landen mengenal politik dari ruang parlemen Kota Medan. Kini, ia kembali berhadapan dengan persoalan kota itu, tetapi dari ruang legislatif yang kewenangannya lebih luas.
Perjalanan yang dahulu dimulai dari Medan kini membawa tanggung jawab untuk berbicara atas nama masyarakat Sumatera Utara.
Politik, waktu dan kepercayaan
Perjalanan Landen Marbun memperlihatkan bahwa politik tidak selalu berjalan lurus.
Ia pernah menjadi politisi muda, melewati beberapa periode di DPRD Kota Medan, berpindah panggung politik, mengalami kekalahan, menjalani profesi sebagai advokat, lalu kembali melalui DPRD Sumatera Utara.
Di sepanjang perjalanan itu, ada pengalaman internasional yang memperluas pandangannya dan ada pengalaman di tengah masyarakat yang membentuk cara ia membaca persoalan.
Namun mungkin cerita yang paling sederhana justru datang dari Jalan Metal.
Di sana, politik tidak hadir sebagai teori tentang demokrasi. Politik hadir dalam bentuk yang sangat nyata: siapa yang datang ketika warga menghadapi persoalan, siapa yang mau berdiri bersama mereka, dan siapa yang tetap diingat setelah suara pemilu selesai dihitung.
Karena itu, perjalanan Landen Marbun menarik dibaca bukan semata sebagai kisah seorang politisi yang berhasil kembali ke parlemen.
Ia adalah cerita tentang waktu, pilihan, jatuh-bangun, pengalaman dan kepercayaan.
Dari jalan-jalan politik di Medan hingga ruang-ruang pemerintahan di Amerika Serikat, satu pertanyaan akhirnya kembali ke tempat semula: sejauh mana pengalaman panjang seorang wakil rakyat dapat diterjemahkan menjadi manfaat bagi masyarakat yang diwakilinya?
Sebab pada akhirnya, jabatan memiliki batas waktu.
Tetapi jejak keberpihakan—jika benar-benar dirasakan masyarakat—dapat tinggal jauh lebih lama. ****
—————
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Landen Marbun, S.H, M.H
Tempat/Tanggal Lahir: P. Cermin, 26 Februari 1972
Jenis Kelamin: Laki-Laki
Alamat: Jalan Pinus Raya No 3 Kota Medan
Pekerjaan : Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Fraksi PDI-Perjuangan
Riwayat Pendidikan:
Alumni Fakultas Hukum Unika St. Thomas Medan
Alumni SMA Negeri Perbaungan
Alumni SMP Negeri Pantai Cermin
Alumni SD Negeri Pantai Cermin
Riwayat Pekerjaan/Jabatan:
Tahun 1999 – 2004: Anggota DPRD Kota Medan Partai Bhinneka Tunggal Ika
Tahun 2001 – 2002 : Sekretaris Komisi A DPRD Kota Medan
Tahun 2002 – 2003 : Ketua Komisi A DPRD Kota Medan
Tahun 2004 – 2009: Anggota DPRD Kota Medan Partai Damai Sejahtera
Tahun 2004 – 2009: Sekretaris Fraksi Partai Damai Sejahtera DPRD Kota Medan
Tahun 2005 – 2006: Ketua Komisi A DPRD Kota Medan
Tahun 2009 – 2014: Anggota DPRD Kota Medan Partai Damai Sejahtera
Tahun 2009 – 2014: Ketua Fraksi Partai Damai Sejahtera DPRD Kota Medan
Tahun 2009 – 2010: Ketua Komisi A DPRD Kota Medan
Tahun 2011 – 2012: Ketua Pansus Cagar Budaya / Heritage DPRD Kota Medan
Tahun 2012 – 2013: Ketua Pansus Reklame DPRD Kota Medan
Tahun 2014 – 2019: Anggota DPRD Kota Medan Partai Hanura
Tahun 2014 – 2018: Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD Kota Medan
Riwayat Organisasi:
Tahun 1993 – 1994 : Ketua Koms Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Unika St. Thomas Medan
Tahun 1994 – 1995 : Ketua Koms Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Unika St. Thomas Medan
Tahun 1999 – 2004: Ketua DPC Partai Bhinneka Indonesia Kota Medan
Tahun 2003 – 2004: Ketua DPD Partai Perjuangan Bhinneka Tunggal Ika (PBTI) Sumatera Utara
Tahun 2004 – 2008 : Ketua DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Kota Medan
Tahun 2005 – 2008: Sekretaris Pengda Taekwondo Sumatera Utara
Tahun 2006 – 2010: Pengurus KONI Kota Medan
Tahun 2008 – 2012: Ketua DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Kota Medan
Tahun 2009 – 2014: Sekretaris Partai Damai Sejahtera Kota Medan
Tahun 2011 – 2014: Ketua DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Sumut
Tahun 2012 – 2013: Presiden Lions Club Medan Thamrin 307A2
Tahun 2013 – 2014: Presiden Lions Club Medan Thamrin 307A2
Tahun 2013 – 2015: Sekretaris DPC Partai Hanura Kota Medan
Tahun 2014 – 2015: Presiden Lions Club Medan Thamrin 307A2
Tahun 2014 – 2018: Ketua DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Sumut
Tahun 2015 – 2016: Presiden Lions Club Medan Thamrin 307A2
Tahun 2015 – 2017: Sekretaris DPD Partai Hanura Sumatera Utara
Tahun 2016 – 2017: Presiden Lions Club Medan Thamrin 307A2
Tahun 2017 – 2018: Presiden Lions Club Medan Thamrin 307A2
Riwayat Pelatihan & Perjalanan Internasional:
Tahun 2002: Study Banding ke Sister City China (Chengdu)
Tahun 2003: Study Banding ke Sister City Jepang (Ichikawa)
Tahun 2005: Kunjungan ke USA (Amerika Serikat) dalam Rangka Pelatihan Kepemimpinan
Tahun 2008: Study Banding ke Sister City China (Chengdu)
Tahun 2016: Kunjungan ke Inggris dalam Rangka Study Perbandingan
Pencatat: Ingot Simangunsong adalah Pimpinan Redaksi Mediaonline Segaris.co dan Penanggungjawab Mediaonline Kerohanian Shalom.click






