
SIMALUNGUN, SEGARIS.CO — ANGGOTA DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai Golkar, Dasa M Sinaga, SE, menggelar kegiatan Reses I Tahun Sidang III Tahun 2026–2027 di Jalan Saribudolok, Dusun Silahuan II, Nagori Simpang Panei, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun, Selasa (22/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Dasa Sinaga didampingi Camat Panombeian Panei Vauzi Henriko Sidabalok, Pangulu Nagori Simpang Panei Firwanto Frans Siburian, serta tokoh masyarakat L Manurung.
Dasa Sinaga mengatakan, reses merupakan kesempatan bagi anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat sekaligus menyerap berbagai aspirasi terkait pembangunan dan persoalan yang dihadapi warga.
Sebagai anggota Komisi D DPRD Sumut, ia membidangi antara lain pembangunan daerah, infrastruktur, pekerjaan umum, perumahan, perhubungan, tata ruang, lingkungan hidup, serta sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan ini akan dicatat untuk disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Sumut,” kata Dasa Sinaga yang anggota dewan dari Dapil X Kabupaten Simalungun – Kota Pematangsiantar itu.
Warga Keluhkan Sulitnya Mendapatkan Pupuk
Dalam sesi penyampaian aspirasi, sejumlah tokoh masyarakat menyoroti persoalan irigasi dan ketersediaan pupuk yang dinilai masih menjadi kendala bagi petani di Nagori Simpang Panei.
Tokoh masyarakat L Manurung, Muara Simbolon dan Jaiman Samosir menyampaikan bahwa pupuk sulit diperoleh. Kalaupun tersedia, harganya disebut cukup tinggi dengan jumlah yang terbatas.
“Pupuk sangat sulit didapat. Kalau pun ada, selain harganya tinggi, jatahnya juga terbatas. Kita tidak tahu di mana masalahnya, sehingga persoalan pupuk ini menjadi rumit,” ujar L Manurung.
Selain persoalan pupuk, Jaiman Samosir menyampaikan masalah penanganan sampah dan pelayanan kesehatan bagi lanjut usia (lansia).
Menurutnya, belum tersedianya tempat penampungan sementara menyebabkan sebagian warga membuang sampah ke parit. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu aliran irigasi.
“Karena tidak adanya tempat penampungan sementara sampah, masyarakat membuang sampah ke parit. Hal itu menjadi masalah karena berdampak pada terganggunya irigasi,” katanya.
Jaiman juga berharap pemeriksaan kesehatan bagi para lansia dapat dilakukan secara berkala, minimal enam bulan sekali.
Data Penerima Pupuk Perlu Diverifikasi
Pangulu Nagori Simpang Panei Firwanto Frans Siburian menegaskan bahwa persoalan irigasi perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, ketersediaan air sangat menentukan aktivitas pertanian masyarakat.
“Kalau tidak ada air, sawah tidak dapat dikerjakan,” ujarnya.
Terkait persoalan pupuk, Pangulu mengusulkan agar masyarakat melakukan musyawarah untuk memperbaiki data kebutuhan dan kuota pupuk.
Hal senada disampaikan Camat Panombeian Panei Vauzi Henriko Sidabalok. Ia mengusulkan agar dilakukan verifikasi dan validasi data kebutuhan pupuk masyarakat.
“Jika verifikasi dan validasi data sudah dilakukan, kita akan lebih mudah melakukan pengawasan terkait pendistribusian pupuk sesuai dengan pola tanam,” katanya.
Dasa Sinaga: Persoalan Distribusi Dibicarakan dengan Kios
Menanggapi aspirasi tersebut, Dasa Sinaga mengatakan verifikasi dan validasi data menjadi langkah penting agar persoalan distribusi pupuk dapat diketahui secara lebih jelas.
Menurutnya, setelah data diperbaiki dan disesuaikan dengan ketentuan pemerintah, persoalan yang muncul dalam pendistribusian pupuk dapat dibicarakan bersama pihak terkait, termasuk pemilik kios.
“Kita bisa membicarakan masalah yang muncul dengan pemilik kios, apa yang menyebabkan pendistribusian tidak merata atau tidak sesuai dengan kuota. Jika ada kios yang nakal, ya kita tegur. Tapi, jangan arogan. Secara persuasif saja kita selesaikan,” kata Dasa Sinaga.
Sementara terkait persoalan irigasi, Dasa Sinaga mengajak masyarakat dan pemerintah setempat bersama-sama mengawal berbagai persoalan yang membutuhkan penyelesaian.
Ia menegaskan, aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses tersebut akan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD Provinsi Sumatera Utara. [Ingot Simangunsong/***]





