TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO — MASYARAKAT Tapanuli Utara sangat beruntung,setelah tim dokter berhasil memasang ring jantung (stent) yang pertama di RSUD Tarutung, Kamis 3 November 2026.
Kegiatan pemasangan dua ring jantung kepada Hutasoit (58) yang tengah berkunjung dari Jakarta ke Tapanuli Utara disaksikan Bupati Tapanuli Utara Jonius TP Hutabarat didampingi Direktur RSUD Tarutung Bobby Simanjuntak.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur RSUP H. Adam Malik Medan Zainal Safri, serta Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI Obrin Parulian Marpaung.
Bupati menegaskan bahwa kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama yang memerlukan perhatian dan pengawalan langsung dari jajaran pimpinan daerah.
Bupati menyampaikan bahwa wilayah Tapanuli Utara selama ini merupakan salah satu daerah dengan jumlah rujukan kasus Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) tertinggi ke RSUP H. Adam Malik Medan.
Dengan beroperasinya fasilitas Cathlab (Catheterization Laboratory) di RSUD Tarutung yang diresmikan sebelumnya oleh Bupati pada 18 Juni 2026, diharapkan penanganan kasus kegawatdaruratan jantung dapat dilakukan secara mandiri di daerah, sehingga mampu menekan risiko fatalitas serta memangkas jarak rujukan.
Bupati berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Tarutung agar senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan yang ramah, cepat, dan profesional.
”Testimoni dari keluarga pasien sudah mulai bermunculan dan diapresiasi di media sosial. Tolong kepercayaan masyarakat ini kita jaga bersama. Kepercayaan itu dimulai dari keramahan dan kualitas pelayanan dari nakes kita,” tegasnya.
Selain itu, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI dan RSUP H. Adam Malik Medan atas dukungan, bimbingan, serta kerja sama yang terjalin erat dalam pengembangan layanan kardiovaskular di RSUD Tarutung.
Pemkab Tapanuli Utara juga menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung program-program Kemenkes, termasuk penempatan dokter spesialis serta usulan revitalisasi infrastruktur rumah sakit.
Sementara itu, Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes RI, Obrin Parulian Marpaung, mengungkapkan bahwa penyakit jantung, stroke, ginjal, serta kematian ibu dan anak merupakan fokus pelayanan kesehatan prioritas nasional karena menyerap anggaran terbesar dan menjadi penyebab utama kematian.
Pemerintah pusat terus berupaya mendistribusikan fasilitas medis, alat kesehatan dengan skema kontrak servis 7 tahun, serta pendanaan pelatihan intervensi ke 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Apresiasi senada juga disampaikan Direktur RSUP H. Adam Malik Medan, Zainal Safri, yang memuji komitmen tinggi Bupati Tapanuli Utara terhadap sektor kesehatan.
Pihaknya berharap dengan optimalisasi fasilitas di RSUD Tarutung, beban overload pasien rujukan di RSUP Adam Malik dapat terurai secara signifikan melalui penanganan cepat di tingkat daerah.
Melalui momentum ini, Pemkab Tapanuli Utara optimistis layanan kesehatan rujukan regional di RSUD Tarutung akan semakin handal, mandiri, dan menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan jiwa masyarakat Tapanuli Utara dan kawasan sekitarnya. [Martua Situmorang/***]






